Portal Berita Ekonomi Sabtu, 16 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 17:43 WIB. Suzuki - MPV 'murah' Suzuki dipermak, harga naik Rp3 juta.
  • 17:41 WIB. Bukalapak - RatingĀ Bukalapak terjun bebas di App Store.
  • 18:42 WIB. Jokowi - Usai Bukalapak, #UninstallJokowi kian menggema.

Ekspansi Bisnis, Anak Usaha Garuda Ini Ambil Langkah Berani

Foto Berita Ekspansi Bisnis, Anak Usaha Garuda Ini Ambil Langkah Berani
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Anak usaha PT Garuda Indonesia (Persero), Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk (GMF) baru saja membentuk dua anak usaha baru. Tujuannya untuk mendorong percepatan pertumbuhan bisnis perusahaan.

Kedua anak usaha tersebut adalah PT Garuda Daya Pratama Sejahtera (GDPS) dan PT Garuda Energi Logistik dan Komersial (GELK). Keduanya merupakan pengembangan dari diferensiasi usaha yang nantinya akan mendukung kegiatan usaha utama GMF, yaitu bisnis perawatan pesawat dan Garuda Indonesia Group.

GDPS merupakan perusahaan patungan antara GMF dengan Koperasi Karyawan GMF AeroAsia (Kopkar GMF) yang resmi berdiri pada 25 Januai 2019 lalu. GDPS bergerak di bidang jasa penyediaan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk industri aviasi.

Direktur Utama GMF Iwan Joeniarto mengungkapkan alasan dibentuknya perusahaan patungan ini karena SDM berkualifikasi tinggi di industri aviasi masih minim.

Baca Juga: Turunkan Harga Tiket 20%, Tapi Garuda Kok....

Baca Juga: Agen Travel Kaget Garuda Hapus Komisi

"Kebutuhan yang tinggi ini dapat diakomodir oleh kekuatan GDPS yang memiliki jaringan di bisnis perawatan pesawat yang cukup kuat. Selain itu, orang-orang dalam manajemen GDPS juga sudah berpengalaman mencetak SDM berkualifikasi tinggi di bidang aviasi," ujar Iwan.

Iwan menambahkan, pembentukan GDPS juga sebagai langkah efisiensi dalam penyediaan SDM yang selama ini banyak dilakukan di lingkup Garuda Indonesia Group.

Selain itu, dengan membentuk anak usaha yang fokus terhadap jasa penyediaan SDM yang mumpuni, GDPS diharapkan dapat membantu peningkatan kualitas pekerjaan yang diberikan oleh karyawan oursource.

Soal teknis, Iwan mengatakan, sudah mulai memberikan layanan kepada pelanggan GDPS, termasuk GMF. Diharapkan dalam kurun waktu lima tahun ke depan, GDPS dapat menunjukan pertumbuhan yang berkelanjutan dengan penerapan teknologi baru dan layanan secara menyeluruh dalam ketenagakerjaan kepada pelanggannya.

Dengan begitu, pasar GPDS diharapkan lebih luas lagi, bukan hanya di lingkungan Garuda Indonesia Group.

Sedangkan GELK bergerak di bidang perdagangan suku cadang dan mesin pesawat udara, sewa guna usaha suku cadang, dan mesin pesawat udara, perdagangan umum, penyediaan energi listrik, distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM), serta pengelolaan limbah.

"GELK dibentuk dalam rangka menunjang kegiatan operasional penerbangan dengan harga yang kompetitif," ujar Iwan.

Perusahaan ini dibentuk atas patungan antara GMF dan Aerowisata. Iwan mengatakan, dibentuknya GELK untuk mengembangkan bisnis pendukung jasa perawatan pesawat untuk dapat menghasilkan keuntungan bagi grup dan afiliasinya.

"Di GMF sudah ada bisnis trading, agar lebih leluasa kami buatkan usaha sendiri. Begitu pun dengan sewa guna usaha suku cadang pesawat dan distribusi bahan bakar. Ditambah lagi, limbah sisa produksi ternyata dapat dikelola menjadi energi terbarukan untuk pasokan listrik. Bisnis model seperti ini membawa banyak keuntungan bagi perusahaan dan lingkungan," pungkas Iwan.

Tag: PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia (GMF AeroAsia), Garuda Indonesia Group

Penulis: Boyke P. Siregar

Editor: Rosmayanti

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,783.30 3,744.53
British Pound GBP 1.00 18,150.85 17,967.77
China Yuan CNY 1.00 2,097.95 2,076.96
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,187.00 14,045.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,058.58 9,952.29
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,807.88 1,789.76
Dolar Singapura SGD 1.00 10,440.06 10,334.04
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,015.70 15,848.38
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,472.95 3,433.99
Yen Jepang JPY 100.00 12,861.03 12,731.15

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6389.085 -30.933 627
2 Agriculture 1592.350 -13.090 21
3 Mining 1834.293 -25.732 47
4 Basic Industry and Chemicals 878.558 -9.993 71
5 Miscellanous Industry 1329.578 -2.798 46
6 Consumer Goods 2604.636 -24.378 51
7 Cons., Property & Real Estate 450.557 -6.160 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1185.805 7.307 71
9 Finance 1216.771 -0.391 91
10 Trade & Service 811.391 -5.665 155
No Code Prev Close Change %
1 ALDO 1,300 1,625 325 25.00
2 PEHA 2,110 2,630 520 24.64
3 SIMA 330 400 70 21.21
4 LMAS 58 69 11 18.97
5 EXCL 2,050 2,340 290 14.15
6 LUCK 585 660 75 12.82
7 CASS 640 720 80 12.50
8 BNLI 1,125 1,260 135 12.00
9 BHIT 84 94 10 11.90
10 DWGL 101 113 12 11.88
No Code Prev Close Change %
1 OCAP 81 54 -27 -33.33
2 HDFA 165 130 -35 -21.21
3 KONI 498 398 -100 -20.08
4 BALI 1,060 860 -200 -18.87
5 PUDP 410 338 -72 -17.56
6 CANI 218 180 -38 -17.43
7 KBLV 585 484 -101 -17.26
8 GLOB 448 372 -76 -16.96
9 JIHD 585 490 -95 -16.24
10 NATO 585 505 -80 -13.68
No Code Prev Close Change %
1 EXCL 2,050 2,340 290 14.15
2 BMTR 398 420 22 5.53
3 BHIT 84 94 10 11.90
4 WSKT 1,865 1,765 -100 -5.36
5 BNLI 1,125 1,260 135 12.00
6 ERAA 1,950 1,955 5 0.26
7 MNCN 855 910 55 6.43
8 TLKM 3,740 3,790 50 1.34
9 ANTM 1,000 950 -50 -5.00
10 BUMI 153 151 -2 -1.31