Portal Berita Ekonomi Jum'at, 20 September 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:48 WIB. AS - Produsen senjata Colt hentikan produksi AR-15 untuk konsumen sipil 
  • 11:12 WIB. AS - Freddie Mac: Suku bunga tetap 30 tahun (FRM) mortgage naik 3,73% pada minggu ini, minggu sebelumnya 3,56%
  • 09:46 WIB. Hong Kong - Otoritas Moneter Hong Kong turunkan tarif dasar dari 2,5% jadi 2,25%
  • 08:22 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.500 $/ounce
  • 08:21 WIB. Valas - Dollar melemah 0,08% terhadap Yen pada level 107,93 Yen/dollar
  • 08:20 WIB. Valas - Dollar stabil terhadap Poundsterling pada level 1,2527
  • 08:19 WIB. Valas - Dollar melemah 0,09% terhadap Euro pada level 1,1051 $/Euro
  • 07:50 WIB. Ekonomi Global - OECD koreksi perkiraan pertumbuhan ekonomi global menjadi 2,9% (2019) dan 3% (2020)
  • 07:47 WIB. Bursa - Indeks Nikkei dibuka menguat 0,32% pada level 22.105
  • 07:46 WIB. Bursa - Indeks KOSPI dibuka positif pada level 2.081
  • 07:45 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 ditutup stagnan pada level 3.006
  • 07:44 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones ditutup melemah 0,19% pada level 27.094
  • 07:44 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq ditutup menguat 0,07% pada level 8.128
  • 07:42 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 64,88 $/barel
  • 07:42 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 58,79 $/barel

Begini Upaya Facebook Sapu Konten Negatif, Efektif Gak Ya?

Begini Upaya Facebook Sapu Konten Negatif, Efektif Gak Ya? - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Penyalahgunaan Facebook untuk menyebarkan kebencian dan misinformasi, memicu ketegangan serta kekerasan membuat pihak Facebook mengupayakan sejumlah langkah untuk menghilangkan hal-hal negatif itu dari situsnya. Salah satu caranya, dengan menerapkan Standar Komunitas.

Dalam standar itu, terdapat kebijakam yang mengatur konten yang boleh dan tidak boleh dibagikan di Facebook. Standar kebijakan tersebut didasari oleh tiga prinsip, yakni keamanan, opini, dan kesetaraan.

"Kebijakan ini didesain untuk menciptakan lingkungan yang membuat orang dapat mengekspresikan diri secara bebas, sekaligus merasa aman dalam menggunakan platform kami," tulis Kepala Kebijakan Publik untuk Facebook di Indonesia, Ruben Hattari dalam pernyataan resmi yang diterima Warta Ekonomi, Senin (18/2/2019).

Ia juga membantah kalau Facebook menerapkan Standar Komunitas secara tidak adil karena diasumsikan menargetkan kelompok tertentu. Kemudian, ia pun memberikan penjelasan mengenai prinsip-prinsip dari pengembangan dan penegakkan Standar Komunitas.

Baca Juga: Fitur Crisis Response Facebook, Baik atau Buruk?

Facebook baru saja meluncurkan Standar Komunitas terbaru yang lebih detail dalam menyebutkan batasan antara isu yang kompleks dan sederhana. Kebijakan itu dapat diakses dalam bahasa Indonesia di sini. 

1. Keamanan

Facebook mengklaim keamanan sebagai prioritas utama mereka. Karena dengan merasa aman, pengguna baru bisa membangun hubungan bermakna dan mengekspresikan diri secara utuh di sebuah platform. Meskipun begitu, perusahaan teknologi yang didirikan oleh Zuckerberg itu mengaku akan memastikan kebebasan berekspresi tak disalahgunakan.

Ruben berkata, "Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa kebebasan berekspresi tidak disalahgunakan, dan tidak digunakan untuk merugikan orang lain."

Baca Juga: Hakim Dilarang 'Like' Status Facebook Soal Pilpres, Alasannya 'Top'

2. Kesetaraan dan Adil

Kesetaraan merujuk pada penegakkan Standar Komunitas yang diimplementasikan secara konsisten kepada 2,2 miliar orang di komunitas global Facebook. Tentu saja, hal itu tidaklah mudah, mengingat beragamnya anggota komunitas di platform tersebut. Lantas bagaimana strategi mereka dalam mengatasi hal itu?

Melalui tulisannya, Ruben mengatakan, "Siapa pun atau dari mana pun laporan itu berasal, kami meninjau setiap laporan konten sebagai bentuk kepatuhan terhadap Standar Komunitas kami. Jika konten tersebut melanggar Standar Komunitas, maka akan dihapus."

Tim peninjauan konten Facebook bekerja secara global dan ditempatkan di lokasi strategis, sehingga dapat memberikan respons cepat terhadap pengaduan komunitas. Facebook dapat mengaudit ketepatan penilaian konten melalui akses tetap ke sumber daya, dukungan, dan pelatihan--bekerja sama dengan semua hub di kancah global.

"Itu juga berarti memperbaiki kebijakan kami untuk menangkap konten berbahaya, atau meningkatkan pelatihan dan dukungan untuk mengurangi kesalahan dalam penegakkan kebijakan," ujar Ruben. 

Ada pula opsi pengajuan banding untuk meninjau ulang konten mereka yang dihapus karena berkaitan dengan unsur pornografi, ujaran kebencian, dan kekerasan. Opsi banding juga akan diperluas jangkauannya ke area konten lain.

Baca Juga: Cihuy! Bersihkan Nama Facebook dari Skandal, Zuckerberg Keluarkan Kebijakan Ini

3. Transparansi

Dua kali dalam setahun, Facebook menerbitkan Transparansi Report yang mencakup seluruh permintaan dari pemerintah untuk data pengguna, pembatasan konten, disrupsi layanan, dan penghapusan IP. Semua permintaan dari seluruh komunitas dunia dipublikasikan dalam laporan tersebut.

Ruben berujar, "Kami terus mengembangkan metodologi pengukuran, sehingga kami dapat melaporkan data tersebut."

Pada 2019, Transparency Report juga memuat laporan pertama Penegakkan Standar Komunitas, serta proporsi pelanggaran konten yang ditemukan sebelum dilaporkan oleh komunitas. Laporan itu mencakup data global pelanggaran yang berkaitan dengan ujaran kebencian, gambaran kekerasan, propaganda teroris, pornografi, akun palsu, dan spam.

Tag: Facebook, Konten Negatif

Penulis: Tanayastri Dini Isna

Editor: Rosmayanti

Foto: Facebook

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,773.96 3,736.24
British Pound GBP 1.00 17,748.95 17,572.01
China Yuan CNY 1.00 2,001.27 1,981.48
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,155.00 14,015.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,608.41 9,511.98
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,807.08 1,789.13
Dolar Singapura SGD 1.00 10,276.61 10,169.80
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,648.35 15,492.18
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,384.74 3,348.06
Yen Jepang JPY 100.00 13,113.77 12,980.46

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6244.470 -32.163 654
2 Agriculture 1367.560 -20.038 21
3 Mining 1651.226 -19.891 49
4 Basic Industry and Chemicals 887.628 -7.335 73
5 Miscellanous Industry 1173.485 -14.145 49
6 Consumer Goods 2237.091 -6.321 53
7 Cons., Property & Real Estate 501.440 -0.066 81
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1213.788 -7.826 75
9 Finance 1261.082 -4.842 90
10 Trade & Service 801.768 -3.260 163
No Code Prev Close Change %
1 VINS 101 136 35 34.65
2 GHON 1,350 1,600 250 18.52
3 DART 318 370 52 16.35
4 HOME 99 113 14 14.14
5 GGRP 840 945 105 12.50
6 TRIM 153 170 17 11.11
7 PDES 1,100 1,215 115 10.45
8 YELO 160 176 16 10.00
9 CCSI 296 324 28 9.46
10 BBLD 450 488 38 8.44
No Code Prev Close Change %
1 PANI 123 101 -22 -17.89
2 DIGI 1,990 1,695 -295 -14.82
3 GLOB 486 420 -66 -13.58
4 JSKY 980 860 -120 -12.24
5 TIRA 278 244 -34 -12.23
6 IDPR 350 314 -36 -10.29
7 PEGE 234 212 -22 -9.40
8 APEX 605 550 -55 -9.09
9 MBTO 145 132 -13 -8.97
10 SMDM 137 125 -12 -8.76
No Code Prev Close Change %
1 HOME 99 113 14 14.14
2 MAMI 139 140 1 0.72
3 MSIN 470 468 -2 -0.43
4 IPTV 540 530 -10 -1.85
5 FREN 154 163 9 5.84
6 MNCN 1,285 1,270 -15 -1.17
7 BCAP 163 163 0 0.00
8 ERAA 1,920 1,940 20 1.04
9 YELO 160 176 16 10.00
10 KPIG 148 146 -2 -1.35