Portal Berita Ekonomi Rabu, 20 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:01 WIB. IHSG - Akhiri sesi II, IHSG ditutup hijau 0,28% ke level 6.512,78. 
  • 15:11 WIB. IHSG - Gerak IHSG terbayangi aksi profit taking
  • 15:06 WIB. Suspensi - BEI cabut suspensi atas saham PT Atlas Resources Tbk (ARII). 
  • 15:03 WIB. Lahan - PTPP dan PGN tanda tangani perjanjian pengelolaan tanah. 
  • 15:00 WIB. Divestasi - Pelindo II akan divestasi 30% saham PT Pelabuhan Tanjung Priok melalui IPO. 
  • 15:00 WIB. Otomatisasi - Pelindo II targetkan otomatisasi terminal 2 dan 3 akan selesai pada tahun 2023. 
  • 14:59 WIB. Sukuk Ijarah - BEI catatkan sukuk ijarah PLN sejumlah Rp863 miliar. 
  • 14:58 WIB. Obligasi - Hari ini, PLN catatkan obligasi senilai Rp2,39 triliun. 
  • 14:57 WIB. Akuisisi - Bank BCA dikabarkan akan segera akuisisi Bank Royal Indonesia. 
  • 14:56 WIB. Produksi - Asahmias targetkan kapasitas produksi kaca lembaran meningkat jadi 720 ton per tahun. 
  • 14:55 WIB. Investasi - Pabrik kaca lembaran milik Asahimas punyai nilai investasi hingga 17.250 juta yen. 
  • 14:54 WIB. Asahimas - PT Asahimas resmikan pabrik kaca lembaran yang berlokasi di Cikampek, Jawa Barat. 
  • 14:51 WIB. Dividen - PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen bukukan dividen 2018 sebesar Rp17,09 miliar.

     

  • 14:17 WIB. Milenial - Kemenperin andalkan ASN milenial untuk menyongsong industri digital.
  • 14:16 WIB. Bekraf - Bekraf gelar pelatihan pengetahuan manajemen keuangan untuk pelaku ekonomi kreatif Cirebon.

Janji Ma'ruf Amin Jika Menang

Foto Berita Janji Ma'ruf Amin Jika Menang
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Calon wakil presiden nomor urut 02, KH Ma'ruf Amin, berjanji akan mendorong pengembangan ekonomi syariah jika nanti terpilih menjadi wakil presiden pada Pemilu 2019, pada 17 April 2019 mendatang.

"Apabila nanti saya terpilih jadi wapres, tentu saya akan mendorong secara keseluruhan pengembangan ekonomi syariah di Indonesia supaya lebih berkembang untuk bisa mendukung penguatan ekonomi nasional kita. Jadi ini arahnya menuju kesejahteraan," ujar dia, di Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Ia menuturkan, ekonomi syariah sudah menjadi bagian dari sistem ekonomi nasional yang menganut sistem ekonomi ganda, yaitu konvensional dan syariah. Begitu pula sistem keuangan yang mencakup sistem keuangan konvensional dan syariah.

"Nach keuangan syariah ini sudah berkembang pesat dan untuk lebih memacu perkembangannya, perlu ada perbaikan terutama dalam sistem kelembagaannya, inovasi produknya yang supaya lebih menghasilkan produk yang diminati masyarakat, akrab pasar," katanya.

Selain itu, perbaikan juga perlu dilakukan dalam hal pelayanan oleh lembaga keuangan syariah. Ia pun menyinggung soal layanan teknologi finansial merupakan layanan digitalisasi yang kini menjadi tren dan dilakukan lembaga keuangan di seluruh dunia, dan dapat didorong pengembangannya di Tanah Air.

"Karena itu apakah itu bisa diterapkan dalam sistem keuangan syariah, kemudian Dewan Syariah Nasional melakukan pembahasan dan mengatakan boleh sepanjang nanti tidak ada bunga, riba, gharar, manipulasi, tidak ada di situ gambling. Melalui aturan yang ada oleh OJK, maka semua itu bisa dilakukan," ujar Ketua Dewan Pembina Masyarakat Ekonomi Syariah itu.

Baca Juga: Dukung Jokowi-Ma'ruf, Alasan Kiai dan Ulama 'Keren'

Ia menambahkan, ekonomi syariah itu identik dengan ekonomi keumatan dan ekonomi kerakyatan. Menurut dia, umat harus diberdayakan agar mereka memiliki akses terhadap masalah ekonomi dan keuangan.

Baca Juga: Kiai Ma'ruf: Sandi, Ente Telat

"Itulah namanya kita mendorong pembangunan ekonomi dari bawah ke atas, membangun ekonomi bawah, ekonomi umat. Ekonomi umat itu banyak menggunakan sistem syariah. Oleh karena itu, ini akan memperkuat ekonomi nasional kita," ujar dia.

Tag: Maruf Amin, Ekonomi Syariah, Pemilu Presiden (Pilpres), Joko Widodo (Jokowi)

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Boyke P. Siregar

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,766.77 3,728.54
British Pound GBP 1.00 18,468.44 18,283.99
China Yuan CNY 1.00 2,090.80 2,070.07
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,125.00 13,985.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,136.10 10,034.24
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,799.66 1,781.76
Dolar Singapura SGD 1.00 10,456.77 10,349.29
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,040.35 15,877.17
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,474.78 3,436.12
Yen Jepang JPY 100.00 12,744.74 12,615.01

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6494.667 -3.148 627
2 Agriculture 1612.273 9.233 21
3 Mining 1894.930 28.365 47
4 Basic Industry and Chemicals 879.497 -9.712 71
5 Miscellanous Industry 1359.758 -8.770 46
6 Consumer Goods 2656.426 -2.053 51
7 Cons., Property & Real Estate 454.123 1.975 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1216.559 1.577 71
9 Finance 1233.741 -2.007 91
10 Trade & Service 822.920 1.934 155
No Code Prev Close Change %
1 BNII 258 322 64 24.81
2 ALDO 2,020 2,510 490 24.26
3 MINA 615 725 110 17.89
4 MPPA 260 306 46 17.69
5 INCF 306 360 54 17.65
6 BABP 51 58 7 13.73
7 MLPL 137 155 18 13.14
8 CSIS 137 154 17 12.41
9 GIAA 426 474 48 11.27
10 KARW 87 96 9 10.34
No Code Prev Close Change %
1 SIMA 400 300 -100 -25.00
2 NAGA 332 294 -38 -11.45
3 KONI 486 438 -48 -9.88
4 PSDN 246 222 -24 -9.76
5 AKSI 388 352 -36 -9.28
6 LION 665 615 -50 -7.52
7 FISH 3,670 3,400 -270 -7.36
8 TARA 840 780 -60 -7.14
9 SOTS 322 300 -22 -6.83
10 INAI 468 440 -28 -5.98
No Code Prev Close Change %
1 FREN 298 288 -10 -3.36
2 JPFA 2,500 2,440 -60 -2.40
3 ANTM 995 1,025 30 3.02
4 BBRI 3,840 3,910 70 1.82
5 BMRI 7,275 7,200 -75 -1.03
6 EXCL 2,530 2,610 80 3.16
7 INDY 1,785 1,925 140 7.84
8 BUMI 153 154 1 0.65
9 FILM 795 785 -10 -1.26
10 ADRO 1,245 1,295 50 4.02