Portal Berita Ekonomi Minggu, 22 September 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:52 WIB. Brazil - Presiden Brazil sudah tanda tangani peraturan liberalisasi ekonomi dengan mengurangi birokrasi
  • 16:30 WIB. China - AIIB akan investasi US$1,09 M untuk 6 proyek di Asean
  • 15:13 WIB. Mobil Listrik - China miliki 245 pos untuk ganti baterai pada Agustus,  107 diantaranya di Beijing
  • 15:09 WIB. China - Mobil Maserati yang recall akan diperbaiki dengan gratis
  • 15:06 WIB. China - Jumlah pos pengisian energi baru bertambah 9 ribu pos pada Agustus
  • 14:58 WIB. China - Maserati tarik 711 mobil di China karena ada cacat pada lampu (headlight beams)
  • 12:59 WIB. India - Petronet LNG akan pasok 5 juta ton per tahun LNG dari proyek Driftwood

Permintaan Bawaslu ke KPU 'Top'

Permintaan Bawaslu ke KPU 'Top' - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) memperpanjang batas waktu kepengurusan dokumen pindah memilih atau Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Pemilu 2019.

Komisioner Bawaslu, Afifuddin, mengatakan pihaknya meminta batas waktu pindah memilih diperpanjang hingga 17 Maret 2019.

"Potensi pemilih kategori DPTb (Daftar Pemilih Tambahan) cukup besar yang membutuhkan dokumen surat pindah Memilih (A5) untuk dapat menggunakan hak pilihnya. KPU perlu melakukan perpanjangan laporan masyarakat dari 17 Februari 2019 ke 17 Maret 2019," ujarnya di Jakarta, Kamis (14/2/2019).

Baca Juga: Wah, PKS Bela Ahok Nih

Ia menjelaskan, masa perpanjangan pengerusan pindah memilih ini sesuai dengan Undang-Undang 7 tahun 2017 tentang Pemilu. Batas akhir laporan pindah memilih 30 hari sebelum pemungutan suara.

"Kita ikut undang-undang ya sebulan sebelum hari H masa akhirnya, paling lambat 30 hari sebelum hari pemungutan suara dalam lasal 210 ayat 1 Undang-Undang 7 tahun 2017," terangnya.

Afif menambahkan, berdasarkan hasil pengawasan polihaknya menemukan banyak tempat yang berpotensi akan menggunakan hak pilihnya dengan dokumen formulir A5. Di antaranya terdapat pada lembaga pendidikan.

"Hasil pengawasan Bawaslu terhadap tempat-tempat yang potensial terdapat pemilih yang akan melakukan pindah memilih dengan jumlah besar. Hal inu terdapat di lembaga pendidikan yaitu Sekolah Menengah Atas atau sederajat, perguruan tinggi dan pondok pesantren," katanya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Bawaslu mencatat sebanyak 31.237 pemilih telah mengurus proses pindah memilih. Namun, jumlah ini belum sepadan dengan jumlah potensi pemilih yang akan pindah memilih.

"Berdasarkan informasi yang dikumpulkan oleh Bawaslu di seluruh provinsi pada 7 Februari 2019, terdapat 31.237 pemilih yang melaporkan ke KPU atau KIP Kabupaten/Kota untuk melakukan pindah memilih dan sudah mengurus A5," jelasnya.

"Jumlah pemilih yang sudah melaporkan, dengan potensi pemilih yang akan pindah atau menggunakan hak pilihnya di tempat lain masih belum sepadan. Dengan berdasarkan hasil pengawasan terdapat 20.082 pemilih di sekolah menengah atas, 3.153 pemilib di perguruan tinggi, 17.394 pemilih di pondok pesantren dan 450 pemilih lapas atau rumah," lanjutnya.

Sebelumnya, KPU memberikan batas minimal mengurus surat pindah memilih hingga 17 Februari 2019. Hal ini agar KPU dapat lebih menyiapkan logistik pemilu.               

Tag: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Komisi Pemilihan Umum (KPU), Pemilu, Pemilu Presiden (Pilpres)

Penulis/Editor: Irfan Mualim

Foto: Sufri Yuliardi

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,773.96 3,736.24
British Pound GBP 1.00 17,748.95 17,572.01
China Yuan CNY 1.00 2,001.27 1,981.48
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,155.00 14,015.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,608.41 9,511.98
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,807.08 1,789.13
Dolar Singapura SGD 1.00 10,276.61 10,169.80
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,648.35 15,492.18
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,384.74 3,348.06
Yen Jepang JPY 100.00 13,113.77 12,980.46

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6231.473 -12.997 654
2 Agriculture 1373.405 5.845 21
3 Mining 1665.437 14.211 49
4 Basic Industry and Chemicals 880.940 -6.688 73
5 Miscellanous Industry 1168.551 -4.934 49
6 Consumer Goods 2224.357 -12.734 53
7 Cons., Property & Real Estate 500.602 -0.838 81
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1228.506 14.718 75
9 Finance 1256.024 -5.058 90
10 Trade & Service 796.555 -5.213 163
No Code Prev Close Change %
1 AHAP 56 75 19 33.93
2 KPAL 560 680 120 21.43
3 TIRA 244 286 42 17.21
4 SAPX 870 1,000 130 14.94
5 POLI 1,165 1,335 170 14.59
6 SMMA 10,000 11,000 1,000 10.00
7 POWR 1,010 1,100 90 8.91
8 HOTL 155 168 13 8.39
9 ABMM 1,805 1,950 145 8.03
10 SSTM 454 490 36 7.93
No Code Prev Close Change %
1 HOME 113 84 -29 -25.66
2 KRAH 1,500 1,135 -365 -24.33
3 VINS 136 103 -33 -24.26
4 OKAS 258 216 -42 -16.28
5 APEX 550 462 -88 -16.00
6 JKON 500 428 -72 -14.40
7 ALKA 488 420 -68 -13.93
8 FILM 480 416 -64 -13.33
9 TRIM 170 150 -20 -11.76
10 GGRP 945 855 -90 -9.52
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,270 1,250 -20 -1.57
2 HOME 113 84 -29 -25.66
3 MAMI 140 147 7 5.00
4 FREN 163 166 3 1.84
5 YELO 176 176 0 0.00
6 BBRI 4,220 4,160 -60 -1.42
7 IPTV 530 520 -10 -1.89
8 TLKM 4,210 4,290 80 1.90
9 KPAL 560 680 120 21.43
10 SWAT 118 120 2 1.69