Portal Berita Ekonomi Kamis, 22 Agustus 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:18 WIB. ADHI - Adhi Karya masih akan menerima pembayaran Rp3,1 triliun dari pekerjaan proyek LRT hingga akhir 2019.
  • 10:18 WIB. SMBR - Semen Baturaja mencatat pertumbuhan penjualan 2%.
  • 10:03 WIB. JSMR - Tiga jalan tol Jasa Marga akan beroperasi di akhir 2019.
  • 09:49 WIB. JSMR - Jasa Marga mempertimbangkan penerbitan obligasi dengan nilai Rp1 triliun-Rp2 triliun.
  • 09:32 WIB. China - Walaupun dilarang, ternyata Twitter dipergunakan pejabat China untuk kampanye di luar negeri.
  • 09:02 WIB. IHSG - IHSG dibuka hijau 0,07% di awal sesi I.
  • 08:59 WIB. WSBP - WSBP tengah menyiapkan sebuah pabrik di Provinsi Kalimantan Timur.
  • 07:52 WIB. Google - Google tambah kemampuan koreksi bahasa ke Gmail.
  • 07:21 WIB. XL - XL harus rogoh kocek Rp569 miliar buat blokir ponsel BM.
  • 06:43 WIB. Brexit - Prancis memperkirakan akan terjadi 'no deal Brexit'
  • 06:23 WIB. Mandiri - Mandiri akan mengembangkan ekosistem untuk mengoptimalisasi usaha kopi.
  • 06:14 WIB. Amazon - Di Indian Amazon sudah mempekerjakan 62.000 orang.

Divestasi Freeport Dilaporkan ke Ombudsman, Ada Apakah Gerangan?

Divestasi Freeport Dilaporkan ke Ombudsman, Ada Apakah Gerangan? - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam (KRKSDA) hari ini, Jumat (15/2/2019), melakukan laporkan kepada Ombudsman RI. Hal yang dilaporkan ialah dugaan maladministrasi pada proses divestasi PT Freeport Indonesia (PTFI) dengan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum).

Pihak pelapor dalam hal ini ialah Marwan Batubara (IRESS), Ahmad Redy (KJI), Budi Santoso (CIRUSS), Bisman Bakhtiar (PUSHEP), dan Yusri Usman (CERI).

Berdasar rilis yang diterima redaksi Warta Ekonomi, mereka meminta Komisi Ombudsman RI melakukan investigasi terhadap semua dokumen dan proses yang terjadi dalam kesepakatan divestasi saham PTFI, termasuk terhadap pejabat yang terlibat dalam negosiasi.

"Sehingga, publik akan terhindar dari informasi yang simpang siur tentang divestasi saham tersebut, dan diharapkan negara pun dapat terhindar dari potensi kerugian finansial yang sangat besar," tulis pihak pelapor.

Baca Juga: Masalah Freeport Bakal jadi Isu Seksi di Debat Kedua

Baca Juga: Lima Catatan Fadli Zon atas Pembelian Saham Freeport

Lebih lanjut mereka menjelaskan bahwa adanya maladministrasi terkait kontrak karya (KK) PTFI yang seharusnya berakhir pada 30 Desember 2021. Tapi, KK tersebut diperpanjang melalui Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).

Diketahui, untuk mendapatkan IUPK, perlu beberapa proses, seperti melalui persetujuan DPR. Setelahnya, saham divestasi ditawarkan terlebih dulu ke BUMN atau BUMD. Pilihan terakhir ialah menawarkan divestasi ke perusahaan swasta. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 9 Tahun 2017.

Mereka juga menilai bahwa divestasi tersebut seharusnya tidak berkaitan dengan PT Rio Tinto (PTRT). Berdasar aturan, KK hanya melibatkan dua pihak, yaitu PT Inalum yang mewakili pemerintah dan PTFI. Kemunculan PTRT dalam proses akuisisi tersebut termasuk dalam tindakan ilegal.

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan potensi kerugian negara akibat operasional PTFI mencapai Rp185,58 triliun. Perseroan telah melakukan sejumlah pelanggaran lingkungan, seperti penggunaan kawasan hutan lindung dalam operasional tambang PTFI seluas minimal 4.535,93 hektare tanpa izin yang bisa merugikan negara hingga Rp270 miliar.

Di samping itu, pihak pelapor juga mencium adanya tindakan korupsi. Menurutnya, perhitungan valuasi saham seharusnya tidak mencapai US$3,85 miliar. Pasalnya, Menteri ESDM 1993-1998 IB Sujana menyetujui Participating Interest PTPR ada di blok B, yakni pengembangan, bukan di blok A Gresberg dan Erstberg.

Tag: PT Freeport Indonesia, PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) (Inalum), Ombudsman Republik Indonesia (ORI)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Rosmayanti

Foto: Freeport Indonesia

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,814.36 3,776.30
British Pound GBP 1.00 17,357.69 17,183.97
China Yuan CNY 1.00 2,029.37 2,009.22
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,305.00 14,163.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,691.64 9,592.60
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,824.22 1,806.09
Dolar Singapura SGD 1.00 10,341.21 10,234.86
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,864.25 15,705.35
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,427.58 3,390.31
Yen Jepang JPY 100.00 13,438.23 13,301.09

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6252.967 -42.771 651
2 Agriculture 1352.538 3.379 21
3 Mining 1594.204 -6.101 49
4 Basic Industry and Chemicals 839.668 -9.022 72
5 Miscellanous Industry 1141.967 -9.977 49
6 Consumer Goods 2401.664 -24.300 53
7 Cons., Property & Real Estate 504.990 0.189 80
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1224.736 -5.147 74
9 Finance 1248.608 -11.827 91
10 Trade & Service 790.366 1.634 162
No Code Prev Close Change %
1 ARTO 665 830 165 24.81
2 KOTA 404 490 86 21.29
3 JIHD 525 630 105 20.00
4 KONI 500 595 95 19.00
5 MKNT 53 62 9 16.98
6 POLY 69 78 9 13.04
7 TFCO 620 695 75 12.10
8 ARKA 1,280 1,425 145 11.33
9 MTPS 1,500 1,655 155 10.33
10 PDES 1,000 1,100 100 10.00
No Code Prev Close Change %
1 FMII 560 424 -136 -24.29
2 PCAR 1,665 1,500 -165 -9.91
3 POLI 850 775 -75 -8.82
4 VINS 109 101 -8 -7.34
5 MEGA 6,200 5,775 -425 -6.85
6 PAMG 193 181 -12 -6.22
7 TBMS 810 760 -50 -6.17
8 ERTX 120 113 -7 -5.83
9 MTRA 350 330 -20 -5.71
10 EAST 212 200 -12 -5.66
No Code Prev Close Change %
1 KPIG 134 143 9 6.72
2 IPTV 224 224 0 0.00
3 BBRI 4,100 4,050 -50 -1.22
4 MNCN 1,260 1,295 35 2.78
5 ERAA 1,875 1,835 -40 -2.13
6 MDKA 5,975 6,100 125 2.09
7 TLKM 4,470 4,410 -60 -1.34
8 ANTM 1,050 1,070 20 1.90
9 PGAS 1,920 1,870 -50 -2.60
10 ASII 6,425 6,350 -75 -1.17