Portal Berita Ekonomi Sabtu, 20 Juli 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 00:05 WIB. GM - Saic Motor Corp, partner GM di China, mengalami penurunan penjualan.
  • 23:23 WIB. Mobil listrik - Toyota berpartner dengan BYD (China) untuk mobil listrik.
  • 22:59 WIB. Asahi - Asahi membeli AB InBev unit Australia senilai US$11,3 miliar.
  • 21:44 WIB. WIKA - WIKA tertarik untuk berinvestasi pada jalan tol yang siap dilelang.
  • 21:22 WIB. Oil - Brent crude futures were up 37 cents, or 0.6%, at $62.30 a barrel by 1356 GMT, having risen as high as $63.32.
  • 21:21 WIB. Oil - Brent fell 2.7% on Thursday, its fourth straight session of losses, and was set for a weekly drop of around 6%.
  • 20:32 WIB. IPCC - Jumlah penumpukan kendaraan di terminal IPCC sepanjang semester I/2019 tumbuh 7,93 persen.
  • 19:20 WIB. Filipina - Neraca pembayaran Filipina surplus US$4,79 miliar pada Q1
  • 19:06 WIB. Pertamina - Pertamina bekerja sama dengan 5 PTN untuk mengembangkan kilang nasional.
  • 18:37 WIB. Sri Lanka - Proyek lokasi wisata di Kolombo akan digarap Melcher Group dengan investasi sebesar US$4 juta
  • 18:35 WIB. PLN - PLN menargetkan rasio desa berlistrik Maluku pada 2020 sebesar 94,6 persen.
  • 18:33 WIB. Pariwisata - Badan Investasi Sri Lanka akan membangun taman hiburan di Ibukota Kolombo untuk tarik wisatawan
  • 18:18 WIB. JSMR - Jasa Marga akan mengembangkan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan.
  • 18:13 WIB. Brexit - Inggris menghapus target implementasi broadband karena Brexit.

Tumbuh 20%, PermataBank Raih Laba Bersih Rp901 Miliar di Tahun 2018

Tumbuh 20%, PermataBank Raih Laba Bersih Rp901 Miliar di Tahun 2018 - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

PT Bank Permata Tbk (PermataBank) hari ini (21/2/2019) mengumumkan laporan kinerja keuangan sepanjang tahun 2018 dengan membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp901 miliar atau tumbuh sebesar 20% (year on year/yoy). Pencapaian positif ini didukung kuat oleh pertumbuhan aset good book, peningkatan kualitas aset, pemulihan kredit bermasalah dengan cara restrukturisasi dan likuidasi, serta keberhasilan Bank untuk menjaga efisiensi biaya operasional secara disiplin.

Ridha DM Wirakusumah, Direktur Utama PermataBank, mengatakan, Bank terus berupaya meningkatkan pertumbuhan yang berkelanjutan dan hasilnya tercermin dalam beberapa pencapaian yang positif menutup tahun 2018.

"Kami berhasil mencetak pertumbuhan laba yang signifikan, laju kredit yang kuat, peningkatan kualitas aset yang membaik, tingkat likuiditas yang optimal serta rasio modal yang kuat," ujat Ridha dalam keterangan tertulis, Jakarta, Kamis (21/2/2019).

Ridha menambahkan, Kredit Bank terus bertumbuh positif dengan tetap mengutamakan nasabah yang memiliki peringkat kredit yang baik.

"Sepanjang tahun 2018 ini, Bank telah membukukan pertumbuhan kredit positif sebesar 9% (yoy) dari Rp97,6 triliun menjadi Rp106,6 triliun di posisi Des 2018, yang dikontribusi dari kedua segmen bisnis baik Retail Banking sebesar 9% dan Wholesale Banking sebesar 10%.  Dari sisi kualitas aset produktif, pertumbuhan kredit difokuskan pada portofolio kredit yang berkualitas baik, sehingga rata-rata tertimbang credit grade portofolio kredit korporasi mengalami perbaikan secara signifikan," tambahnya.

Lebih lanjut Ridha memaparkan, di tengah tantangan tren peningkatan suku bunga acuan dan ketatnya persaingan dalam industri yang terjadi sepanjang tahun 2018, Bank mampu meningkatkan pendapatan bunga bersih (Net Interest Income–NII) sebesar 3% menjadi Rp5,6 triliun pada akhir Q4 2018 terutama disebabkan oleh membaiknya kualitas asset dan pengelolaan struktur asset dan liabilitas yang lebih baik, sehingga Bank mampu memperbaiki kinerja rasio NIM menjadi 4,1% ditahun 2018 dibandingkan 4,0% di tahun sebelumnya.

"Hal ini dicapai melalui strategi manajemen likuiditas yang baik untuk mengendalikan biaya dana," ungkap Ridha.

Ridha menyebutkan laba sebelum pajak Bank mengalami peningkatan 28% (yoy) menjadi Rp1,2 triliun yang terutama disebabkan oleh biaya pencadangan kredit lebih rendah 46% di tahun 2018 menjadi sebesar Rp1,7 trilyun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp3,1 triliun yang menunjukkan kualitas aset bank yang semakin sehat. Penurunan biaya pencadangan kredit dikontribusikan oleh pertumbuhan kredit yang sehat dan keberhasilan Bank dalam upaya penagihan, penyelesaian dan likuidasi kredit bermasalah dengan imbal hasil yang lebih baik.

Dalam hal perbaikan kualitas asset, lanjutnya, Bank terus menjaga rasio NPL dibawah ketentuan regulator. Rasio NPL gross dan NPL net per Des 2018 membaik menjadi 4,4% dan 1,7% dibandingkan dengan Des 2017 sebesar 4,6% dan 1,7%. Perbaikan NPL dicapai dengan adanya restrukturisasi kredit bermasalah, penghapusan kredit, penjualan sebagian kredit NPL dan pertumbuhan kredit good book.

"Bank terus mempertahankan prinsip kehati-hatian dalam pembentukan biaya cadangan kredit dengan NPL coverage ratio sebesar 176% di tahun 2018.  Penurunan NPL coverage ratio dibandingkan tahun lalu selaras dengan keberhasilan upaya penyelesaian kredit bermasalah secara bertahap.  Secara umum NPL coverage ratio sebesar 176% masih dalam kisaran tinggi dibandingkan dengan rasio industri," ujarnya.

Posisi permodalan Bank juga tetap kuat ditunjukkan dari rasio Common Equity Tier 1 (CET-1) dan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 17,6% dan 19,4% meningkat dibandingkan angka dari 2017 sebesar 15,2% dan 18,1%. Penguatan modal terutama dikontribusikan oleh divestasi anak perusahaan (PT Astra Sedaya Finance) dan peningkatan profitabilitas.

Dalam platform digital, kata Ridha, Bank juga telah membuat kemajuan signifikan dengan semakin memperkuat posisi kepemimpinannya dalam banyak aspek, melalui peluncuran PermataMobile X.

"Dikemas dengan lebih dari 200 fitur, PermataMobile X adalah satu-satunya Super App mobile banking di pasar yang memberikan user experience yang optimal dan sesuai aspirasi Bank untuk menjadi Bank yang simple, fast & reliable. Peluncuran API banking semakin sukses memposisikan Bank dalam peta ekonomi digital baru yang memberikan kemudahan yang terintegrasi dan berkontribusi sebagai sumber pendapatan baru bagi Bank," pungkasnya.

Tag: PT Bank Permata Tbk (PermataBank), Perbankan

Penulis/Editor: Kumairoh

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,728.00 3,690.58
British Pound GBP 1.00 17,543.07 17,366.04
China Yuan CNY 1.00 2,037.30 2,016.90
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,983.00 13,843.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,884.58 9,784.23
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,789.94 1,771.79
Dolar Singapura SGD 1.00 10,307.39 10,202.68
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,750.45 15,588.60
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,403.02 3,366.49
Yen Jepang JPY 100.00 13,003.81 12,872.42

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6456.539 53.245 652
2 Agriculture 1359.948 0.169 21
3 Mining 1656.555 1.125 49
4 Basic Industry and Chemicals 836.222 20.201 72
5 Miscellanous Industry 1262.035 -2.850 49
6 Consumer Goods 2419.754 33.936 53
7 Cons., Property & Real Estate 497.831 2.310 80
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1241.954 8.326 74
9 Finance 1325.581 8.757 91
10 Trade & Service 819.503 2.647 163
No Code Prev Close Change %
1 POLU 1,260 1,575 315 25.00
2 PAMG 416 520 104 25.00
3 GLOB 505 630 125 24.75
4 PICO 486 605 119 24.49
5 KIOS 520 630 110 21.15
6 FUJI 123 143 20 16.26
7 ASBI 340 384 44 12.94
8 ARKA 1,035 1,165 130 12.56
9 TMPO 162 180 18 11.11
10 IKBI 274 298 24 8.76
No Code Prev Close Change %
1 KBLV 436 390 -46 -10.55
2 KAYU 498 448 -50 -10.04
3 IIKP 62 57 -5 -8.06
4 SRAJ 310 286 -24 -7.74
5 SAPX 745 690 -55 -7.38
6 MINA 1,400 1,300 -100 -7.14
7 NICK 266 248 -18 -6.77
8 PBSA 760 710 -50 -6.58
9 TNCA 324 304 -20 -6.17
10 DSFI 135 127 -8 -5.93
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 350 352 2 0.57
2 BHIT 81 85 4 4.94
3 MNCN 1,365 1,435 70 5.13
4 IPTV 242 248 6 2.48
5 BPTR 97 104 7 7.22
6 POSA 214 204 -10 -4.67
7 BDMN 4,840 5,100 260 5.37
8 ANTM 950 940 -10 -1.05
9 LPKR 278 284 6 2.16
10 BBRI 4,450 4,480 30 0.67