Portal Berita Ekonomi Sabtu, 19 Oktober 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:39 WIB. RUPIAH - (14/10) Rp. 14.139/USD (15/10) Rp. 14.165/USD (16/10) Rp. 14.169/USD (17/10) Rp. 14.148/USD (18/10) Rp. 14.144/USD
  • 08:39 WIB. Bursa Nasdaq - (14/10) 8.048 - (15/10) 8.148 - (16/10) 8.124 (17/10) 8.156 - (18/10) 8.089

Ini Dampak Perkembangan E-Commerce bagi Indonesia

Ini Dampak Perkembangan E-Commerce bagi Indonesia - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Di Indonesia, pertumbuhan ekosistem e-commerce diprediksi akan terus meningkat. Dengan demikian, dalam beberapa tahun ke depan, aspek ekonomi Indonesia akan terdampak oleh keberadaan e-commerce. Mulai dari kebiasaan berbelanja konsumen, hingga lapangan pekerjaan.

Seperti dilansir dari TechinAsia.com, firma konsultan manajemen McKinsey & Company pada Agustus 2018 lalu merilis hasil riset mengenai status industri e-commerce Indonesia terkini, serta proyeksi perkembangannya selama beberapa tahun ke depan. Berikut adalah dampak yang diprediksi akan dialami Indonesia.

1. Tenaga kerja e-commerce bertambah secara pesat

Saat ini, industri e-commerce telah berdampak positif bagi lapangan kerja Indonesia dengan estimasi 4 juta pekerja terhubung dengan ekosistem ini. Pada 2022, pertumbuhan pasar e-commerce Indonesia dapat merangkul sekitar 26 juta pekerja atau 20% angkatan kerja Indonesia. Lapangan kerja baru ini meliputi yang muncul untuk mendukung kegiatan e-commerce, seperti posisi pemrograman atau logistik di perusahaan e-tailing, dan pekerjaan yang sudah ada namun diperbarui oleh perkembangan e-commerce, seperti pengelola UMKM yang berpindah dari bisnis offline ke online.

Baca Juga: Ritel Masih Bisa Kok Bersaing dengan E-Commerce, Berikut Strateginya

2. Konsumen berhemat lebih banyak

Selain produsen dan distributor, tren berbelanja konsumen juga akan mengalami berbagai perubahan. Sejauh ini, kemudahan dalam bertransaksi dan memilih produk telah mendorong jumlah konsumen online diproyeksikan meningkat sekitar 25% tiap tahun dan akan mencapai 65 juta orang pada 2022.

Peningkatan popularitas belanja online juga terkait dengan biaya yang relatif lebih murah dibandingkan berbelanja produk serupa secara offline. Misalnya, konsumen online di Pulau Jawa, terutama daerah urban rata-rata berhemat sekitar 4-14% dibanding berbelanja offline.

Ini dikarenakan biaya operasional tinggi membuat harga barang offline makin mahal, sementara jaringan distribusi yang menyeluruh membuat biaya pengiriman online makin murah.

Berkembangnya e-commerce dapat memungkinkan konsumen di daerah rural atau terpencil untuk menikmati produk yang sebelumnya sulit diakses.

Sementara itu, konsumen online luar Jawa, terutama di daerah terpencil dapat berhemat sekitar 11-25%. Dalam kasus ini, berbelanja online jauh lebih murah dikarenakan biaya inventaris distributor barang offline yang tinggi.

Namun, ongkos pengiriman masih berdampak tinggi ke harga barang online. Di sejumlah kota luar Jawa seperti Palembang dan Timika, ongkos pengiriman bisa mencakup 40-50% dari total biaya pembelian suatu produk.

Baca Juga: E-Commerce Tumbuh Pesat di Indonesia, Ini Faktornya

3. Mendorong partisipasi wilayah rural

Saat ini, sekitar 70% transaksi online Indonesia masih berasal dari empat wilayah urban terbesar di Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Semarang. Namun, sejumlah tren sejauh ini menunjukkan e-commerce juga dapat menjadi sarana bagi penduduk di wilayah rural untuk meningkatkan kontribusi dalam ekonomi nasional dan internasional.

Transaksi melalui platform e-tailing di wilayah seperti Papua, Kalimantan Utara, dan Sulawesi Utara meningkat sekitar dua kali lebih cepat dibanding transaksi di Jakarta dari 2013 hingga 2017, terutama dalam pembelian. Peningkatan ini berpotensi terjadi lebih cepat seiring dengan bertambahnya penetrasi internet dan daya beli masyarakat.

Secara keseluruhan, penjualan e-tailing dari wilayah rural telah meningkat 2,5 kali lipat sejak 2015 menjadi sekitar Rp337 juta pada 2017. Sementara itu, pembelian e-tailing meningkat lebih cepat, yaitu empat kali lipat dalam periode yang sama menjadi sekitar Rp4,9 triliun pada 2017. Tingginya jumlah pembelian dapat melambangkan bahwa e-commerce berpotensi membantu penduduk wilayah rural untuk membeli gawai yang sebelumnya sulit diakses.

Baca Juga

Tag: E-commerce, Belanja Online

Penulis: Ning Rahayu

Editor: Rosmayanti

Foto: Lazada Indonesia

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,788.81 3,750.91
British Pound GBP 1.00 18,259.33 18,072.02
China Yuan CNY 1.00 2,008.98 1,988.14
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,210.70 14,069.30
Dolar Australia AUD 1.00 9,707.33 9,607.92
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,811.83 1,793.66
Dolar Singapura SGD 1.00 10,415.35 10,310.20
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,812.25 15,649.28
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,398.06 3,361.84
Yen Jepang JPY 100.00 13,091.39 12,959.93

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6191.947 10.933 658
2 Agriculture 1325.665 -25.837 20
3 Mining 1588.528 -0.347 48
4 Basic Industry and Chemicals 910.095 8.396 74
5 Miscellanous Industry 1196.676 14.510 50
6 Consumer Goods 2101.267 -60.778 54
7 Cons., Property & Real Estate 508.095 4.976 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1210.123 5.591 75
9 Finance 1260.490 13.824 90
10 Trade & Service 809.274 3.812 165
No Code Prev Close Change %
1 INTD 170 228 58 34.12
2 TFCO 332 414 82 24.70
3 TIRA 212 250 38 17.92
4 PTSN 374 422 48 12.83
5 MCOR 136 153 17 12.50
6 AMIN 294 330 36 12.24
7 MAIN 970 1,080 110 11.34
8 ERAA 1,695 1,880 185 10.91
9 LRNA 142 154 12 8.45
10 SKRN 505 545 40 7.92
No Code Prev Close Change %
1 YPAS 505 412 -93 -18.42
2 OPMS 246 212 -34 -13.82
3 IBFN 238 208 -30 -12.61
4 APEX 555 500 -55 -9.91
5 PDES 1,105 1,000 -105 -9.50
6 BOSS 680 620 -60 -8.82
7 MINA 1,730 1,590 -140 -8.09
8 MREI 4,130 3,820 -310 -7.51
9 AMAG 310 288 -22 -7.10
10 SHID 3,400 3,200 -200 -5.88
No Code Prev Close Change %
1 ERAA 1,695 1,880 185 10.91
2 MAMI 232 234 2 0.86
3 LMPI 150 152 2 1.33
4 TELE 364 358 -6 -1.65
5 BBRI 4,050 4,170 120 2.96
6 TCPI 6,125 6,125 0 0.00
7 OPMS 246 212 -34 -13.82
8 JPFA 1,655 1,720 65 3.93
9 HMSP 2,270 2,160 -110 -4.85
10 ANTM 955 935 -20 -2.09