Portal Berita Ekonomi Sabtu, 30 Mei 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Hadir di Lumajang, Rini Temui Petani Hutan Sosial

Hadir di Lumajang, Rini Temui Petani Hutan Sosial
WE Online, Jakarta -

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kembali bersinergi memberikan dukungan bagi optimalisasi penggunaan lahan negara untuk kesejahteraan masyarakat. Kali ini, Menteri BUMN, Rini M Soemarno mengunjungi kawasan Perhutanan Sosial Desa Burno, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur pada Jumat (15/2/2019).

Hutan Sosial Desa Burno merupakan kawasan hutan negara yang diberikan kepada masyarakat setempat untuk dioptimalkan menjadi sumber pendapatan dan penggerak ekonomi masyarakat. Pemerintah memberikan dukungan berupa SK pengakuan dan perlindungan kemitraan bagi kelompok Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wonosari Lestari dengan luas lahan 940 hektare dan anggota sebanyak 367 KK.

Petani di Desa Burno memanfaatkan hutan sosial ini untuk peternakan, pemeliharaan rumput, madu, dan perkebunan kopi. Dua BUMN, yaitu Perum Perhutani dan PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk bersinergi dalam program ini. Perhutani menyediakan lahan hutan untuk program perhutanan sosial, sementara BNI memberikan pembiayaan KUR kepada petani penggarap.

Rini mengungkapkan, program perhutanan sosial di Lumajang merupakan wujud nyata keseriusan pemerintah mendorong perbaikan kesejahteraan petani dan pemerataan ekonomi di wilayah tersebut. Konsep perhutanan sosial akan memberikan aspek legal masyarakat, di mana mereka menanam di hutan rakyat sembari melestarikan sumber daya hutan.

Baca Juga: KUR Perhutanan Sosial BNI Sentuh Pulau Sumatera

Baca Juga: Kesuksesan Program Perhutanan Sosial Butuh Dukungan Pemda

"Saya senang kawasan hutan sosial sudah dimanfaatkan masyarakat. Artinya optimalisasi lahan sudah berjalan dan masyarakat atau petani sudah merasakan manfaatnya. Kawasan di sini sangat potensial dan ke depan harus ditingkatkan. Terima kasih kepada BUMN yang bersinergi mendukung upaya pemerintah mendorong kesejahteraan petani," ungkap Rini.

Di hutan sosial Desa Burno, petani rumput gajah memanfaatkan lahan seluas 133 hektare dan menghasilkan 1.700 ikat per hari. Petani sapi perah memiliki 804 ekor sapi, yang menghasilkan susu 5.172 liter per hari. Sementara petani madu dapat memanen setiap tiga bulan dan menghasilkan 30 liter untuk sekali panen.

Di kawasan hutan sosial tersebut juga dibangun fasilitas yang mendukung produktivitas dan kegiatan pertanian melalui program bina lingkungan BNI, seperti bantuan pembuatan reaktor biogas untuk penanganan limbah ternak, bantuan kandang sapi terpadu, serta pembuatan jalan menuju kandang.

Dari sisi pembiayaan, BNI hingga saat ini telah menyalurkan KUR sebesar Rp4,6 miliar bagi petani di Desa Burno. KUR dicairkan dalam bentuk Kartu Tani terkoneksi dengan sistem database Kelompok Tani yang teregistrasi dari hulu sampai hilir, mulai pengadaan pupuk, penanaman, sampai pemasaran hasil pertanian dan perkebunan.

Rini berharap melalui skema pemberdayaan dan pendampingan, kehadiran perhutanan sosial di Lumajang mampu memberikan manfaat, terutama dalam memecahkan persoalan sosial ekonomi masyarakat.

Dengan konsep perhutanan sosial, petani penggarap memperoleh akses sumber pendanaan, mendapat kepastian pasar atau serapan hasil produksi, mendapatkan pembinaan intensif dari departemen terkait serta perbankan, dan mendapat pendapatan tambahan yang bisa meningkatan kesejahteraan hidup mereka.

Baca Juga

Tag: Rini Soemarno, Perhutanan Sosial

Penulis: Bambang Ismoyo

Editor: Rosmayanti

Foto: Sufri Yuliardi

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,942.14 3,901.87
British Pound GBP 1.00 18,246.26 18,063.24
China Yuan CNY 1.00 2,070.20 2,049.34
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,806.67 14,659.34
Dolar Australia AUD 1.00 9,828.67 9,729.40
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,909.87 1,890.84
Dolar Singapura SGD 1.00 10,467.04 10,359.23
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,417.64 16,248.41
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,407.75 3,369.19
Yen Jepang JPY 100.00 13,785.19 13,645.48
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4753.612 37.427 692
2 Agriculture 964.931 -6.866 22
3 Mining 1238.201 -5.085 49
4 Basic Industry and Chemicals 745.733 20.935 78
5 Miscellanous Industry 858.396 28.927 52
6 Consumer Goods 1806.725 -11.041 58
7 Cons., Property & Real Estate 322.957 -4.552 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 864.084 3.083 78
9 Finance 962.515 13.502 93
10 Trade & Service 606.633 2.757 172
No Code Prev Close Change %
1 KRAH 416 510 94 22.60
2 AKSI 96 117 21 21.88
3 WINS 63 73 10 15.87
4 DIVA 815 940 125 15.34
5 IKBI 210 240 30 14.29
6 AHAP 50 57 7 14.00
7 PDES 360 410 50 13.89
8 DMMX 80 91 11 13.75
9 AMAR 175 195 20 11.43
10 DUCK 422 470 48 11.37
No Code Prev Close Change %
1 SINI 860 800 -60 -6.98
2 BRNA 1,075 1,000 -75 -6.98
3 MLPT 575 535 -40 -6.96
4 PTBA 2,090 1,945 -145 -6.94
5 CASS 202 188 -14 -6.93
6 SIPD 1,300 1,210 -90 -6.92
7 TBLA 535 498 -37 -6.92
8 DSSA 20,975 19,525 -1,450 -6.91
9 POLA 58 54 -4 -6.90
10 GGRP 290 270 -20 -6.90
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,730 2,950 220 8.06
2 PURA 75 75 0 0.00
3 TLKM 3,130 3,150 20 0.64
4 BBCA 26,475 25,950 -525 -1.98
5 ICBP 8,325 8,150 -175 -2.10
6 BBNI 3,660 3,830 170 4.64
7 BMRI 4,290 4,470 180 4.20
8 ASII 4,540 4,770 230 5.07
9 PWON 376 362 -14 -3.72
10 KLBF 1,355 1,415 60 4.43