Portal Berita Ekonomi Rabu, 20 Maret 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:42 WIB. Facebook - Pendiri WhatsApp Brian Acton kembali ajak hapus Facebook.

Bawaslu: Isu SARA Banyak Memicu Kasus Ujaran Kebencian

Bawaslu: Isu SARA Banyak Memicu Kasus Ujaran Kebencian - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Komisioner Bawaslu RI, Mochammad Afifuddin, mengatakan definisi ujaran kebencian masih memunculkan perbedaan dalam perspektif masyarakat. Sehingga hal itu menjadi tantangan untuk menyatukan pemahaman agar tercipta batasan dalam ujaran kebencian tersebut.

"Jadi itu multitafsir. Pendefinisian yang disebut ujaran kebencian itu kan beda-beda tafsirnya, dan itu menjadi tantangan kita semua untuk lebih mendetailkan definisinya," ujar Afif di Jakarta, Jumat (15/2/2019).

Baca Juga: Prabowo Bilang Harga Daging dan Beras Mahal, Reaksi Kementan 'Keren'

"Karena bagaimana pun kami dalam sisi penyelenggara pemilu terkait dengan ujaran kebencian ini cantolannya soal fitnah penghinaan dan lain-lain, tidak spesifik dengan ujaran kebencian," sambungnya.

Selain itu, kaitan ujaran kebencian dalam pemilu yang diatur dalam Pasal 280 UU Nomor 7/2017 juga masih rancu. Ia mencontohkan, hinaan bagaimana yang menurutnya termasuk dalam kategori ujaran kebencian, itu belum dijelaskan secara rinci.

Baca Juga: Prabowo Cari Panggung, Biar Menang?

"Bukan pasalnya yang karet tapi soal hinaannya, dan lain-lain. Jadi cara memahaminya kita harus sama menemukan titik temu, kalau kemudian kita orientasinya membedakan itu nggak akan ketemu. Nah makanya, penting forum seperti ini untuk mendefinisikan secara operasional apa sih kita kategorikan ujaran kebencian," jelasnya.

Ia menambahkan, potensi ancaman ujaran kebencian bukan terjadi dalam masa pemilu saja. Namun bisa terjadi kapanpun, dan isu SARA yang paling sering memicu terjadinya ujaran kebencian.

"Setiap orang, harus kita posisikan, bahwa yang sering dipakai itu adalah isu soal SARA, nah ini menjadi latar belakangnya kemudian soal isu dan agama itu kan yang sering dipakai," terangnya.

Lantaran tidak ada batasan dalam ujaran kebencian, hingga saat ini Bawaslu telah banyak menangani kasus tersebut. Namun, tidak secara spesifik ujaran kebenciannya. Intinya, di masa pemilu 2019 kebanyakan kasus tersebut merupakan perbuatan yang tidak menyenangkan.

"Saya per kasus sudah saya samapaikan, kalau lainnya yang sampai putusan itu belum, tapi yang kita ingin pastikan bahwa kaitan pemilu dengan ujaran kebencian itu perbuatan tidak menyenangkan, itu memang dilarang dalam pemilu," tutupnya.

Tag: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan), Pemilu, Pemilu Presiden (Pilpres)

Penulis/Editor: Irfan Mualim

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,813.97 3,775.19
British Pound GBP 1.00 18,965.88 18,770.50
China Yuan CNY 1.00 2,131.41 2,110.25
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,302.00 14,160.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,112.94 10,011.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,821.93 1,803.82
Dolar Singapura SGD 1.00 10,577.62 10,471.82
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,228.48 16,065.94
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,511.42 3,473.14
Yen Jepang JPY 100.00 12,814.26 12,685.90

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6482.710 2.434 629
2 Agriculture 1498.343 -4.886 21
3 Mining 1882.238 9.191 47
4 Basic Industry and Chemicals 893.733 0.232 71
5 Miscellanous Industry 1285.573 -3.740 46
6 Consumer Goods 2667.555 5.523 52
7 Cons., Property & Real Estate 460.673 -0.670 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1164.648 -9.651 72
9 Finance 1248.066 3.719 91
10 Trade & Service 828.180 -0.981 155
No Code Prev Close Change %
1 COCO 198 336 138 69.70
2 CAKK 160 216 56 35.00
3 JSKY 1,245 1,460 215 17.27
4 TFCO 580 680 100 17.24
5 INCI 560 640 80 14.29
6 URBN 1,795 2,030 235 13.09
7 TALF 308 340 32 10.39
8 MDIA 136 150 14 10.29
9 VIVA 153 168 15 9.80
10 DART 280 300 20 7.14
No Code Prev Close Change %
1 SIMA 396 298 -98 -24.75
2 JAYA 202 165 -37 -18.32
3 TRIS 236 206 -30 -12.71
4 KPAL 312 274 -38 -12.18
5 LPLI 146 130 -16 -10.96
6 AKPI 675 605 -70 -10.37
7 HERO 990 900 -90 -9.09
8 FREN 348 324 -24 -6.90
9 ABMM 2,200 2,050 -150 -6.82
10 TCPI 4,880 4,550 -330 -6.76
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 100 101 1 1.00
2 VIVA 153 168 15 9.80
3 SIMA 396 298 -98 -24.75
4 JAYA 202 165 -37 -18.32
5 MYRX 103 104 1 0.97
6 TLKM 3,780 3,780 0 0.00
7 FREN 348 324 -24 -6.90
8 STAR 84 88 4 4.76
9 UNTR 27,500 27,825 325 1.18
10 LPPF 4,010 4,140 130 3.24