Portal Berita Ekonomi Sabtu, 19 Oktober 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 21:59 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 dibuka melemah 0,33% pada level 2.988
  • 21:56 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones dibuka melemah 0,31% pada level 26.943
  • 21:50 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq dibuka melemah 0,62% pada level 8.106
  • 20:18 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.491 USD/troy ounce
  • 20:17 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 59,92 USD/barel
  • 20:16 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 54,24 USD/barel
  • 20:15 WIB. Valas - Dollar melemah 0,14% terhadap Yen pada level 108,51 Yen/USD
  • 20:13 WIB. Valas - Dollar menguat 0,11% terhadap Poundsterling pada level 1,2877 USD/Pound
  • 20:11 WIB. Valas - Dollar melemah 0,22% terhadap Euro pada level 1,1149 USD/Euro
  • 16:05 WIB. Valas - Yuan ditutup menguat 0,06% terhadap USD pada level 7,0822 Yuan/USD
  • 16:04 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,05% terhadap USD pada level Rp. 14.148/USD
  • 16:02 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup melemah 0,48% pada level 26.719
  • 16:01 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup melemah 0,28% pada level 3.117
  • 16:00 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup melemah 1,32% pada level 2.938
  • 13:50 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 0,18% pada level 22.492

Tiket Pesawat Mahal Hingga Bagasi Berbayar Rugikan Pariwisata dan UMKM

Tiket Pesawat Mahal Hingga Bagasi Berbayar Rugikan Pariwisata dan UMKM - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Kalangan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI mengemukakan tingginya harga tiket pesawat dan bagasi berbayar akan merugikan sektor pariwisata serta perkembangan bisnis UMKM.

Kalangan DPD RI pun dalam pernyataan yang disiarkan di Jakarta, Sabtu (16/2/2019), mendesak otoritas penerbangan turun tangan mengendalikan harga tiket pesawat dalam negeri yang mengalami kenaikan tinggi dalam beberapa bulan terakhir. Begitu juga masalah bagasi berbayar.

Dampak dari kenaikan itu tidak hanya pada okupansi hotel dan pariwisata di daerah, tapi juga pada UMKM.

Soal harga tiket mahal dan bagasi berbayar ini menjadi salah satu rekomendasi DPD RI terkait pelaksanaan UU Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan.

"Kenaikan harga tiket pesawat dan bagasi berdampak pada okupansi hotel dan menurunkan pariwisata di daerah," kata anggota DPD utusan Maluku Anna Latuconsina dalam rapat pleno Komite II DPD dalam rangka pengawasan atas pelaksanaan UU tentang Penerbangan.

Baca Juga: Menhub Maklumi Kenaikan Tarif Pesawat, "Tapi yang Reasonable"

Baca Juga: Tiket Pesawat Mahal, Penumpang Babel Beralih ke Angkutan Laut

Anna mengakui kenaikan harga tiket pesawat itu sesuai peraturan batas atas batas bawah, sebagaimana yang diatur dalam Permenhub Nomor 14/2016 yang antara lain menyangkut tentang penetapan tarif batas atas dan batas bawah penumpang kelas ekonomi pesawat udara.

"Namun, perlu diingat bahwa Indonesia adalah negara kepulauan, sehingga pesawat udara merupakan sarana transportasi udara stratregis dan menyangkut hajat hidup orang banyak," kata Anna.

Keluhan harga tiket yang mahal dan bagasi berbayar diungkap pula oleh I Kadek Arimbawa yang juga Wakil Ketua Komite II DPD.

Menurut Kadek, jika harga tiket masih berada dalam kisaran seperti saat ini, maka akan sangat mungkin siklus perdangangan dalam negeri menjadi terganggu.

"Bahkan di beberapa bandara sudah terlihat kelengangan yang tak seperti biasanya," kata Kadek, anggota DPD asal Bali.

Keluhan harga tiket ini berasal dari berbagai daerah, kata dia, karena telah memberatkan masyarakat Indonesia dalam melakukan kunjungan antarpulau.

Hal senada dikemukakan Bahar Buasan yang berasal dari Bangka Belitung. Tak hanya dampak kenaikan harga tiket pesawat yang berdampak pada dunia pariwisata.

Menurut senator ini, kenaikan harga tiket yang hampir berbarengan dengan penerapan bagasi berbayar, tidak hanya menurunkan kunjungan wisatawan di dalam negeri, tapi juga berdampak pada UMKM.

Sektor UMKM terkena dampak ikutan karena berbagai produknya jarang dibeli, baik melalui kunjungan wisatawan maupun dalam bentuk pesanan yang menggunakan kargo udara.

"Jika tidak segera diatasi, kondisi ini dapat membahayakan ketahanan ekonomi daerah dan nasional," kata Bahar Buasan.

Dalam rapat pleno tersebut, Komite II DPD RI juga menyoroti sektor penerbangan yang belum bisa memenuhi target zero accident.

Ketua Komite II DPD RI Aji Mirza mendesak pemerintah untuk meningkatkan fungsi pengawasan agar target zero accident dapat dicapai. Pengawasan bisa dimulai dari aspek sertifikasi pengoperasian pesawat (Aircraft Operating Certificate/AOC), sertifikat kelaikan terbang dan umur pesawat.

Menurut Aji Mirza, senator asal Kalimantan Timur, zero accident adalah indikator yang harus dicapai pemerintah, sehingga pengawasan harus ketat.

"Meski pesawat dinyatakan laik terbang oleh mekanik, pada kenyataannya tetap saja ada pesawat menghadapi masalah yang berujung kecelakaan yang berakibat sangat fatal," kata Aji Mirza.

Baca Juga

Tag: Bagasi Berbayar, Maskapai Penerbangan

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Rosmayanti

Foto: Sufri Yuliardi

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,788.81 3,750.91
British Pound GBP 1.00 18,259.33 18,072.02
China Yuan CNY 1.00 2,008.98 1,988.14
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,210.70 14,069.30
Dolar Australia AUD 1.00 9,707.33 9,607.92
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,811.83 1,793.66
Dolar Singapura SGD 1.00 10,415.35 10,310.20
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,812.25 15,649.28
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,398.06 3,361.84
Yen Jepang JPY 100.00 13,091.39 12,959.93

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6191.947 10.933 658
2 Agriculture 1325.665 -25.837 20
3 Mining 1588.528 -0.347 48
4 Basic Industry and Chemicals 910.095 8.396 74
5 Miscellanous Industry 1196.676 14.510 50
6 Consumer Goods 2101.267 -60.778 54
7 Cons., Property & Real Estate 508.095 4.976 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1210.123 5.591 75
9 Finance 1260.490 13.824 90
10 Trade & Service 809.274 3.812 165
No Code Prev Close Change %
1 INTD 170 228 58 34.12
2 TFCO 332 414 82 24.70
3 TIRA 212 250 38 17.92
4 PTSN 374 422 48 12.83
5 MCOR 136 153 17 12.50
6 AMIN 294 330 36 12.24
7 MAIN 970 1,080 110 11.34
8 ERAA 1,695 1,880 185 10.91
9 LRNA 142 154 12 8.45
10 SKRN 505 545 40 7.92
No Code Prev Close Change %
1 YPAS 505 412 -93 -18.42
2 OPMS 246 212 -34 -13.82
3 IBFN 238 208 -30 -12.61
4 APEX 555 500 -55 -9.91
5 PDES 1,105 1,000 -105 -9.50
6 BOSS 680 620 -60 -8.82
7 MINA 1,730 1,590 -140 -8.09
8 MREI 4,130 3,820 -310 -7.51
9 AMAG 310 288 -22 -7.10
10 SHID 3,400 3,200 -200 -5.88
No Code Prev Close Change %
1 ERAA 1,695 1,880 185 10.91
2 MAMI 232 234 2 0.86
3 LMPI 150 152 2 1.33
4 TELE 364 358 -6 -1.65
5 BBRI 4,050 4,170 120 2.96
6 TCPI 6,125 6,125 0 0.00
7 OPMS 246 212 -34 -13.82
8 JPFA 1,655 1,720 65 3.93
9 HMSP 2,270 2,160 -110 -4.85
10 ANTM 955 935 -20 -2.09