Portal Berita Ekonomi Selasa, 19 Maret 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 22:35 WIB. Pelindo II - Pelindo II menyiapkan belanja modal sebesar Rp 11 triliun tahun ini.
  • 22:34 WIB. Pelindo II - Pelindo II mengincar alih muatan peti kemas 1,8 juta TEUs di Pelabuhan Tanjung Priok.
  • 22:33 WIB. Smart City - Pemkot Malang melirik Bank BNI dan Telkom untuk mengembangkan Smart City.
  • 20:33 WIB. Pelindo I - Menteri Rini menargetkan tahun ini Pelindo I dapat mencapai laba bersih di atas Rp1 triliun.
  • 20:20 WIB. AP I - AP I bekerja sama dengan WWF dalam program pelestarian lingkungan di 13 bandara.
  • 20:19 WIB. BNI - Sampai dengan Februari, TapCash BNI telah menjual 4,88 juta keping kartu.
  • 20:07 WIB. BNI - BNI menargetkan penyaluran KPR milik perseroan sebesar Rp13,7 triliun pada 2019.
  • 20:05 WIB. BNI - Pada 2019, BNI bakal menggencarkan strategi pemasaran pada payroll BNI.
  • 19:59 WIB. Pelindo II - Pelindo II mencatat laba bersih Rp 2,43 triliun pada 2018.
  • 19:59 WIB. Pelindo II - Pelindo II mencatatkan throughput peti kemas sebesar 7,64 juta TEUs.
  • 19:58 WIB. Pelindo II - Pelindo II ingin menciptakan sebuah sistem pelayanan terintegrasi melalui digitalisasi.
  • 19:46 WIB. PLN - KESDM dan PLN optimistis megaproyek 35.000 MW rampung antara tahun 2023 atau 2024.
  • 19:43 WIB. Pelindo II - Pelindo II mendukung deklarasi iPengemudi Truk Pelopor Keselamatan.
  • 19:40 WIB. Mandiri - Mandiri dan MTF bersinergi meluncurkan program Mandiri Kredit Motor.
  • 15:43 WIB. Beras - Sleman optimistis 2019 mampu surplus produksi beras.

Pak Prabowo, Ini Loh Maksud dari Unicorn....

Pak Prabowo, Ini Loh Maksud dari Unicorn.... - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Pada debat calon presiden kedua semalam (17/2/2019), Joko Widodo menanyakan strategi Prabowo Subianto dalam membangun infrastruktur yang mengembangkan para unicorn. Ajaibnya, pertanyaan itu justru membuat Prabowo mengeluarkan kalimat interogatif, "Unicorn itu maksudnya yang online-online itu?"

Lantas, sebenarnya apa sih unicorn itu? Lalu, siapa saja ya empat unicorn yang disebutkan oleh calon presiden nomor satu semalam?

Mengutip dari berbagai sumber, unicorn (dalam bahasa Indonesia: unikorn) adalah sebutan untuk perusahaan rintisan (startup) milik swasta dengan nilai valuasi melebih US$1 miliar, setara dengan Rp14 triliun loh. Sebutan itu dikenalkan oleh pemodal usaha bernama Aileen Lee pada 2013. 

Uniknya, dari total tujuh unikorn yang berada di Asia Tenggara, empat di antaranya merupakan startup Indonesia. Nama-nama seperti Go-Jek, Traveloka, Bukalapak, dan Tokopedia pasti tak asing bagi Anda, kan? Nah, merekalah unikorn yang semalam sempat disebutkan oleh Jokowi menanggapi jawaban Prabowo.

"Kita tahu, di negara Asia ada tujuh, dan empatnya ada di Indonesia. Oleh sebab itu, kita ingin, tidak hanya ada empat, tapi ada tambahan-tambahan baru di Indonesia dan startup-startup baru," ujar kakek dari Jan Ethes tersebut pada sesi debat malam tadi.

Mengulik lebih lanjut tentang unikorn di Indonesia, Warta Ekonomi mengurasi data dari berbagai sumber untuk memproyeksikan valuasi keempatnya. Nah, berikut ini merupakan prediksi valuasi pada unikorn itu: Tokopedia (Rp102 triliun), Go-Jek (Rp136 triliun), Traveloka (Rp61 triliun), dan Bukalapak (Rp13,5 triliun). 

Satu unikorn tambahan yang diprediksi akan meluncur tahun ini dikabarkan akan berasal dari sektor teknologi pendidikan (edutech) atau teknologi kesehatan (healthtech). Mengapa bisa diprediksi seperti itu ya?

Baca Juga: Semoga Unicorn-Unicorn Indonesia Tak Dikuasai Asing

"Tahun ini minimal satu tambah unikorn. Kemungkinan dari edutech karena APBN 20% untuk pendidikan berdasarkan konstitusi kami, itu hampir Rp500 triliun. Kalau dapat 2% dari situ saja sudah senilai Rp10 triliun," papar Rudiantara, Senin (4/2/2019), di Gedung Kemenkominfo.

Sementara itu, menurut data Asosiasi Healthtech Indonesia (Healthtech.id), Indonesia akan menghabiskan lebih dari US$363 miliar untuk bidang kesehatan pada 2025 mendatang. Bila berhasil mendapatkan 5% dari angka itu, setidaknya ada lebih dari Rp100 triliun yang bisa didapatkan oleh sektor kesehatan teknologi. 

"Yang jelas, kalau dari APBN, 5%-nya saja sudah lebih dari 100 triliun ya," ujar Ketua Healthtech.id, Bimantoro kepada Warta Ekonomi, Senin (11/2/2019).

Di Atas Langit Ada Langit, di Atas Unikorn Ada Dekakorn

Di atas status unikorn, ada juga loh sebutan dekakorn dan hektokorn. Dekakorn ditujukan untuk perusahaan dengan nilai lebih dari US$10 miliar (sekitar Rp140 miliar), sedangkan hektokorn untuk perusahaan lebih dari US$100miliar. Usut punya usut, Menkominfo Rudiantara beberapa waktu lalu, mengatakan, dua unikorn milik Indonesia berpotensi bertransformasi jadi dekakorn loh!

Rudiantara menyampaikan (9/1/2019), "Ada dua pokoknya yang berpotensi, belum boleh disebutkan namanya. Istilahnya ini durian yang jatuh. Pemerintah kan program kerjanya menghasilkan lima unikorn. Sekarang sudah empat, insyaallah satu ada tambahan tahun ini. Tiba-tiba, saking besarnya demand, akan muncul dekakorn sebagai additional result."

Baca Juga: Seharusnya Anak Muda Bangga Punya Presiden Jokowi, Apalagi Tau Unicorn

Mengapa Indonesia bisa memiliki empat unikorn dan berpotensi menciptakan satu dekakorn? Ternyata, itu berkaitan dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang mencapai empat kali lipat pada 2025 mendatang, setara dengan angka US$100 miliar (Rp1,4 kuadriliun) loh! Angka yang fantastis kan?

Omong-omong, prediksi itu dikeluarkan oleh Google dan Temasek pada November 2018 lalu. Bahkan, Indonesia diproyeksi akan memiliki kondisi ekonomi terbesar keempat di dunia pada 2030, karena faktor demografi dan ekonomi digital.

Jadi, sekarang sudah tahu kan tentang unikorn-unikorn kebanggaan Indonesia? 

Tag: Unicorn, Joko Widodo (Jokowi), Prabowo Subianto Djojohadikusumo

Penulis: Tanayastri Dini Isna

Editor: Rosmayanti

Foto: Unsplash/Rawpixel

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,816.90 3,778.13
British Pound GBP 1.00 19,020.55 18,830.42
China Yuan CNY 1.00 2,133.47 2,112.30
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,313.00 14,171.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,150.78 10,042.99
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,823.43 1,805.31
Dolar Singapura SGD 1.00 10,579.50 10,472.99
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,215.20 16,047.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,500.37 3,462.25
Yen Jepang JPY 100.00 12,826.42 12,695.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6509.447 48.264 628
2 Agriculture 1510.397 -3.951 21
3 Mining 1869.283 -10.413 47
4 Basic Industry and Chemicals 903.455 9.107 71
5 Miscellanous Industry 1303.633 23.743 46
6 Consumer Goods 2689.007 5.911 51
7 Cons., Property & Real Estate 460.164 4.459 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1185.850 22.162 72
9 Finance 1245.077 9.833 91
10 Trade & Service 826.820 2.781 155
No Code Prev Close Change %
1 BCAP 147 189 42 28.57
2 MLPT 910 1,135 225 24.73
3 PNSE 610 760 150 24.59
4 GLOB 358 446 88 24.58
5 KDSI 975 1,175 200 20.51
6 OCAP 1,775 2,100 325 18.31
7 INCI 550 645 95 17.27
8 DILD 324 372 48 14.81
9 KBLV 456 520 64 14.04
10 DART 272 306 34 12.50
No Code Prev Close Change %
1 PGLI 294 262 -32 -10.88
2 SHID 4,200 3,770 -430 -10.24
3 ALKA 430 388 -42 -9.77
4 IDPR 840 760 -80 -9.52
5 GAMA 55 50 -5 -9.09
6 STAR 92 84 -8 -8.70
7 BALI 1,330 1,220 -110 -8.27
8 GSMF 119 110 -9 -7.56
9 RELI 230 214 -16 -6.96
10 JAYA 288 268 -20 -6.94
No Code Prev Close Change %
1 SIMA 398 394 -4 -1.01
2 MYRX 106 105 -1 -0.94
3 LPPF 3,840 4,100 260 6.77
4 BBRI 3,980 4,040 60 1.51
5 JAYA 288 268 -20 -6.94
6 TLKM 3,740 3,830 90 2.41
7 BKSL 110 111 1 0.91
8 ANTM 975 955 -20 -2.05
9 FREN 332 348 16 4.82
10 CSIS 151 164 13 8.61