Portal Berita Ekonomi Minggu, 24 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:55 WIB. Realme - Realme 3 meluncur perdana di India.
  • 09:54 WIB. Xiaomi - Xiaomi berambisi kuasai Eropa.
  • 05:53 WIB. EPL - Leicester City 1 vs 4 Crystal Palace
  • 05:51 WIB. EPL - Newcastle United 2 vs 0 Huddersfield Town
  • 05:50 WIB. EPL - AFC Bournemouth 1 vs 1 Wolverhampton Wanderers
  • 05:49 WIB. EPL - Burnley 2 vs 1 Tottenham Hotspur
  • 22:46 WIB. Kapal - 18 kapal terbakar di Pelabuhan Muara Baru.
  • 22:44 WIB. Kapal - Arus pendek diduga picu kebakaran kapal di Muara Baru.

Bisnis Penyewaan Kantor Tumbuh 30%, Startup Mendominasi

Foto Berita Bisnis Penyewaan Kantor Tumbuh 30%, Startup Mendominasi
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Total penyerapan ruang sewa kantor selama 2018 tumbuh positif dengan angka 30%. Perusahaan berbasis teknologi dan co-working space menjadi penyumbang terbesar dari total permintaan ruang perkantoran tahun lalu.

"Sebagai salah satu sektor yang berkembang saat ini, terdapat 120.00 meter persegi ruang perkantoran di Central Business Distric (CBD) yang dioperasikan sebagar service office dan co-working space. Permintaan akan ruang ini didominasi oleh startup dan tech firm," kata Head of Research Jones Lang LaSalle (JLL) James Taylor dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Untuk operator servis, lebih didominasi oleh grup-grup internasional dan lokal yang berlokasi di gedung grade A, sedangkan co-working space di dominasi oleh grup lokal yang berlokasi kebanyakan di gedung grade B dan C.

Baca Juga: Dari Pengalaman, Pria Ini Punya 3.000 Co-Working Space di 120 Negara Termasuk Indonesia

Baca Juga: "Co-Working Space" Jadi Ciri Kantor Startup: Biar Kayak di Rumah Sendiri, Ya?

"Namun, sejak semester II 2018 kami mulai melihat co-working space yang dioperasikan, baik grup internasional maupun lokal sangat aktif di gedung grade A," ujarnya.

Sementara itu, total penyerapan 2018 untuk seluruh grade sebesar 189.000 meter persegi yang menandakan permintaan terhadap ruang kantor tetap tinggi. Meskipun tingkat penyerapannya cukup tinggi, namun banyaknya pasokan gedung yang dibangun selama beberapa tahun terakhir menyebabkan tingkat hunian tetap tertekan di angka 78% untuk rata-rata daerah CBD.

"Ke depan kami memperkirakan akan ada tambahan pasokan sebesar 565.000 meter persegi yang selesai dibangun di daerah CBD selama 2019. Kondisi ini akan menyebabkan tingkat hunian terus tertekan hingga 2020 dan mulai mengalami kenaikan di 2021," ujarnya.

Sedangkan harga sewa untuk grade A pada kuartal I mengalami penurunan 1,3%. Diperkirakan penurunan ini masih akan terjadi di 2019 untuk kemudian stabil dan meningkat di tahun-tahun setelahnya.

Sementara untuk non-CBD office, tingkat permintaan gedung di daerah luar CBD cukup baik di angka 73.000 meter persegi selama 2018.

"Tidak ada gedung baru yang selesai dibangun di triwulan ini yang berdampak pada stabilisasi tingkat hunian, bahkan cenderung meningkat khususnya di kawasan TB Simatupang dan Jakarta Selatan," ujarnya.

Sedangkan secara keseluruhan, tingkat hunian di kawasan mengalami stabilisasi di angka 78%, setelah sebelumnya mengalami penurunan dari 2014 hingga 2016. Sedangkan harga sewa mengalami penurunan sebesar 0,06%, dan diperkirakan ke depan akan mulai pulih.

Tag: Jones Lang LaSalle Incorporated (JLL), co-working space, Properti

Penulis: Boyke P. Siregar

Editor: Rosmayanti

Foto: Boyke P. Siregar

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,773.17 3,734.94
British Pound GBP 1.00 18,447.47 18,263.53
China Yuan CNY 1.00 2,107.04 2,086.19
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,149.00 14,009.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,042.96 9,942.19
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,802.90 1,785.04
Dolar Singapura SGD 1.00 10,446.69 10,342.56
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,044.97 15,882.00
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,467.04 3,430.22
Yen Jepang JPY 100.00 12,776.77 12,646.93

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6501.378 -36.388 628
2 Agriculture 1604.794 -11.878 21
3 Mining 1940.127 4.527 47
4 Basic Industry and Chemicals 888.309 -14.973 71
5 Miscellanous Industry 1338.979 -8.175 46
6 Consumer Goods 2638.097 -16.371 51
7 Cons., Property & Real Estate 455.949 -3.945 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1207.267 -6.802 72
9 Finance 1235.093 -8.628 91
10 Trade & Service 834.167 6.854 155
No Code Prev Close Change %
1 INTD 141 190 49 34.75
2 OCAP 72 97 25 34.72
3 JAYA 432 540 108 25.00
4 INPS 2,400 3,000 600 25.00
5 SIMA 258 322 64 24.81
6 BALI 895 1,115 220 24.58
7 PNSE 675 840 165 24.44
8 CLAY 1,395 1,725 330 23.66
9 SQMI 272 332 60 22.06
10 MFMI 650 790 140 21.54
No Code Prev Close Change %
1 ALDO 1,425 1,095 -330 -23.16
2 TALF 332 260 -72 -21.69
3 IBFN 266 232 -34 -12.78
4 INCI 570 510 -60 -10.53
5 KOIN 302 272 -30 -9.93
6 POLI 1,160 1,055 -105 -9.05
7 PJAA 1,500 1,400 -100 -6.67
8 SMDM 178 168 -10 -5.62
9 SDPC 110 104 -6 -5.45
10 TBIG 4,440 4,200 -240 -5.41
No Code Prev Close Change %
1 UNTR 26,500 27,950 1,450 5.47
2 BMRI 7,325 7,100 -225 -3.07
3 ADRO 1,415 1,410 -5 -0.35
4 PGAS 2,640 2,650 10 0.38
5 BNLI 1,055 1,055 0 0.00
6 JPFA 2,330 2,340 10 0.43
7 INDY 2,180 2,170 -10 -0.46
8 BUMI 163 158 -5 -3.07
9 SQMI 272 332 60 22.06
10 ANTM 1,035 1,055 20 1.93