Portal Berita Ekonomi Selasa, 12 November 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:57 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 0,81% pada level 23.520
  • 13:55 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 0,79% pada level 2.140
  • 13:54 WIB. Valas - Dollar melemah 0,05% terhadap Poundsterling pada level 1,2862 USD/Pound
  • 13:54 WIB. Valas - Dollar melemah 0,02% terhadap Euro pada level 1,1035 USD/Euro
  • 13:53 WIB. Valas - Dollar menguat 0,21% terhadap Yen pada level 109,28 Yen/USD
  • 13:53 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.451 USD/troy ounce
  • 13:52 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 62,50 USD/barel
  • 13:51 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 57,09 USD/barel
  • 12:01 WIB. IHSG - IHSG melemah -0,07% di akhir sesi I.

AI Bikin Layanan Pembayaran Non-Tunai Makin Kece

AI Bikin Layanan Pembayaran Non-Tunai Makin Kece - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Suatu malam seorang pebisnis sedang menunggu temannya di lobi sebuah hotel bintang lima. Sembari menunggu, ia memesan kudapan. Namun, bukannya memanggil pelayan restoran hotel, ia malah tampak sibuk memegang smartphone-nya, kemudian memindai kode barkot di buklet yang ternyata aplikasi chatbot. Selanjutnya, ia memesan kopi ekspresso, si chatbot pun menawarkan balik, apa ia ingin memakan sesuatu yang manis atau asin bersama pesanan kopinya? Lalu, ia mengklik "asin", dan muncullah menu pizza. Seusai memesan, ia melakukan pembayaran (dengan memasukan nomor kartu kredit). Bim salabim... beberapa menit kemudian pelayan mengantarkan pesanan.

Cerita tersebut adalah demo dari produk chatbot perusahaan pembayaran global Ingenico Group, yang menggunakan teknologi natural language processing (NLP) dari IBM Watson untuk menciptakan pengalaman unik. Chatbot ini bisa terbenam di semua aplikasi messenger, seperti WhatsApp dan sebagainya, serta memberikan layanan selama 24 jam 7 hari non-stop.

Fenomena penggunaan kecerdasaan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan mesin pembelajaran (Machine Learning) adalah gambaran arah perkembangan layanan pembayaran digital di Indonesia ke depan. Setidaknya, ada tiga manfaat penggunaan AI.

Danu Wicaksono, CEO T-Cash menyatakan, perusahaan menggunakan data analitik sebagai salah satu senjata untuk marketing campaign yang bertarget dan efisien. Dengan melakukan analisis data, perusahaan mampu melihat perilaku atau segmentasi pengguna berdasaran perilaku mereka di hari sebelumnya untuk melakukan penawaran promo ataupun produk. Misalnya saat akan menyebar promo Starbuck, ditujukan ke orang yang pernah bertransaksi di Starbuck, Coffee Bean, dan sejenisnya atau ke orang yang pernah mengunduh aplikasi Starbuck. 

Yang kedua, berhubung masih banyak pengguna T-Cash yang belum memiliki akun tabungan, banyak perbankan yang meminta data ke perusahaan untuk kebutuhan credit scoring, tentunya tetap dengan persetujuan pelanggan. Salah satu pertimbangan perbankan menilai kemampuan seseorang untuk membayar pinjaman misalnya, adalah apakah lokasi domisili seseorang sesuai dengan lokasi di KTP.

Baca Juga: Pelaku Bisnis, Gunakan Teknologi AI untuk Kurangi Biaya Operasional

Baca Juga: Kecerdasan Buatan dan Robot Siap Ambil Alih Peran Manusia di Dunia Kerja

Misalkan seseorang mengaplikasikan KPA dari Citibank, di formulir tertulis alamat domisili Tangerang. Ini bisa dikonfirmasi dengan menggunakan data yang dimiliki perusahaan untuk lebih memastikan, apakah tempat tinggalnya itu berupa indekos atau rumah pribadi. Dengan menganalisis data BTS misalnya, diketahui seseorang setiap malam berada di mana.

Manfaat ketiga mencegah fraud. Saat mengisi formulir pengajuan KPA tadi, ada kolom penghasilan, misalnya si pemohon mengisi Rp50 juta per bulan. Sementara dari data T-Cash, setelah ditelurusi ternyata penggunanaan pulsa per bulan hanya Rp50.000, lokasinya di Bekasi, serta penggunaan telefonnya ke orang-orang yang berbeda, si pemohon juga menggunakan aplikasi yang tidak kredibel, semacam aplikasi pencari jodoh, Tinder. Artinya pemohon tidak layak dan berpotensi meningkatkan NPL.

Baca Juga: 4 Tantangan Leapfrog Industri Pembayaran Digital

Terkait pencegahan fraud ini, Albert Lucius, Chief Product Officer Ovo menyatakan, pihaknya menggandeng CashShield, perusahaan manajemen fraud pertama dan satu-satunya di dunia yang sudah terotomatisasi. Dengan memanfaatkan AI, CashShield dan Ovo bisa melakukan analisis risiko serangan siber dan praktik cuci uang melalui analisis perilaku mencurigakan atau fraudulent transactions. Di sisi lain, teknologi AI juga dimanfaatkan Ovo untuk melayani konsumen lebih baik lagi.

"Contohnya, dengan menggabungkan AI dalam Big Data Ovo, kami bisa memberikan rekomendasi produk dan layanan yang lebih relevan kepada para pengguna," kata Albert.

Sementara Managing Director Go-Pay, Budi Gandasoebrata menyatakan, perusahaan terus meningkatkan kemampuan pendeteksian fraud, pencucian uang,  hingga sistem untuk pemulihan data lewat penggunaan AI dan memberlakukan kebijakan internal yang ketat untuk kontrol akses terhadap data pengguna.

Go-Jek sendiri pada 2017 lalu mengakuisisi tiga perusahaan fintech, yakni Kartuku, Midtrans, dan Mapan untuk memperkuat bisnis Go-Pay, dan di tahun ini mengakuisisi perusahaan fintech asal Filipina, Coins.ph. AI memungkinkan pengembangan promo atau produk, seperti asuransi, pinjaman, dan layanan keuangan lainnya.

Konsep AI bisa digunakan untuk dua skenario, yakni otomasi dan prediksi. Skenario otomasi diterapkan untuk mengurangi proses bisnis manual, sehingga bisa semi-otomatis menangani operasional bisnis, khususnya yang berulang. Sedangkan prediksi digunakan untuk menebak informasi dengan memahami pola perilaku data yang terekam sistem.

Algoritma machine learning sendiri bisa digunakan untuk memudahkan pelanggan menambah pilihan lender dalam berinvestasi melalui peer to peer lending. Ujungnya untuk memaksimalkan return investasi sesuai jangka waktu yang dikehendaki karena algoritma tersebut bisa memberikan gambaran potensi keuntungan yang sudah diestimasi lengkap dengan jangka waktunya. 

Baca Juga

Tag: Artificial Intelligence, Machine Learning, Mobile Payment

Penulis: Yosi Winosa

Editor: Rosmayanti

Foto: Entrepreneur.com

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,767.71 3,730.02
British Pound GBP 1.00 18,160.39 17,978.29
China Yuan CNY 1.00 2,017.49 1,996.56
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,129.30 13,988.71
Dolar Australia AUD 1.00 9,658.79 9,561.28
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,805.11 1,787.08
Dolar Singapura SGD 1.00 10,380.03 10,272.97
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,580.38 15,423.95
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,411.23 3,374.03
Yen Jepang JPY 100.00 12,944.85 12,814.87

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6148.740 -29.246 660
2 Agriculture 1415.410 17.876 20
3 Mining 1481.348 -43.290 49
4 Basic Industry and Chemicals 941.808 -7.757 75
5 Miscellanous Industry 1184.256 6.302 50
6 Consumer Goods 2070.639 -4.102 54
7 Cons., Property & Real Estate 508.975 -3.887 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1146.636 -9.799 75
9 Finance 1267.562 -2.638 90
10 Trade & Service 804.666 -3.024 165
No Code Prev Close Change %
1 KAYU 81 109 28 34.57
2 SINI 183 246 63 34.43
3 BMSR 183 246 63 34.43
4 SKYB 59 79 20 33.90
5 SWAT 89 110 21 23.60
6 ANDI 140 171 31 22.14
7 ARTA 342 410 68 19.88
8 SLIS 3,510 4,200 690 19.66
9 PGLI 128 149 21 16.41
10 YPAS 430 498 68 15.81
No Code Prev Close Change %
1 ARTO 3,080 2,310 -770 -25.00
2 OMRE 1,675 1,260 -415 -24.78
3 FORZ 675 510 -165 -24.44
4 TGRA 720 555 -165 -22.92
5 BYAN 14,400 11,600 -2,800 -19.44
6 PORT 550 454 -96 -17.45
7 PCAR 1,650 1,400 -250 -15.15
8 FIRE 1,595 1,375 -220 -13.79
9 LMSH 422 364 -58 -13.74
10 POLU 2,180 1,900 -280 -12.84
No Code Prev Close Change %
1 IPTV 540 520 -20 -3.70
2 MAMI 248 250 2 0.81
3 BBRI 3,990 4,000 10 0.25
4 KPIG 136 131 -5 -3.68
5 PTBA 2,580 2,600 20 0.78
6 BBCA 31,400 31,475 75 0.24
7 MSIN 470 470 0 0.00
8 PSAB 262 276 14 5.34
9 TCPI 4,720 4,500 -220 -4.66
10 EXCL 3,450 3,300 -150 -4.35