Portal Berita Ekonomi Sabtu, 16 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 21:15 WIB. Huawei - Huawei bikin iPhone tak berdaya di China.
  • 18:23 WIB. Samsung - Samsung mau rilis ponsel tiap bulan.
  • 18:21 WIB. WhatsApp - WhatsApp Business segera hadir di iPhone.
  • 18:20 WIB. Twitter - Fitur mirip Insta Story bakal hadir di Twitter. 
  • 18:19 WIB. Samsung - Samsung kenalkan Galaxy Tab paling ringan dan tipis.
  • 17:43 WIB. Suzuki - MPV 'murah' Suzuki dipermak, harga naik Rp3 juta.
  • 17:41 WIB. Bukalapak - Rating Bukalapak terjun bebas di App Store.
  • 18:42 WIB. Jokowi - Usai Bukalapak, #UninstallJokowi kian menggema.

"Karena BEI Terkesan Lepas Tangan"

Foto Berita
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

PT Yulie Sekuritas Indonesia Tbk (YULE) mengeluarkan pernyataan tertulis yang mengungapkan keprihatinannya atas sikap Bursa Efek Indonesia (BEI) karena telah salah sasaran dalam menjatuhkan sanksi kepada manajemen YULE yang baru.

Direktur dan Corporate Secretary YULE, Agustinus Sumandar, menyebutkan bahwa seharusnya, sanksi yang timbul akibat adanya pelanggaran atas salah saji laporan keuangan YULE periode Juni 2015—2017 berupa suspensi dan denda, diberikan kepada manajemen YULE yang lama, yaitu ketika kendali perusahaan masih di bawah PT Jeje Yutrindo Utama.

“Seharusnya sanksi tersebut dikenakan kepada manajemen lama pada masa kepengurusan manajamen lama, bukan pada masa kepengurusan manajemen baru yang tidak tahu menahu dan tidak terlibat dalam pelanggaran dimaksud,” tegas Agustinus di Jakarta, Kamis (14/02/2019).

Masih berkaitan dengan pelanggaran kesalahan saji laporan keuangan, pada 28/10/2016 BEI menjatuhkan sanksi suspensi kepada YULE lantaran modal kerja bersih disesuikan (MKBD) YULE tidak memenuhi syarat yang ditetapkan.

Agustinus menambahkan, saat pengenaan sanksi tersebut BEI diduga telah mengetahui adanya pelanggaran yang dilakukan oleh manajemen YULE yang lama, namun BEI tidak segera mengambil sikap dan justru mendiamkan pelanggaran tersebut.

“Namun anehnya pada saat itu BEI terkesan mendiamkan pelanggaran tersebut dengan tidak mengenakan sanksi kepada manajemen lama. Justru baru sekarang setelah YULE diurus oleh manajemen yang baru, BEI mengenakan sanksi,” lanjutnya.

Tak berhenti di situ, Aagustinus menyebut masih ada kekeliruan lainnya yang dilakukan BEI terhadap manajemen YULE yang baru, yaitu perihal pelanggaran atas penjaminan dan pencairan deposito YULE di Bank Mandiri oleh manajemen lama YULE dan PT Jeje Yutrindo Utama.

Meskipun pelaku dalam kasus tersebut sudah membuat pengakuan, BEI tetap saja memberikan surat peringatan II dan denda atas pelanggaran tersebut kepada manajemen YULE yang baru, bukan kepada manajemen lama yang jelas mengakui kesalahannya.

“Meskipun BEI telah mengetahui adanya pengakuan pihak yang melakukan pelanggaran tersebut, BEI tetap saja menjatuhkan sanksi kepada YULE yang harus ditanggung oleh manajemen baru sebagai representasi investor baru YULE. Bukankah salah satu tugas dan fungsi BEI adalah melindungi investor? Tapi kenapa malah BEI menjatuhkan sanksi yang membebani investor?” sambungnya lagi.

Tak tanggung-tanggung, YULE bahkan menyebut BEI terkesan lepas tangan saat dimintai solusi untuk membantu dan melindungi investor berkaitan dengan permintaan manajemen YULE yang baru atas rencana pengembalian dana deposito.

“Karena BEI terkesan lepas tangan apabila rencana penyelesaian tersebut menimbulkan permasalahan hukum bagi manajemen baru dan investor,” katanya lagi.

Asal tahu saja, YULE merasa BEI telah melukaai rasa keadilan manajemen YULE yang baru. Ditambah lagi, saat ini pelaku pelanggaran (manajamen lama YULE) tidak menerima sanksi apa pun, dan sebaliknya YULE harus menerima kerugian dengan hilangnya dana deposito senilai Rp27 miliar.

“Meskipun BEI terkesan telah bertindak tidak adil, manajemen baru YULE tetap memenuhi sanksi tersebut dengan melakukan pembayaran pada 11 Februari 2019 atas denda yang dikenakan oleh BEI,” tutupnya.

Tag: Yulie Sekuritas Indonesia Tbk (YULE), Bursa Efek Indonesia (BEI)

Penulis/Editor: Lestari Ningsih

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,783.30 3,744.53
British Pound GBP 1.00 18,150.85 17,967.77
China Yuan CNY 1.00 2,097.95 2,076.96
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,187.00 14,045.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,058.58 9,952.29
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,807.88 1,789.76
Dolar Singapura SGD 1.00 10,440.06 10,334.04
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,015.70 15,848.38
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,472.95 3,433.99
Yen Jepang JPY 100.00 12,861.03 12,731.15

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6389.085 -30.933 627
2 Agriculture 1592.350 -13.090 21
3 Mining 1834.293 -25.732 47
4 Basic Industry and Chemicals 878.558 -9.993 71
5 Miscellanous Industry 1329.578 -2.798 46
6 Consumer Goods 2604.636 -24.378 51
7 Cons., Property & Real Estate 450.557 -6.160 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1185.805 7.307 71
9 Finance 1216.771 -0.391 91
10 Trade & Service 811.391 -5.665 155
No Code Prev Close Change %
1 ALDO 1,300 1,625 325 25.00
2 PEHA 2,110 2,630 520 24.64
3 SIMA 330 400 70 21.21
4 LMAS 58 69 11 18.97
5 EXCL 2,050 2,340 290 14.15
6 LUCK 585 660 75 12.82
7 CASS 640 720 80 12.50
8 BNLI 1,125 1,260 135 12.00
9 BHIT 84 94 10 11.90
10 DWGL 101 113 12 11.88
No Code Prev Close Change %
1 OCAP 81 54 -27 -33.33
2 HDFA 165 130 -35 -21.21
3 KONI 498 398 -100 -20.08
4 BALI 1,060 860 -200 -18.87
5 PUDP 410 338 -72 -17.56
6 CANI 218 180 -38 -17.43
7 KBLV 585 484 -101 -17.26
8 GLOB 448 372 -76 -16.96
9 JIHD 585 490 -95 -16.24
10 NATO 585 505 -80 -13.68
No Code Prev Close Change %
1 EXCL 2,050 2,340 290 14.15
2 BMTR 398 420 22 5.53
3 BHIT 84 94 10 11.90
4 WSKT 1,865 1,765 -100 -5.36
5 BNLI 1,125 1,260 135 12.00
6 ERAA 1,950 1,955 5 0.26
7 MNCN 855 910 55 6.43
8 TLKM 3,740 3,790 50 1.34
9 ANTM 1,000 950 -50 -5.00
10 BUMI 153 151 -2 -1.31