Portal Berita Ekonomi Senin, 18 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:59 WIB. Apple - Apple persiapkan jajaran produk baru untuk 2019.
  • 12:43 WIB. Twitter - Ada 1,5 juta tweet seputar Debat Pilpres 2019 semalam.
  • 12:00 WIB. IHSG - Jeda siang, IHSG ditutup hijau 1,20% ke level 6.466,04.
  • 11:53 WIB. Suspensi - BEI suspensi saham lima emiten publik karena belum lunasi pokok dan denda ALF 2019. 
  • 11:27 WIB. Australia - Australia siap buka gerbang ekspor otomotif dari Indonesia.

Kemenkop dan UKM Benahi UMKM Korban Tsunami di Lampung Selatan

Foto Berita Kemenkop dan UKM Benahi UMKM Korban Tsunami di Lampung Selatan
Warta Ekonomi.co.id, Lampung Selatan -

Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM, Abdul Kadir Damanik, mengatakan untuk pemulihan ekonomi di wilayah bencana tsunami di Selat Sunda dan Lampung perlu keterlibatan pelaku usaha besar dalam memfasilitasi dan menggugah para pelaku usaha kecil supaya kembali bangkit dan berkembang.

“Oleh karena itu, kami menggandeng Chandra Superstore. Sehingga, peluang untuk merangkul usaha kecil ini tetap terpelihara," kata Damanik, pada acara pelatihan vocational pasca tsunami Selat Sunda dan kemitraan usaha di wilayah Lampung Selatan, beberapa waktu lalu.

Di depan 155 orang peserta pelatihan, Damanik menekankan pentingnya program restrukturisasi usaha KUMKM pasca bencana tsunami di sana.

"Wilayah yang terdampak tsunami harus segera dibangkitkan kembali dalam hal kehidupan perekonomiannya. Yaitu, dari aspek usahanya. Sebab, bila tidak segera dibangkitkan, maka akan susah keluar dari zona traumatik yang membekas di benak para korban," tegas Damanik.

Baca Juga: Kemenkop dan UKM Restrukturisasi KUMKM Terdampak Bencana

Damanik mengakui, program-program pelatihan ini sengaja menyasar ke Lampung Selatan dimana wilayah ini juga menjadi titik terparah tsunami Selat Sunda.

"Penting untuk memberikan bimbingan dan pelatihan terhadap pelaku usaha di sini," tandas Damanik.

Menurut Damanik, ratusan pelaku usaha yang sebagian diantaranya merupakan korban tsunami difokuskan untuk menimba ilmu berupa bimbingan penerapan aplikasi sistem peringatan dini, temu mitra KUMKM dengan usaha besar, pelatihan vocational pada daerah pasca bencana, yang difasilitasi Kementerian Koperasi dan UKM.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Lampung Selatan yang diwakili Staf Ahli Politik Hukum dan Pemerintahan Priyanto Putra mengatakan, Kabupaten Lampung Selatan memiliki banyak UKM potensial. Diantaranya, di daerah yang terdampak tsunami Selat Sunda.

"Oleh sebab itu, Pemda harus terus mendorong KUMKM untuk bisa berkembang dan menghasilkan produk-produk unggulan daerah yang bisa dikenal luas tidak hanya di Lampung, tetapi secara nasional dan internasional. Harapan saya melalui kegiatan ini bisa kembali membangkitkan KUMKM, khususnya di daerah bencana tsunami," jelas dia.

Sementara Manager Umum Chandra Superstrore AR Suparno menilai, pemerintah mengambil langkah tepat dan tanggap untuk merestrukturisasi KUMKM pasca tsunami.

“Saya menilai, bimbingan-bimbingan semacam ini mesti berkesinambungan atau berkelanjutan di bidang kemitraan usaha," ujar Suparno.

Baca Juga: Kemenkop dan UKM Imbau Entrepreneur Jangan Mudah Menyerah

Bagi Suparno, program seperti ini harus berkelanjutan dari sisi pembinaan Pemda agar usaha mereka berkembang.

“Dari beberapa produk lokal hasil olahan UMKM Lampung Selatan, ada beberapa produk yang dinilai masuk standar Chandra Superstore untuk dapat dipasarkan. Salah satunya olahan pangan berbahan hasil bumi setempat yakni pisang untuk diolah menjadi Pisang Wingko," ungkap Suparno.

Hanya saja, Suparno berharap akan lebih baik lagi apabila pengemasan dan tampilannya diperbaiki lagi.

"Over all standarisasi lainnya semuanya sudah masuk kriteria untuk bersaing di pasaran," tandas Suparno.

Sedangkan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Lampung Selatan Noviar Akhmal mengatakan, daerah harus mau melakukan jemput bola agar geliat UMKM di Lampung Selatan kembali hidup dan bergairah lagi. Sebab, kondisi krisis pasca tsunami harus segera dilewati.

“Itu kenapa kami jemput bola ke Kementerian Koperasi dan UKM agar pelaku usaha dan warga yang terkena dampak langsung Tsunami bisa move on kembali," tukas Noviar.

Dengan pelatihan tersebut, para pelaku koperasi dan UMKM sebagai peserta pelatihan di Kabupaten Lampung Selatan ini mengaku lebih tergugah dengan apa yang ditularkan oleh pengusaha sukses sekelas Chandra Superstore.

“Dalam bidang koperasi dan UMKM, ilmu semacam ini sangatlah berguna dan bermanfaat untuk mengembangkan usaha yang sedang digeluti. Tetapi, kalau bisa pembinaan dari tingkat daerah tetap berkelanjutan agar semangat berwirausaha tetap terjaga," pungkas Hasanuddin (42 tahun), salah seorang pelaku usaha asal Desa Cintamulya, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan.

Baca Juga: Alokasikan Rp200 Miliar untuk Kewirausahaan, Ini Program Kemenkop dan UKM

Tag: Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop-UKM), Lampung

Penulis: Ning Rahayu

Editor: Kumairoh

Foto: Ning Rahayu

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,780.63 3,741.87
British Pound GBP 1.00 18,315.27 18,130.41
China Yuan CNY 1.00 2,095.36 2,074.37
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,177.00 14,035.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,143.64 10,040.64
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,806.54 1,788.42
Dolar Singapura SGD 1.00 10,463.50 10,352.59
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,046.95 15,884.81
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,479.02 3,440.79
Yen Jepang JPY 100.00 12,826.38 12,696.76

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6389.085 -30.933 627
2 Agriculture 1592.350 -13.090 21
3 Mining 1834.293 -25.732 47
4 Basic Industry and Chemicals 878.558 -9.993 71
5 Miscellanous Industry 1329.578 -2.798 46
6 Consumer Goods 2604.636 -24.378 51
7 Cons., Property & Real Estate 450.557 -6.160 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1185.805 7.307 71
9 Finance 1216.771 -0.391 91
10 Trade & Service 811.391 -5.665 155
No Code Prev Close Change %
1 ALDO 1,300 1,625 325 25.00
2 PEHA 2,110 2,630 520 24.64
3 SIMA 330 400 70 21.21
4 LMAS 58 69 11 18.97
5 EXCL 2,050 2,340 290 14.15
6 LUCK 585 660 75 12.82
7 CASS 640 720 80 12.50
8 BNLI 1,125 1,260 135 12.00
9 BHIT 84 94 10 11.90
10 DWGL 101 113 12 11.88
No Code Prev Close Change %
1 OCAP 81 54 -27 -33.33
2 HDFA 165 130 -35 -21.21
3 KONI 498 398 -100 -20.08
4 BALI 1,060 860 -200 -18.87
5 PUDP 410 338 -72 -17.56
6 CANI 218 180 -38 -17.43
7 KBLV 585 484 -101 -17.26
8 GLOB 448 372 -76 -16.96
9 JIHD 585 490 -95 -16.24
10 NATO 585 505 -80 -13.68
No Code Prev Close Change %
1 EXCL 2,050 2,340 290 14.15
2 BMTR 398 420 22 5.53
3 BHIT 84 94 10 11.90
4 WSKT 1,865 1,765 -100 -5.36
5 BNLI 1,125 1,260 135 12.00
6 ERAA 1,950 1,955 5 0.26
7 MNCN 855 910 55 6.43
8 TLKM 3,740 3,790 50 1.34
9 ANTM 1,000 950 -50 -5.00
10 BUMI 153 151 -2 -1.31