Portal Berita Ekonomi Sabtu, 23 Maret 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 15:58 WIB. Listrik - Pengoperasian pembangkit listrik diperhitungkan menambah cadangan daya sistem kelistrikan Jawa-Bali sebesar 30%.
  • 15:58 WIB. Listrik - Pengoperasian pembangkit listrik di Jawa dipastikan sesuai jadwal pada akhir 2019.
  • 15:34 WIB. CPO - Ekspor minyak sawit mentah mulai merangkak naik.
  • 15:34 WIB. KA - Kemenhub telah selese mereaktivasi jalur KA dari Stasiun Pariaman ke Stasiun Naras, Padang.
  • 15:33 WIB. PLN -  PLN menyebut indikator kemajuan ekonomi suatu negara diukur dari konsumsi energi per kapita.
  • 14:42 WIB. JSMR - Menteri Rini puas atas sistem transaksi tanpa henti di jalan tol yang dikembangkan Jasa Marga.
  • 13:45 WIB. Indocement - Indocement menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 4% pada 2019.
  • 13:44 WIB. Kargo - PT AP Aviasi optimistis mampu meningkatkan pertumbuhan kinerja kargo di Bandara Kualanamu hingga 20%.
  • 13:44 WIB. Garuda - Pilot Garuda gadungan ditangkap di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.
  • 13:42 WIB. PTPN IX - PTPN IX melakukan penyulingan perdana minyak atsiri serai wangi di Kabupaten Batang.
  • 13:42 WIB. BRI - BRI meraih dua penghargaan dari The Asian Banker.
  • 13:42 WIB. BRI - BRI bakal mengembangkan ekosistem keuangan guna meraup sumber pendanaan murah.

Hayoloh! Saham Emiten Grup Sinarmas Ini Kenapa Lagi?

Hayoloh! Saham Emiten Grup Sinarmas Ini Kenapa Lagi? - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Setelah mendapat lampu kuning dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan ditetapkan sebagai saham unusual market activity (UMA), saham salah satu emiten Grup Sinarmas, PT Smartfren Telecom Tbk (Smartfren), akhirnya disuspensi oleh BEI.

Kepala Divisi Operasional Perdagangan BEI, Irvan Susandy, menjelaskan bahwa penghentian sementara perdagangan saham Smartfren dlakukan lantaran telah terjadi peningkatan harga kumulatif yang signifikan atas saham Smartfren pada perdagangan kemarin, Kamis (14/02/2019).

Baca Juga: Nah Lho! BEI Kasih Lampu Kuning ke Saham Emiten Milik Grup Sinarmas Ini

“Dalam rangka cooling down, BEI memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham dan waran seri II PT Smartfren Telecom Tbk (FREN dan FREN-W) pada perdagangan tanggal 15/02/2019),” jelas Irvan di Jakarta, Jumat (15/02/2019).

Irvan menambahkan, suspensi atas saham perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi itu tidak hanya berlaku di pasar reguler, tetapi juga di pasar tunai. Tujuannya, tidak lain adalah untuk memberi waktu kepada pelaku pasar dalam mempertimbangkan keputusan investasinya dalam Smartfren.

“Untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di saham dan waran seri II Smartfren,” sambung Irvan.

Asal tahu saja, pada perdagangan bursa kemarin, harga saham Smartfren meroket hingga 65 poin atau 32,66% ke level Rp264 per saham. Padahal, pada tiga hari sebelumnya harga saham Smartfren ditutup anjlok berturut-turut.

Pada Senin (11/02/2019), harga saham Smartfren anjlok 0,94% menuju level Rp210 per saham. Kemudian, keesokan harinya hal serupa terjadi dengan besaran yang hampir sama, yaitu turun 0,95% ke level Rp208 per saham. Jurang pelemahan terdalam terjadi pada Rabu (13/02/2019), di mana harga saham Smartfren terjun sedalam 4,33% ke level Rp199 per saham.

Tag: PT Smartfren Telecom Tbk, suspensi, Sinar Mas Group

Penulis/Editor: Lestari Ningsih

Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,794.23 3,755.47
British Pound GBP 1.00 18,692.75 18,500.55
China Yuan CNY 1.00 2,125.36 2,104.15
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,228.00 14,086.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,103.30 10,001.06
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,813.38 1,795.26
Dolar Singapura SGD 1.00 10,546.29 10,439.49
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,182.93 16,018.60
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,506.16 3,466.90
Yen Jepang JPY 100.00 12,850.43 12,718.74

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6525.274 23.498 629
2 Agriculture 1490.781 9.164 21
3 Mining 1887.862 3.129 47
4 Basic Industry and Chemicals 910.367 -5.244 71
5 Miscellanous Industry 1284.891 0.529 46
6 Consumer Goods 2663.462 4.407 52
7 Cons., Property & Real Estate 465.570 -1.138 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1170.915 5.940 72
9 Finance 1263.236 12.361 91
10 Trade & Service 828.467 0.865 155
No Code Prev Close Change %
1 COCO 420 525 105 25.00
2 GLOB 352 440 88 25.00
3 CAKK 270 326 56 20.74
4 ECII 825 990 165 20.00
5 SMMA 7,700 9,000 1,300 16.88
6 TGKA 3,010 3,500 490 16.28
7 ANDI 1,605 1,805 200 12.46
8 FISH 3,400 3,760 360 10.59
9 LPLI 135 149 14 10.37
10 BKSW 175 193 18 10.29
No Code Prev Close Change %
1 SIMA 224 168 -56 -25.00
2 KICI 310 260 -50 -16.13
3 IDPR 735 640 -95 -12.93
4 PYFA 198 177 -21 -10.61
5 ATIC 990 895 -95 -9.60
6 JMAS 895 810 -85 -9.50
7 LAND 1,085 1,010 -75 -6.91
8 MTSM 240 224 -16 -6.67
9 UNIT 242 226 -16 -6.61
10 AKSI 400 374 -26 -6.50
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 101 97 -4 -3.96
2 HOME 102 102 0 0.00
3 GGRM 88,000 85,900 -2,100 -2.39
4 BBRI 3,980 4,060 80 2.01
5 TLKM 3,800 3,820 20 0.53
6 INKP 10,200 9,800 -400 -3.92
7 FREN 308 328 20 6.49
8 CTRA 975 1,030 55 5.64
9 UNTR 27,800 28,000 200 0.72
10 GIAA 555 555 0 0.00