Portal Berita Ekonomi Sabtu, 19 September 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Dorong Produksi Baja dengan Teknologi Industri 4.0

Dorong Produksi Baja dengan Teknologi Industri 4.0
WE Online, Jakarta -

Pemerintah Indonesia sedang gencar melakukan pembangunan infrastruktur. Di sisi lain, perkembangan teknologi saat ini membawa gelombang revolusi industri 4.0. Kondisi tersebut memberikan peluang dan tantangan bagi industri baja di Indonesia.

Menurut data dari Himpunan Ahli Pengecoran Indonesia (HAPLI), saat ini Indonesia memiliki kapasitas produksi 360.000 ton oleh 164 perusahaan pengecoran. Sementara kebutuhan di 2018 saja melebihi kapasitas yang ada, yakni 546.000 ton untuk konstruksi dan manufaktur. Untuk meningkatkan efisiensi dan menekan biaya produksi, perusahaan-perusahaan Indonesia siap mengadopsi teknologi yang mendukung industri 4.0.

"Beberapa perusahaan pengecoran mau tidak mau harus segera menuntaskan teknologi pengecoran 3.0 mereka karena dalam waktu dekat mereka harus memasuki pengecoran 4.0," ujar R Widodo, Ketua Umum HAPLI.

Baca Juga: Indonesia Targetkan Jadi Produsen Baja Terbesar di Dunia, Setara dengan Eropa

Menjawab peluang dan tantangan tersebut, pelaku industri dapat mengikuti Gifa, Metec, Thermprocess, Newcast (GMTN), pameran bisnis berskala internasional untuk industri logam dan baja akan kembali digelar oleh Messe Düsseldorf pada 25-29 Juni 2019 di Duesseldorf, Jerman. Acara empat tahunan ini bermanfaat bagi para pelaku industri pengecoran, metalurgi, thermoprocess, dan casting presisi.

Untuk memaksimalkan persiapan pameran dan potensi kerja sama antara Jerman dan Indonesia, Messe Düsseldorf menggelar pertemuan dengan sekitar 100 pengusaha industri logam dan baja Indonesia di Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Indonesia merupakan basis produksi yang diminati investor-investor dunia. Pemulihan ekonomi dan pertumbuhan industri mesin yang stabil selama beberapa tahun terakhir menunjukkan produsen Indonesia siap melakukan ekspansi dan tengah mencari teknologi produksi yang ditingkatkan dan peningkatan efisiensi untuk bersaing di pasar dunia.

Friedrich-Georg Kehrer selaku Global Director for Metals & Flow Technologies Messe Düsseldorf menjelaskan, GMTN meliputi spektrum luas untuk aktivitas yang bergerak di bidang teknologi pengecoran, metalurgi, teknologi proses thermo, dan produk casting, serta merupakan pintu menuju pasar dunia. Ajang bagi para pelaku industri logam dan baja ini untuk mendapatkan informasi teknologi terkini untuk diterapkan di pasar masing-masing negara.

"Melalui pameran ini, perdagangan antara Jerman dan Indonesia akan diintensifkan, di mana industri konstruksi mesin Jerman yang terkenal dalam memproduksi logam presisi berkualitas tinggi tetap menjadi andalan Jerman dalam hubungan kerja sama yang saling menguntungkan antara Indonesia dan Jerman," jelas Friedrich-Georg Kehrer.

Pada penyelenggaraan pameran GMTN 2019 akan dihadirkan semua aspek mengenai logam dan proses pembuatannya. GMTN merupakan gabungan dari empat pameran yang saling bersinergi, yaitu Gifa yang menghadirkan perkembangan terkini industri pengecoran, Metec mengenai industri metalurgi, Thermprocess mengenai industri thermo process, dan Newcast mengenai casting presisi.

"GMTN merupakan platform yang sangat bermanfaat karena mempromosikan kerja sama internasional. Kerja sama akan mendorong pertumbuhan industri-industri pendukung di Indonesia. Tahun ini kami menargetkan pengunjung dari Indonesia meningkat 100%, seiring semakin sadarnya para produsen tentang pentingnya acara ini bagi perkembangan bisnis mereka," ujar Friedrich Kehrer.

Baca Juga

Tag: Baja, Industri 4.0

Penulis: Agus Aryanto

Editor: Rosmayanti

Foto: Agus Aryanto

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,956.98 3,917.50
British Pound GBP 1.00 19,218.70 19,023.06
China Yuan CNY 1.00 2,196.09 2,173.95
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,841.84 14,694.16
Dolar Australia AUD 1.00 10,856.81 10,741.43
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,915.08 1,896.00
Dolar Singapura SGD 1.00 10,939.66 10,826.82
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,586.10 17,406.70
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,597.15 3,557.91
Yen Jepang JPY 100.00 14,156.66 14,011.79
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5059.223 20.822 707
2 Agriculture 1171.729 -22.067 24
3 Mining 1370.434 12.402 47
4 Basic Industry and Chemicals 724.951 10.929 80
5 Miscellanous Industry 866.535 -7.832 53
6 Consumer Goods 1884.335 4.638 60
7 Cons., Property & Real Estate 347.883 3.847 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 838.076 14.829 79
9 Finance 1093.794 -6.183 94
10 Trade & Service 636.535 12.642 175
No Code Prev Close Change %
1 DPUM 51 66 15 29.41
2 JMAS 133 172 39 29.32
3 AKSI 362 452 90 24.86
4 TFCO 330 412 82 24.85
5 JSKY 244 296 52 21.31
6 AIMS 141 170 29 20.57
7 SOHO 9,475 11,350 1,875 19.79
8 AMIN 228 270 42 18.42
9 ASBI 322 376 54 16.77
10 LRNA 131 150 19 14.50
No Code Prev Close Change %
1 ENZO 115 107 -8 -6.96
2 PCAR 320 298 -22 -6.88
3 ATIC 585 545 -40 -6.84
4 SSTM 468 436 -32 -6.84
5 SIPD 1,190 1,110 -80 -6.72
6 AALI 10,800 10,075 -725 -6.71
7 BEST 194 181 -13 -6.70
8 ROCK 1,570 1,465 -105 -6.69
9 DNAR 240 224 -16 -6.67
10 AISA 244 228 -16 -6.56
No Code Prev Close Change %
1 BBCA 28,775 28,150 -625 -2.17
2 BBRI 3,200 3,220 20 0.62
3 JSKY 244 296 52 21.31
4 ASRI 117 131 14 11.97
5 BEST 194 181 -13 -6.70
6 MEDC 420 430 10 2.38
7 TLKM 2,820 2,890 70 2.48
8 AISA 244 228 -16 -6.56
9 BBNI 4,720 4,740 20 0.42
10 MDKA 1,575 1,600 25 1.59