Portal Berita Ekonomi Jum'at, 06 Desember 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:06 WIB. Valas - Dollar AS tertahan terhadap Poundsterling pada level 1,3157 USD/GBP.
  • 13:05 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,02% terhadap Euro pada level 1,1106 USD/EUR.
  • 13:03 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,03% terhadap Yen pada level 108,73 JPY/USD.
  • 13:02 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.474 USD/troy ounce.
  • 12:56 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 63,15 USD/barel.
  • 12:54 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 58,24 USD/barel.
  • 11:32 WIB. IHSG - IHSG menguat 0,18% di akhir sesi I.

Pemberantasan Illegal Fishing di Kepri Belum Maksimal

Pemberantasan Illegal Fishing di Kepri Belum Maksimal - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Debat Capres kedua pada Minggu (17/2/2019) yang mengangkat tema energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkunhan hidup dimanfaatkan capres nomor urut 01, Joko Widodo memamparkan program pembangunan sumber daya kelautan dan maritim mengenai pemberantas Illegal Fishing di Indonesia. 

Namun demikian rupanya masih ada daerah perairan di Indonesia yang belum merasakan manfaat program tersebut secara maksimal. Daerah itu salah satunya adalah Kepulauan Riau. Padahal Kepri termasuk daerah yang mendapatkan keistimewaan sebagai wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), di mana sebagaian besar penduduknya mengantungkan hidupnya pada sumber daya kelautan. 

Caleg DPR RI Dapil Kepri dari Partai Nasdem tersebut, Riny Fitrianti mengatakan, kemaritiman merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan dari Kepri. Sebab secara geografis perairan disana lebih luas dibandingkan dengan luas dataran. Adapun luas wilayahnya sebesar 8.201,72 km², sekitar 95% merupakan lautan, dan hanya sekitar 5% daratan.

"Upaya yang dilakukan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan sangat dibutuhkan oleh masyarakat, terutama yang tinggal di daerah pesisir," ujar Riny kepada Wartawan, Senin (18/2/2019). 

Tokoh perempuan Kepri ini mengaku sangat mengapresiasi kinerja pemerintah selama empat tahun terakhir dalam menjaga sumber daya kelautan untuk dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia. Ribuan kapal Illegal Fishing ditangkap dan ditengelamkan, hal tersebut merupakan upaya memberikan kedaulatan atas sumber daya kelautan untuk masyarakat Indonesia.

Namun putri mantan Gubernur Kepri, (Alm) Muhammad Sani ini mengharapkan kedepan Kepri harus menjadi salah satu perwujudan dari visi kemaritiman Indonesia, baik sumber daya kelautan maupun potensi pariwisatanya. Sebab Kepri punya semua prasyarat untuk dijadikam poros maritim di Indonesia. 

"Itu yang menjadi salah satu fokus saya kedepan, memanfaatkan kinerja pemerintah dalam memberantas Illegal Fishing dengan meningkatkan kualitas nelayan serta mengoptimalkan potensi pariwisata kelauatan di Kepri," tutup Riny.

Baca Juga

Tag: illegal fishing, Perikanan

Penulis: Agus Aryanto

Editor: Kumairoh

Foto: Antara/Adeng Bustomi

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,762.12 3,724.29
British Pound GBP 1.00 18,565.06 18,378.94
China Yuan CNY 1.00 2,002.78 1,982.01
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,107.19 13,966.82
Dolar Australia AUD 1.00 9,654.96 9,557.49
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,801.85 1,783.73
Dolar Singapura SGD 1.00 10,372.93 10,268.21
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,671.68 15,514.34
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,387.89 3,351.77
Yen Jepang JPY 100.00 12,978.10 12,845.42

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6152.117 39.238 666
2 Agriculture 1396.600 25.163 20
3 Mining 1481.128 22.588 50
4 Basic Industry and Chemicals 968.480 11.307 76
5 Miscellanous Industry 1190.354 22.364 50
6 Consumer Goods 2035.581 -6.738 56
7 Cons., Property & Real Estate 499.789 3.219 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1139.428 10.110 76
9 Finance 1294.828 7.601 90
10 Trade & Service 765.041 2.578 166
No Code Prev Close Change %
1 IFSH 440 660 220 50.00
2 VRNA 50 67 17 34.00
3 AGAR 314 392 78 24.84
4 STAR 99 120 21 21.21
5 CENT 62 75 13 20.97
6 SINI 750 900 150 20.00
7 PALM 202 240 38 18.81
8 ALKA 422 500 78 18.48
9 POOL 500 590 90 18.00
10 KBLM 310 364 54 17.42
No Code Prev Close Change %
1 POLA 730 550 -180 -24.66
2 BALI 1,355 1,030 -325 -23.99
3 ESIP 436 350 -86 -19.72
4 MAMI 400 326 -74 -18.50
5 FIRE 920 765 -155 -16.85
6 LMAS 78 65 -13 -16.67
7 MREI 4,480 3,750 -730 -16.29
8 OASA 400 340 -60 -15.00
9 FORZ 82 70 -12 -14.63
10 SRAJ 324 280 -44 -13.58
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,370 1,390 20 1.46
2 IPTV 535 530 -5 -0.93
3 MAMI 400 326 -74 -18.50
4 LUCK 484 420 -64 -13.22
5 TOWR 750 740 -10 -1.33
6 BHIT 67 66 -1 -1.49
7 ESIP 436 350 -86 -19.72
8 TLKM 3,990 4,060 70 1.75
9 OPMS 132 122 -10 -7.58
10 TCPI 5,700 6,150 450 7.89