Portal Berita Ekonomi Jum'at, 06 Desember 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:06 WIB. Valas - Dollar AS tertahan 0,00% terhadap Poundsterling pada level 1,3157 USD/GBP.
  • 13:05 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,02% terhadap Euro pada level 1,1106 USD/EUR.
  • 13:03 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,03% terhadap Yen pada level 108,73 JPY/USD.
  • 13:02 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.474 USD/troy ounce.
  • 12:56 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 63,15 USD/barel.
  • 12:54 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 58,24 USD/barel.
  • 11:32 WIB. IHSG - IHSG menguat 0,18% di akhir sesi I.

Wamen ESDM Minta Pemda Tak Ragu Cabut RKAB Perusahaan 'Bandel'

Wamen ESDM Minta Pemda Tak Ragu Cabut RKAB Perusahaan 'Bandel' - Warta Ekonomi
WE Online, Makassar -

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, Arcandra Thahar, meminta seluruh badan usaha atau perusahaan tambang di daerah untuk melaporkan kegiatan produksi dan aktivitas penjualan melalui sistem online. Toh, pemerintah pusat sudah menyiapkan aplikasi Minerba Online Monitoring System (MOMS) dan Penerimaan Negara Bukan Pajak elektronik alias e-PNBP. 

Kata Arcandra, perusahaan tambang di daerah yang 'bandel' mesti ditindak tegas, sebagaimana yang sudah dilakukan di tingkat pusat oleh Kementerian ESDM. Sejak peluncuran aplikasi MOMS dan e-PNBP, perusahaan tambang di level pusat langsung berlomba-lomba menginput seluruh datanya. Itu tidak lepas lantaran pihaknya tegas dan memang sudah mewanti-wanti pencabutan rencana kerja dan anggaran biaya RKAB untuk perusahaan 'bandel'. 

Olehnya itu, Arcandra menantang pemerintah daerah untuk juga memberlakukan sanksi tersebut. Toh, manfaat terbesar atas pemasukan negara dari sektor tambang tersebut akan lebih banyak disalurkan ke daerah. Di level pusat sendiri, Arcandra mengklaim pelaporan data perusahaan tambang pada aplikasi MOMS dan e-PNBP sudah mencapai 100%. 

Baca Juga: Wamen ESDM: Sistem Online Kunci Transformasi Minerba

"Untuk aplikasi MOMS saat ini 100% perusahaan tambang di wilayah izin pusat telah registrasi, namun untuk perusahaan di wilayah izin daerah tingkat kepatuhannya masih rendah. Makanya, saya minta pemda untuk aktif, kalau tidak daftar MOMS, makanya RKAB ya dicabut dong," kata Arcandra saat sosialisasi penggunaan aplikasi MOMS dan e-PNBP di Kota Makassar. 

"Bagi (perusahaan) yang tidak patuh, kita minta gubernur cabut (RKAB). Kalau pemerintah pusat bisa, maka daerah harusnya juga bisa. Kita (pemerintah pusat) mulanya juga 95%, tapi sekarang kan sudah 100%," sambung orang nomor dua di Kementerian ESDM itu. 

Menurut Arcandra, pengusaha pertambangan harus patuh terhadap kebijakan pemerintah. Toh, keberadaan sistem online terkait pengawasan produksi dan penjualan tambang dimaksudkan untuk kebaikan, dimana pemerintah bisa benar-benar memantau seluruh aktivitas pertambangan. Termasuk ketika ada ekspor dapat diketahui jenis komoditas, jumlah muatan atau tonase hingga tujuan pengiriman maupun pembeli. 

Baca Juga: BBM Turun, Arcandra Thahar: Bukan Karena Pemilu Ya, Bukan...

Melalui penerapan aplikasi berbasis online, Arcandra menambahkan potensi penyimpangan, termasuk korupsi dan suap bisa ditekan. Toh, tidak ada lagi pertemuan yang intens antara pejabat dengan pengusaha. "Juga pastinya jauh lebih efektif dan efisien ketimbang harus ke kantor, belum lagi mengantre dan membawa banyak dokumen. Lebih bagus kan melalui sistem online," pungkasnya. 

Baca Juga

Tag: Arcandra Tahar, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)

Penulis: Tri Yari Kurniawan

Editor: Vicky Fadil

Foto: Sufri Yuliardi

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,762.12 3,724.29
British Pound GBP 1.00 18,565.06 18,378.94
China Yuan CNY 1.00 2,002.78 1,982.01
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,107.19 13,966.82
Dolar Australia AUD 1.00 9,654.96 9,557.49
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,801.85 1,783.73
Dolar Singapura SGD 1.00 10,372.93 10,268.21
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,671.68 15,514.34
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,387.89 3,351.77
Yen Jepang JPY 100.00 12,978.10 12,845.42

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6152.117 39.238 666
2 Agriculture 1396.600 25.163 20
3 Mining 1481.128 22.588 50
4 Basic Industry and Chemicals 968.480 11.307 76
5 Miscellanous Industry 1190.354 22.364 50
6 Consumer Goods 2035.581 -6.738 56
7 Cons., Property & Real Estate 499.789 3.219 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1139.428 10.110 76
9 Finance 1294.828 7.601 90
10 Trade & Service 765.041 2.578 166
No Code Prev Close Change %
1 IFSH 440 660 220 50.00
2 VRNA 50 67 17 34.00
3 AGAR 314 392 78 24.84
4 STAR 99 120 21 21.21
5 CENT 62 75 13 20.97
6 SINI 750 900 150 20.00
7 PALM 202 240 38 18.81
8 ALKA 422 500 78 18.48
9 POOL 500 590 90 18.00
10 KBLM 310 364 54 17.42
No Code Prev Close Change %
1 POLA 730 550 -180 -24.66
2 BALI 1,355 1,030 -325 -23.99
3 ESIP 436 350 -86 -19.72
4 MAMI 400 326 -74 -18.50
5 FIRE 920 765 -155 -16.85
6 LMAS 78 65 -13 -16.67
7 MREI 4,480 3,750 -730 -16.29
8 OASA 400 340 -60 -15.00
9 FORZ 82 70 -12 -14.63
10 SRAJ 324 280 -44 -13.58
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,370 1,390 20 1.46
2 IPTV 535 530 -5 -0.93
3 MAMI 400 326 -74 -18.50
4 LUCK 484 420 -64 -13.22
5 TOWR 750 740 -10 -1.33
6 BHIT 67 66 -1 -1.49
7 ESIP 436 350 -86 -19.72
8 TLKM 3,990 4,060 70 1.75
9 OPMS 132 122 -10 -7.58
10 TCPI 5,700 6,150 450 7.89