Portal Berita Ekonomi Selasa, 23 April 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:01 WIB. IHSG -IHSG ditutup hijau 0,75% di akhir sesi II. 
  • 15:54 WIB. Rupiah - Rupiah melemah 0,06% k elevel Rp14.083 per saham.
  • 15:47 WIB. Pelindo I - DPS dan IKI mulai mengerjakan Tug Boat pesanan Pelindo I.
  • 15:44 WIB. BTN - Kredit BTN tumbuh sebesar Rp242,13 triliun di triwulan I 2019.
  • 14:12 WIB. Suspensi - BEI suspensi saham Kertas Basuki Racmat Indonesia Tbk (KBRI).
  • 13:59 WIB. Perindo - Perindo menggelar aksi menukar sampah dengan ikan konsumsi.
  • 13:16 WIB. Migas - Elnusa gunakan teknologi nodal untuk tingkatkan kualitas eksplorasi migas. 
  • 12:11 WIB. E-Commerce - Gojek rambah bisnis e-commerce dengan hadirkan fitur layanan Go-Mall. 
  • 12:06 WIB. Holding - Kementerian BUMN menargetkan pembentukan holding penerbangan rampung pada 2019.
  • 12:06 WIB. BBM - Pertumbuhan konsumsi BBM bergerak dinamis sepanjang Januari-April 2019.
  • 12:02 WIB. IHSG - IHSG ditutup hijau 0,69% ke level 6.458,86 di akhir sesi I.
  • 11:57 WIB. BNI - BNI membidik penambahan jumlah kartu debit sebanyak 100.000 keping hingga akhir tahun ini.

GO-FOOD dan GrabFood, Siapa yang Berkuasa?

GO-FOOD dan GrabFood, Siapa yang Berkuasa? - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

GOJEK melalui layanan GO-FOOD berhasil memimpin layanan pesan antar makanan secara online di kalangan anak muda Indonesia. 

Mengutip hasil riset IDN Times yang melibatkan 258 responden di enam kota besar Indonesia, GO-FOOD mendominasi dengan angka mencapai 74,8 persen. Angka tersebut untuk pertanyaan tentang aplikasi pesan antar apa yang paling sering dipakai. Posisi tersebut jauh di atas Grabfood yang hanya berada di tingkat 20,9%. Sisanya adalah milik layanan delivery dari outlet dengan angka sebesar 3,1%.

Faktor yang menjadikan GO-FOOD sebagai aplikasi pesan antar itu unggul di kalangan anak muda didasarkan pada brand identity yang lebih familiar. Terutama jika dibandingkan Grabfood.

"Kan dia (Go-Food) yang paling duluan merilis layanan pesan antar makanan," ujar Nurul Triadanti, salah satu responden dalam riset.

Seperti diketahui, sejak diluncurkan pada 2015, keberadaan aplikasi GO-FOOD telah merambah ke 204 kota dan kabupaten di Indonesia hingga saat ini. Pertumbuhan transaksi GO-FOOD tertinggi bahkan telah bergeser dari kawasan ibu kota ke kota kecil, di antaranya Sukabumi, Samarinda, Balikpapan, Padang, dan Cirebon.

Tak hanya itu, GO-FOOD juga telah berekspansi ke 204 kota dan kabupaten di Indonesia dan Asia Tenggara. Sementara aplikasi pesan antar asal Malaysia, GrabFood saat ini baru hadir di 178 kota di Indonesia dan di beberapa negara lain di kawasan Asia Tenggara.

Selain persaingan bisnis, dalam riset IDN Times juga didapati fakta bahwa dalam sepekan kaum milenial Indonesia paling sedikit menghabiskan bujet Rp50 ribu sampai Rp150 ribu per individu untuk memesan makanan via aplikasi pesan antar. 

"Sebanyak 44,2% dari mereka masih berstatus sebagai pelajar atau mahasiswa yang justru belum memiliki penghasilan sendiri," tulis riset tersebut, Selasa (19/2/2019).

Bukan hanya GO-FOOD, lembaga riset independen asal Singapura FT Confidential Research pada akhir 2018 juga melansir aplikasi pembayaran digital, GO-PAY, sebagai platform pembayaran non tunai paling populer di Indonesia.

Baca Juga: Go-Food Luncurkan Fitur Ganti Lokasi, Ini Manfaatnya

GO-PAY yang juga bagian dari ekosistem GOJEK dicatat popularitasnya mencapai hampir 75 persen. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan sebesar 42% yang merupakan angka popularitas OVO milik grup Lippo dan terdapat pada aplikasi Grab. 

"Survei kami menemukan bahwa GO-PAY digunakan oleh hampir tiga perempat pengguna pembayaran seluler di tiga bulan hingga akhir September, naik sedikit dari periode yang sama tahun lalu. Diikuti oleh OVO yang digunakan oleh sekitar 42%," tulis analis FT Confidential Research, Andi Haswidi.

Baca Juga: Hasil Survei Perusahaan Riset Jepang: Gojek dan Grab Lakukan Kecurangan

Tag: Go-Food, Grab

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Vicky Fadil

Foto: Ning Rahayu

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,773.33 3,735.70
British Pound GBP 1.00 18,375.19 18,187.78
China Yuan CNY 1.00 2,109.36 2,088.49
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,150.00 14,010.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,087.54 9,986.33
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,803.65 1,785.69
Dolar Singapura SGD 1.00 10,436.64 10,331.86
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,920.17 15,755.65
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,426.15 3,388.15
Yen Jepang JPY 100.00 12,659.93 12,531.31

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6414.743 -92.478 632
2 Agriculture 1465.003 -23.397 21
3 Mining 1781.165 -2.123 47
4 Basic Industry and Chemicals 831.329 -16.797 71
5 Miscellanous Industry 1307.550 -48.206 46
6 Consumer Goods 2475.827 -70.443 52
7 Cons., Property & Real Estate 491.877 -6.552 75
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1148.843 -15.603 73
9 Finance 1300.817 -9.558 91
10 Trade & Service 809.674 -1.726 156
No Code Prev Close Change %
1 JAYA 134 168 34 25.37
2 HRME 374 466 92 24.60
3 ESTI 94 109 15 15.96
4 RAJA 262 302 40 15.27
5 MDLN 260 286 26 10.00
6 IKBI 254 278 24 9.45
7 CSAP 585 640 55 9.40
8 LUCK 780 840 60 7.69
9 VOKS 260 280 20 7.69
10 FREN 290 312 22 7.59
No Code Prev Close Change %
1 KIOS 1,100 930 -170 -15.45
2 MAYA 8,100 7,000 -1,100 -13.58
3 IIKP 144 125 -19 -13.19
4 PTIS 306 266 -40 -13.07
5 AHAP 69 61 -8 -11.59
6 ABBA 163 147 -16 -9.82
7 LMPI 155 140 -15 -9.68
8 BMSR 138 125 -13 -9.42
9 INTD 166 151 -15 -9.04
10 JSKY 1,185 1,080 -105 -8.86
No Code Prev Close Change %
1 HMSP 3,630 3,440 -190 -5.23
2 MABA 55 52 -3 -5.45
3 JAYA 134 168 34 25.37
4 FREN 290 312 22 7.59
5 BBRI 4,460 4,440 -20 -0.45
6 CPRI 177 168 -9 -5.08
7 TLKM 3,860 3,780 -80 -2.07
8 BBCA 28,125 28,125 0 0.00
9 ANTM 885 855 -30 -3.39
10 WIKA 2,420 2,380 -40 -1.65