Portal Berita Ekonomi Senin, 20 Januari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:38 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,13% terhadap Poundsterling pada level 1,2999 USD/GBP.
  • 20:37 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,09% terhadap Euro pada level 1,1082 USD/EUR.
  • 20:35 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,04% terhadap Yen pada level 110,18 JPY/USD.
  • 20:27 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.560 USD/troy ounce.
  • 20:25 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 65,43 USD/barel.
  • 20:25 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 58,95 USD/barel.
  • 16:05 WIB. Valas - Yuan ditutup positif 0,04% terhadap Dollar AS pada level 6,86 CNY/USD.
  • 16:04 WIB. Valas - Rupiah ditutup negatif 0,04% terhadap Dollar AS pada level 13.639 IDR/USD.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,15% pada level 3.276.
  • 16:02 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 0,66% pada level 3.095.
  • 16:02 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 0,90% pada level 28.795.
  • 16:01 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 0,14% pada level 7.664.
  • 14:43 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 0,18% pada level 24.083.
  • 14:42 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 0,54% pada level 2.262.

Pasca IPO Kok Arkha Jayanti Malah Tahan Ekspansi, Kenapa?

Pasca IPO Kok Arkha Jayanti Malah Tahan Ekspansi, Kenapa? - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

PT Arkha Jayanti Persada Tbk  perusahaan di bidang industri manufaktur dan fabrikasi berpotensi mendapatkan dana sebesar Rp95 miliar hingga Rp150 miliar dari hasil penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO).  

Komisaris Utama Arkha Jayanti Persada, Devon Widodo Prawiroyudo mengatakan bahwa dana tersebut akan digunakan perseroan sebesar 70% untuk modal kerja dan 30% untuk membayar utang ke bak dan supplier. Perseroan pasca IPO memang tidak berniat  akan melakukan ekspansi, namun akan mengejar ketertinggalan yang dialami sejak tahun 2012 lalu. 

"Jadi, pada 2013, ada larangan ekspor mineral mentah dan kewajiban pembangunan smelter, sehingga berpengaruh terhadap kinerja kami juga. Sehingga kami tidak akan ekspansi tapi akan berupaya mengejat ketertinggalan," katanya, di Jakarta, Rabu (20/2/2019). 

Baca Juga: Jual Saham ke Publik, Arkha Jayanti Turunkan Harga Saham

Menurutnya, perseroan memiliki kapasitas produsi sebesar 30.000 ton per tahun, namun baru terpakai 5.660 ton per tahun atau sekitar 19%. Hal tersebut terjadi karena guncangan harga di sektor komoditas yang turut mempengaruhi perseroan. "Jadi pada 2011 kita sedang hebat-hebatnya penjualan dan produksi tinggi. Karena kita hanya produksi sparepart alat berat makanya kita kena, di 2013 hingga 2015 kita rugi. Tapi kita sudah diversifikasi makanya butuh modal kerja," ucapnya. 

Ia mengakui jika sejak tahun 2013 hingga 2014 perseroan mengalami kerugian, sehingga pada 2015 Arkha Jayanti mulai melakukan diversifikasi pekerjaan. Manajemen perseroan memproyeksikan laba bersih 2018 bisa mencapai Rp13,05 miliar. Sedangkan, proyeksi laba bersih di 2019 akan mencapai Rp36,61 miliar dengan total penjualan sebesar Rp220,96 miliar. Diperkirakan total liabilitas Arkha Jayanti hingga akhir 2019 masih mencapai Rp332,74 miliar.

Ia pun menuturkan pihaknya menargetkan kontrak baru sebesar Rp300 miliar pada tahun ini meningkat jika dibandingkan 2018 sebesar Rp148 miliar. Dimana, hingga Februari 2019 perseroan telah mengantongi kontrak senilai RP55 miliar yang berasal dari segmentasi proyek. 

"Kontrak baru yang sifatnya proyek 6.000 ton dari Semen Indonesia, PTPP dan Adhi Karya. kalau yang reguler itu sifatnya forecast kaya dari Komatsu dan Hino. Dari Hino sudah ada pemesanan 215 unit, ada juga dari anak usaha UT (United Tractors) dan anak usaha Trakindo," jelasnya.

Ia mengemukakan jika, perseroan memiliki empat segmen usaha yakni komponen alat berat, karoseri body dumb truk, pengangkutan batu bara dan proyek (kontruksi baja dan migas). Sejauh ini, kontribui terbesar perseroan berasal dari segmen kompone alat berat disusul oleh segmen karoseri.  "Ketiga itu dari proyek dan terakhir jasa angkutan batu bara. Tahun depan kita akan tingkatkan dari proyek," pungkasnya.

Baca Juga

Tag: PT Arkha Jayanti Persada Tbk, Initial Public Offering (IPO)

Penulis/Editor: Annisa Nurfitriyani

Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,657.22 3,620.54
British Pound GBP 1.00 17,841.70 17,662.81
China Yuan CNY 1.00 2,000.45 1,980.48
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,722.27 13,585.73
Dolar Australia AUD 1.00 9,445.04 9,349.70
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,766.72 1,749.12
Dolar Singapura SGD 1.00 10,188.04 10,082.92
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,227.60 15,074.73
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,381.45 3,345.41
Yen Jepang JPY 100.00 12,453.28 12,328.25
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6245.043 -46.614 675
2 Agriculture 1416.471 -20.137 21
3 Mining 1515.967 -26.726 49
4 Basic Industry and Chemicals 958.755 -7.627 77
5 Miscellanous Industry 1224.607 -9.715 51
6 Consumer Goods 2082.610 -16.264 56
7 Cons., Property & Real Estate 480.841 -4.665 85
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1088.720 -7.886 76
9 Finance 1366.432 -7.402 92
10 Trade & Service 750.830 -4.813 168
No Code Prev Close Change %
1 ZBRA 72 97 25 34.72
2 AMAR 360 450 90 25.00
3 LUCK 450 560 110 24.44
4 PICO 1,225 1,500 275 22.45
5 MYTX 55 66 11 20.00
6 LMAS 160 191 31 19.38
7 INPP 850 990 140 16.47
8 KICI 204 230 26 12.75
9 FITT 85 95 10 11.76
10 CSRA 376 420 44 11.70
No Code Prev Close Change %
1 SONA 6,000 4,800 -1,200 -20.00
2 RELI 166 134 -32 -19.28
3 KAYU 89 72 -17 -19.10
4 KBLV 294 240 -54 -18.37
5 SDRA 850 700 -150 -17.65
6 PORT 595 510 -85 -14.29
7 CARS 145 125 -20 -13.79
8 PADI 133 115 -18 -13.53
9 LMPI 97 84 -13 -13.40
10 IKAI 64 56 -8 -12.50
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,695 1,745 50 2.95
2 TOWR 785 785 0 0.00
3 ANTM 840 795 -45 -5.36
4 LUCK 450 560 110 24.44
5 TLKM 3,810 3,810 0 0.00
6 BBCA 34,375 34,175 -200 -0.58
7 TCPI 6,850 6,700 -150 -2.19
8 PGAS 2,020 1,965 -55 -2.72
9 BBRI 4,630 4,660 30 0.65
10 WSKT 1,445 1,375 -70 -4.84