Portal Berita Ekonomi Kamis, 18 Juli 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 23:40 WIB. Libra - Pertemuan mentri keuangan G-7 diwarnai ketakukan akan uang kripto Facebook.
  • 23:29 WIB. Orang kaya - Bill Gates kini orang terkaya no.3 di dunia, tahun lalu no.2 (Bloomberg Billioners Index).
  • 23:14 WIB. Drone - Polisi AS tidak menerima drone buatan China.
  • 22:01 WIB. Hong Kong - Ekonomi Hong Kong mulai melambat akibat demo berkepanjangan.
  • 21:12 WIB. Liga 1  - Persebaya kalah dari PSM dengan skor 2-1.
  • 21:09 WIB. Mobil listrik - Toyota Motor Corp setuju untuk membeli batrei dari Contemporary Amperex Technology Ltd.
  • 20:46 WIB. Formula E - Jakarta belum tentu jadi tuan rumah Formula E.
  • 20:17 WIB. Kasus hoax - Ratna Sarumpaet berubah pikiran, kini ajukan banding.
  • 20:05 WIB. Global - Bloomberg: 10 miliar penghuni dunia akan membutuhkan makanan modifikasi genetik.
  • 19:49 WIB. Elon Musk - Neuralink mengatakan siap untuk menyambungkan otak manusia dengan komputer.

Berubah, BI Perkirakan Kenaikan Suku Bunga The Fed Hanya Satu Kali Tahun Ini

Berubah, BI Perkirakan Kenaikan Suku Bunga The Fed Hanya Satu Kali Tahun Ini - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Bank Indonesia (BI) memandang kenaikan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve (Fed) hanya akan terjadi sebanyak satu kali dari sebelumnya dua kali. Hal ini merujuk pada risalah Rapat Penentuan Kebijakan Moneter Fed 30 Januari lalu yang dirilis kemarin (20/2/2018).

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menuturkan pembacaan terakhir yang dilakukan BI menunjukkan normalisasi suku bunga AS hanya akan dilakukan satu kali dari semula dua kali.

"Kemungkinan kenaikan tahun ini semula tiga kali, tapi sudah kami perkirakan hanya dua kali. Tapi kami baca lagi terakhir, The Fed kemungkinan hanya satu kali menaikkan. Jadi kemungkinan suku bunga lebih rendah pada tahun ini," ujar Perry di Jakarta, Kamis (21/2/2019).

Baca Juga: Awal Tahun, BI Kembali Tahan Suku Bunga Acuan di Level 6%

Proyeksi ini lebih rendah namun di sisi lain the Fed lebih menggunakan adjustment di balance sheet untuk normalisasi kebijakan. Artinya, normalisasi Fed di sisi neraca keuangannya akan lebih cepat dibandingkan pengetatan suku bunga acuan Fed atau Fed Fund Rate (FFR).

"Kami melihat, The Fed akan lebih menyesuaikan neraca balance mereka untuk konteks pengurangan neraca balance The Fed. Itu akan lebih cepat. Jadi pengetatannya lebih cepat melalui neraca bank sentral atau balanced reduction," jelas Perry.

Sebelumnya, pasar memperkirakan Fed akan menaikkan suku bunganya sebanyak tiga kali pada 2019. Kemudian, proyeksi tersebut berkurang menjadi dua kali. Keputusan the Fed tersebut dipicu oleh pertumbuhan ekonomi AS melambat dipengaruhi oleh terbatasnya stimulus fiskal, permasalahan struktural tenaga kerja, dan menurunnya keyakinan pelaku usaha.

Menurut Perry, Fed akan mengkomunikasikan arah kebijakannya dengan baik melalui forward guidance yang ditangkap pasar.

"Dari pertemuan yang saya datangi dengan member The Fed, itu terus dengan baik komunikasikan arah kebijakan mereka. Masalah tekniknya itu bisa diperkuat, tapi esensinya kami tetap yakini The Fed akan tetap secara baik komunikasikan arah kebijakannya," tutupnya.

Baca Juga: Kenaikan Suku Bunga Acuan BI Terbatas Sepanjang 2019

Tag: Suku Bunga, The Federal Reserve System (The Fed), Bank Indonesia (BI)

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Kumairoh

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,738.00 3,699.88
British Pound GBP 1.00 17,403.19 17,223.84
China Yuan CNY 1.00 2,036.85 2,016.51
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,019.00 13,879.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,828.72 9,729.18
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,794.23 1,776.19
Dolar Singapura SGD 1.00 10,317.95 10,211.15
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,718.10 15,555.58
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,408.46 3,371.14
Yen Jepang JPY 100.00 12,962.55 12,829.54

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6394.609 -7.271 652
2 Agriculture 1360.695 -1.524 21
3 Mining 1639.706 -0.398 49
4 Basic Industry and Chemicals 799.891 -0.595 72
5 Miscellanous Industry 1259.816 -47.920 49
6 Consumer Goods 2371.485 22.616 53
7 Cons., Property & Real Estate 495.215 -0.879 80
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1230.336 -6.362 74
9 Finance 1326.341 -0.371 91
10 Trade & Service 817.488 -0.352 163
No Code Prev Close Change %
1 SSTM 400 500 100 25.00
2 KAYU 360 450 90 25.00
3 ARKA 665 830 165 24.81
4 GLOB 326 406 80 24.54
5 MINA 1,010 1,250 240 23.76
6 TALF 286 348 62 21.68
7 MTPS 1,050 1,200 150 14.29
8 OCAP 420 480 60 14.29
9 TOPS 605 665 60 9.92
10 WIIM 242 266 24 9.92
No Code Prev Close Change %
1 POSA 322 242 -80 -24.84
2 KIOS 620 515 -105 -16.94
3 CASS 730 620 -110 -15.07
4 DWGL 93 80 -13 -13.98
5 YULE 179 154 -25 -13.97
6 MYTX 72 63 -9 -12.50
7 INCF 82 72 -10 -12.20
8 INPP 820 720 -100 -12.20
9 ASBI 386 340 -46 -11.92
10 PALM 258 228 -30 -11.63
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 340 344 4 1.18
2 MNCN 1,445 1,420 -25 -1.73
3 POSA 322 242 -80 -24.84
4 ASII 7,450 7,100 -350 -4.70
5 IPTV 246 244 -2 -0.81
6 ANTM 895 900 5 0.56
7 BIPI 52 52 0 0.00
8 MAMI 93 94 1 1.08
9 SWAT 117 116 -1 -0.85
10 BBRI 4,550 4,520 -30 -0.66