Portal Berita Ekonomi Jum'at, 06 Desember 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:44 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,26% terhadap Poundsterling pada level 1,3123 USD/GBP.
  • 20:43 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,27% terhadap Euro pada level 1,1074 USD/EUR.
  • 20:39 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,08% terhadap Yen pada level 108,85 JPY/USD.
  • 20:30 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.476 USD/troy ounce.
  • 20:24 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 63,30 USD/barel.
  • 20:23 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 58,25 USD/barel.
  • 16:16 WIB. Valas - Yuan ditutup negatif 0,18% terhadap Dollar AS pada level 7,03 CNY/USD.
  • 16:15 WIB. Valas - Rupiah ditutup negatif 0,22% terhadap Dollar AS pada level Rp.14.038/USD.
  • 16:13 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 0,50% pada level 3.190.
  • 16:12 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 0,43% pada level 2.912.
  • 16:11 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 1,07% pada level 26.498.
  • 16:10 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 0,47% pada level 7.171.
  • 15:14 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 0,23% pada level 23.354.
  • 15:12 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 1,02% pada level 2.081.

Regulasi Perkoperasian Diminta Tidak Mengunci Perkembangan Koperasi

Regulasi Perkoperasian Diminta Tidak Mengunci Perkembangan Koperasi - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Koperasi seyogyanya menjadi backbone (tulang punggung) dari pengusaha mikro (micro entterprise) yang jumlahnya mencapai puluhan juta pengusaha. Pasalnya UMKM khususnya usaha mikro, merupakan pengusaha yang rentan karena pembinaannya dilakukan secara individual.

"Mereka sangat rentan, kadang hasil jualannya dipakai untuk kebutuhan sehari-hari sehingga modalnya habis, sehari buka besoknya libur. Ini yang harus diayomi dan diwadahi dalam bentuk koperasi, sehingga pembinaannya bisa dilakukan secara kelembagaan," ujar pengamat koperasi Suroto, saat menjadi narasumber dalam penyusunan bahan Renstra Kementerian Koperasi dan UKM 2020-2024, di Jakarta Selasa (12/2/2019).

Suroto yang juga Ketua Asosiasi Kader Sosio Ekonomi Strategis (Akses) mengatakan, dari sisi regulasi, juga harus ada kebijakan yang mendorong perkembangan koperasi sebagai salah satu pelaku perekonomian Indonesia.

"Kuncinya adalah keberpihakan, bagaimana mendorong regulasi yang sektoral supaya tidak mengunci perkembangan koperasi di tanah air, misalnya insentif fiskal," ujarnya.

Baca Juga: Sebelum Membina, Sesmenkop dan UKM Minta Jajarannya Pahami Dulu Perkoperasian

Ia memberi contoh bagaimana mengguritanya bisnis NTUC di Singapura yang  kini menguasai 73 persen pasar ritel di negeri singa itu, yang membuat raksasa ritel seperti  Carrefour dan Gelael protes. 

"Jawaban pemerintah Singapura gampang saja, kalau dua perusahaan itu mau seperti NTUC maka diharuskan badan hukumnya berubah menjadi koperasi," kata Suroto.

Kenapa NTUC di Singapura mendapatkan insentif fiskal yang membuatnya cepat berkembang? hal itu menurut Suroto karena NTUC sudah melaksanakan keadilan dengan melakukan redistribusi sehingga mendapat insentif fiskal sebagai hak moralnya.

Faktor ketiga yang harus menjadi perhatian adalah,  di era revolusi induri 4.0 saat ini, koperasi mau tak mau harus mengakselerasi diri mengikuti perkembangan dan kebutuhan di era digital. 

Baca Juga: "Koperasi Harus Menjadi Kebanggaan Nasional"

"Kenapa koperasi sekarang terkesan tidak updatable, hal itu antara lain karena habitat dan ekosistemnya tidak mendukung kesana," ujar Suroto, yang juga Ketua Umum Kosakti itu.

Sementara itu Rendy Saputra, CEO Keke Busana  mengatakan, arah kebijakan koperasi ke depan sebenarnya sederhana saja, yaitu mendorong koperasi berbasis sektor riil untuk bisa  membangun ekosistem bisnis yang dimiliki bersama.

Misalnya, jelas Rendy, petani banyak mengalami kesulitan dalam menjual padi, kalaupun laku seringkali tempat penggilingan padi harganya jatuh. Misalkan ada 100 petani kalau bersama-sama membangun rice milling, selanjutnya dengan produksi yang lebih besar, maka akan lebih mudah memasarkannya baik keluar maupun untuk kebutuhan anggotanya sendiri.

"Petani kan banyak yang belum sampai ke tahap sana, disini perlu adanya edukasi  bagaimana mengubah pola pikir petani agar bisa menciptakan sendiri ekosistem bisnisnya dengan cara melakukan industrialisasi yang dilakukan secara bersama-sama," katanya.

Dimata Rendy, koperasi saat ini adalah ibarat sebuah puzzle yang hilang. Karena trend sekarang adalah banyak orang berkelompok misalkan 50 atau 100 orang kalau melakukan bisnis bersama.

"Nah mereka bingung wadahnya itu apa, karena kalau secara sembunyi-sembunyi mereka bisa di katakan bisnis gelap, disinilah kebutuhan akan koperasi itu muncul. Kita perlu melakukan banyak edukasi kepada mereka maupun yang saya bilang tadi ke petani produsen bahwa koperasi adalah wadah usaha yang tepat untuk trend bisnis saat ini," katanya.

Baca Juga

Tag: RUU Perkoperasian, Koperasi, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop-UKM)

Penulis: Ning Rahayu

Editor: Kumairoh

Foto: Kemenkop dan UKM

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,762.12 3,724.29
British Pound GBP 1.00 18,565.06 18,378.94
China Yuan CNY 1.00 2,002.78 1,982.01
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,107.19 13,966.82
Dolar Australia AUD 1.00 9,654.96 9,557.49
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,801.85 1,783.73
Dolar Singapura SGD 1.00 10,372.93 10,268.21
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,671.68 15,514.34
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,387.89 3,351.77
Yen Jepang JPY 100.00 12,978.10 12,845.42

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6186.868 34.751 667
2 Agriculture 1434.346 37.746 20
3 Mining 1474.400 -6.728 50
4 Basic Industry and Chemicals 979.828 11.348 76
5 Miscellanous Industry 1201.074 10.720 50
6 Consumer Goods 2055.194 19.613 56
7 Cons., Property & Real Estate 510.207 10.418 83
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1137.751 -1.677 76
9 Finance 1298.193 3.365 90
10 Trade & Service 766.195 1.154 166
No Code Prev Close Change %
1 REAL 100 170 70 70.00
2 VRNA 67 90 23 34.33
3 KARW 62 79 17 27.42
4 VINS 121 152 31 25.62
5 MSKY 1,000 1,250 250 25.00
6 AGAR 392 490 98 25.00
7 KPAL 232 290 58 25.00
8 MKPI 13,500 16,200 2,700 20.00
9 BWPT 104 121 17 16.35
10 DART 276 312 36 13.04
No Code Prev Close Change %
1 MAMI 326 246 -80 -24.54
2 MASA 466 390 -76 -16.31
3 PDES 730 615 -115 -15.75
4 FORZ 70 59 -11 -15.71
5 DWGL 230 194 -36 -15.65
6 YULE 150 131 -19 -12.67
7 FILM 190 167 -23 -12.11
8 BCAP 165 146 -19 -11.52
9 IKAI 115 102 -13 -11.30
10 ICON 83 74 -9 -10.84
No Code Prev Close Change %
1 IPTV 530 525 -5 -0.94
2 MNCN 1,390 1,395 5 0.36
3 TOWR 740 745 5 0.68
4 MAMI 326 246 -80 -24.54
5 ACES 1,550 1,485 -65 -4.19
6 WSKT 1,290 1,420 130 10.08
7 BBRI 4,220 4,170 -50 -1.18
8 BNLI 1,140 1,255 115 10.09
9 TLKM 4,060 4,100 40 0.99
10 ERAA 1,490 1,520 30 2.01