Portal Berita Ekonomi Minggu, 26 Mei 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 04:38 WIB. Scottish Cup Final: Hearts 1 vs 2 Celtic
  • 04:36 WIB. German DFB Cup: RB Leipzig 0 vs 3 Bayern Munchen
  • 04:33 WIB. Copa Del Rey: Barcelona 1 vs 2 Valencia¬†
  • 23:23 WIB. Asuransi - Traveloka meluncurkan produk asuransi perlindungan rumah selama momen Lebaran 2019.
  • 23:20 WIB. Hoax - Kemenkominfo mencatat ada sebanyak 30 berita hoax selama momen ricuh 22 Mei.

Kementan Tegaskan Produksi Jagung Mencukupi Kebutuhan Pakan

Kementan Tegaskan Produksi Jagung Mencukupi Kebutuhan Pakan - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan menegaskan produksi jagung selama empat tahun terakhir sudah mencukupi kebutuhan pakan ternak secara menyeluruh di seluruh daerah.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, I Ketut Diarmita menjelaskan, sejak 2014 rekomendasi pemasukan jagung sebagai pakan ternak mencapai 3,16 juta ton. Tapi angka itu menurun pada 2015 menjadi 13,34% atau 2,74 juta ton. Selanjutnya menurun drastis pada 2016 sebesar 67,73% atau 884,6 ribu ton. Kemudian zero impor jagung pakan ternak pada 2017.

"Nah, pada 2018 dilakukan impor jagung pakan ternak sebanyak 73 ribu ton yang digunakan sebagai cadangan pemerintah melalui Rakortas dengan pelaksana impor jagung adalah Bulog," kata Diarmita dalam keterangan resminya, Senin (18/2/2019).

Diarmita mengatakan, data impor jagung yang dipublikasikan oleh BPS maupun Kementan terdiri dari beberapa kode Harmonized System (HS) dan bukan produk tunggal. Dengan demikian, data impor secara keseluruhan bukan sebagai bahan pakan. Menurut dia, data impor yang ada ialah jagung segar maupun olahan.

"Jagung segar itu bisa berupa jagung bibit, brondong, dan jagung segar lainnya. Sedangkan jagung olahan bisa berupa maizena, jagung giling, pati jagung, minyak jagung, sekam, dedak, bungkil, dan residu. Inilah yang perlu kita pahami bersama, tidak ada kode HS khusus jagung yang digunakan untuk pakan dan penggunaan jagung segar," jelasnya.

Menurut Diarmita, jagung sebagai komoditas pangan strategis kedua setelah padi, juga sebagai bahan pakan utama dalam formulasi pakan, sampai dengan akhir 2017 rekomendasi pemasukannya melalui Kementan.

Sedangkan dari sisi utilitas, kata Diarmita, pemanfaatannya lebih kompleks lagi jika dibandingkan padi. Hal itu bukan saja sebagai bahan industri pakan, peternak mandiri layer, tetapi juga untuk industri pangan, konsumsi langsung dan industri benih.

Baca Juga: Jokowi Berterima Kasih pada Para Petani Soal Indonesia yang Tak Perlu Impor Jagung Lagi

"Prognosa jagung 2018 (BKP Kementan) dari total penggunaan jagung 15,55 juta ton, sekitar 66,1% atau 10,3 juta ton untuk industri pakan dan peternak mandiri," katanya.

Dijelaskan Diarmita, jagung sebagai salah satu komponen bahan pakan telah berkontribusi hingga 40% bahkan 50%. Kata dia, setidaknya diperlukan jagung sebanyak 7,8 juta ton untuk industri pakan dan 2,5 juta ton untuk peternak mandiri dari total produksi pakan 2018 yang mencapai 19,4 juta ton.

"Kebutuhan tersebut meningkat di 2019 menjadi 8,59 juta ton untuk industri pakan dan 2,92 juta ton untuk peternak mandiri. Ini tentu positif karena menjadi pendorong berkembangnya agribisnis jagung di Indonesia untuk meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani jagung sebagai motor penggerak pembangunan di pedesaan," tukasnya.

Baca Juga: Indonesia Enggak Perlu Impor Jagung Lagi, Jokowi: Produksi Jagung Nambah 3,3 Juta Ton

Tag: Jagung, Industri pakan ternak, Kementerian Pertanian (Kementan)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Raisan Al Farisi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,873.11 3,833.79
British Pound GBP 1.00 18,390.47 18,203.81
China Yuan CNY 1.00 2,105.00 2,084.12
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,523.00 14,379.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,001.99 9,895.63
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,850.58 1,832.12
Dolar Singapura SGD 1.00 10,523.91 10,415.79
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,239.62 16,077.16
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,466.11 3,429.29
Yen Jepang JPY 100.00 13,250.91 13,115.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6057.353 24.657 633
2 Agriculture 1373.110 2.580 21
3 Mining 1637.715 -11.489 47
4 Basic Industry and Chemicals 722.150 -0.477 71
5 Miscellanous Industry 1249.820 10.190 46
6 Consumer Goods 2391.895 9.088 52
7 Cons., Property & Real Estate 446.447 1.873 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1120.346 19.080 74
9 Finance 1223.772 6.088 90
10 Trade & Service 792.573 -3.999 156
No Code Prev Close Change %
1 BMSR 86 116 30 34.88
2 PTSN 835 1,040 205 24.55
3 KONI 214 264 50 23.36
4 KOIN 204 242 38 18.63
5 AKPI 450 530 80 17.78
6 HDFA 112 131 19 16.96
7 TRIM 147 170 23 15.65
8 KOBX 161 180 19 11.80
9 POLY 89 98 9 10.11
10 ANDI 1,670 1,820 150 8.98
No Code Prev Close Change %
1 TAXI 90 59 -31 -34.44
2 CNTX 590 458 -132 -22.37
3 GOLD 530 420 -110 -20.75
4 BRAM 8,225 6,600 -1,625 -19.76
5 DUTI 4,600 3,750 -850 -18.48
6 CANI 193 160 -33 -17.10
7 SKBM 450 376 -74 -16.44
8 MKNT 116 97 -19 -16.38
9 FIRE 10,375 8,925 -1,450 -13.98
10 MBTO 139 122 -17 -12.23
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,030 1,055 25 2.43
2 BBRI 3,850 3,850 0 0.00
3 TLKM 3,660 3,750 90 2.46
4 SOCI 196 210 14 7.14
5 BMRI 7,575 7,700 125 1.65
6 JPFA 1,400 1,425 25 1.79
7 FREN 266 284 18 6.77
8 TARA 765 785 20 2.61
9 BBCA 28,025 28,050 25 0.09
10 ERAA 1,105 1,145 40 3.62