Portal Berita Ekonomi Minggu, 24 Maret 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 06:51 WIB. Tim Prabowo - Kampanye terbuka tolak ukur menguji elektabilitas Prabowo-Sandi.
  • 06:51 WIB. Tim Prabowo - Kampanye terbuka tak ada pegerahan massa.
  • 06:40 WIB.

    Cawapres 01 – Banten daerah kampanye terbuka pertama, diharapkan ada dampak positif.

  • 06:33 WIB. Cawapres 02 - Sandi menyebut kampanyenya paket hemat.
  • 06:33 WIB. Cawapres 02 - Sandi tak menghadirikan publik figur di kampanye terbuka.
  • 06:33 WIB. Cawapres 02 - Bagi Sandi  semua daerah sangat dewasa dalam bersikap politik.
  • 06:33 WIB. Cawapres 02 - Pada kampanye terbuka, Prabowo-Sandi bakal temui seluruh daerah.
  • 06:33 WIB. Cawapres 02 - Perolehan suara ditiap daerah bisa berubah-ubah.
  • 06:32 WIB. Cawapres 02 - Menurut Sandi, semua daerah pemilihan tak ada yang aman.
  • 06:14 WIB. Presiden - Setelah berhasil mengambilalih Freeport, Jokowi masih saja dituduh antek asing.
  • 00:00 WIB. Presiden - Jokowi sebut pengambilalihan Freeport tidak mudah.

Menhub Minta MRT Persiapkan Bus Pengumpan Untuk Permudah Akses

Menhub Minta MRT Persiapkan Bus Pengumpan Untuk Permudah Akses - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta PT MRT Jakarta berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, PT Transjakarta serta Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek untuk menyiapkan angkutan pengumpan (feeder) serta konsep hunian atau tempat berbasis transportasi (TOD). 

"MRT ini akan mengangkut jumlah penumpang yang banyak, tetapi memang harus persiapan, terutama 'feeder' dari beberapa titik agar kapasitas bisa digunakan maksimal," kata Menhub saat meninjau MRT HI-Lebak Bulus, Jakarta, Kamis. 

Budi mencontohkan di Lebak Bulus harus tersedia angkutan pengumpan dari wilayah Tangerang, seperti Bintaro, Pamulang, yang menghubungkan ke Stasiun MRT. Selain itu, lanjut dia, untuk di tengah kota difungsikan TOD selain sebagai titik pertemuan integrasi moda transportasi dan tempat lain, seperti perkantoran, juga dimanfaatkan sebagai salah satu sumber pendapatan nontiket, baik dari gerai, toko dan sebagainya. 

"Ini jadi masukan kami, DKI dan MRT untuk meningkatkan fungsi TOD dan 'feeder'," katanya. Budi menambahkan ke depannya, masyarakat akan lebih banyak menggunakan transportasi massal, jadi harus dipikirkan secara detil agar pengoperasian MRT menjadi maksimal, bukan hanya sarana saja, melainkan prasarana seperti area stasiun sebagai titik pertemuan dan sumber pendapatan baru. 

"TOD ini menjadikan tempat pertemuan itu 'convenient'. Ini jadi PR kita untuk di titik-titik ini, akan dibahas dengan PT MRT agar ada kemudahan integrasi satu moda dengan yang lain," katanya. Dalam kesempatan sama, Direktur Operasi dan Pemeliharaan MRT Jakarta Muhammaf Effendi mengatakan salah satu TOD pertama yang akan dibangun adalah di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat. "TOD sedang garap intinya ada beberapa lokasi, terutama di Dukuh Atas, ini bisa membuat usaha MRT paling tidak mendorong pendapatan dari 'non fare box' juga menghidupkan area sekitar MRT," katanya. 

TOD Dukuh Atas, Effendi menargetkan akan rampung tahun ini dan untuk hak kelola diserahkan kepada MRT. Sementara itu, untuk integrasi moda pihaknya bekerja sama dengan Transjakarta. "Saat ini karena kejar target operasi integrasi Transjakarta paling cepat. 'Bundling fare' lagi kerjakan tahun ini," katanya.

Tag: Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Budi Karya Sumadi, PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Antara/Reno Esnir

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,794.23 3,755.47
British Pound GBP 1.00 18,692.75 18,500.55
China Yuan CNY 1.00 2,125.36 2,104.15
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,228.00 14,086.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,103.30 10,001.06
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,813.38 1,795.26
Dolar Singapura SGD 1.00 10,546.29 10,439.49
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,182.93 16,018.60
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,506.16 3,466.90
Yen Jepang JPY 100.00 12,850.43 12,718.74

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6525.274 23.498 629
2 Agriculture 1490.781 9.164 21
3 Mining 1887.862 3.129 47
4 Basic Industry and Chemicals 910.367 -5.244 71
5 Miscellanous Industry 1284.891 0.529 46
6 Consumer Goods 2663.462 4.407 52
7 Cons., Property & Real Estate 465.570 -1.138 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1170.915 5.940 72
9 Finance 1263.236 12.361 91
10 Trade & Service 828.467 0.865 155
No Code Prev Close Change %
1 COCO 420 525 105 25.00
2 GLOB 352 440 88 25.00
3 CAKK 270 326 56 20.74
4 ECII 825 990 165 20.00
5 SMMA 7,700 9,000 1,300 16.88
6 TGKA 3,010 3,500 490 16.28
7 ANDI 1,605 1,805 200 12.46
8 FISH 3,400 3,760 360 10.59
9 LPLI 135 149 14 10.37
10 BKSW 175 193 18 10.29
No Code Prev Close Change %
1 SIMA 224 168 -56 -25.00
2 KICI 310 260 -50 -16.13
3 IDPR 735 640 -95 -12.93
4 PYFA 198 177 -21 -10.61
5 ATIC 990 895 -95 -9.60
6 JMAS 895 810 -85 -9.50
7 LAND 1,085 1,010 -75 -6.91
8 MTSM 240 224 -16 -6.67
9 UNIT 242 226 -16 -6.61
10 AKSI 400 374 -26 -6.50
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 101 97 -4 -3.96
2 HOME 102 102 0 0.00
3 GGRM 88,000 85,900 -2,100 -2.39
4 BBRI 3,980 4,060 80 2.01
5 TLKM 3,800 3,820 20 0.53
6 INKP 10,200 9,800 -400 -3.92
7 FREN 308 328 20 6.49
8 CTRA 975 1,030 55 5.64
9 UNTR 27,800 28,000 200 0.72
10 GIAA 555 555 0 0.00