Portal Berita Ekonomi Senin, 25 Maret 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:58 WIB. Bitcoin - Dubai hadirkan ATM bitcoin pertama di dunia. 
  • 19:21 WIB. LinkAja - Menteri BUMN sosialisasikan LinkAja ke masyarakat Tebing Tinggi, Sumatra Utara. 
  • 18:45 WIB. Boeing - Lion Air resmi hentikan operasi Boeing 747-400. 
  • 18:35 WIB. Politik - 200 pendukung Prabowo pindah jadi dukung Jokowi. 
  • 18:24 WIB. Rupiah - BI perkirakan nilai tukar rupiah akan stabil sepanjang tahun 2019.
  • 18:23 WIB. E-Commerce - Tahun 2023, bisnis e-commerce diprediksi tembus Rp25.000 triliun.

Benarkah Impor Gandum Pakan untuk Pengganti Jagung?

Benarkah Impor Gandum Pakan untuk Pengganti Jagung? - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Kementerian Pertanian melalui Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmit, mengklarifikasi kekeliruan informasi bahwa terjadi impor gandum untuk menggantikan impor jagung pakan yang terus dibatasi Pemerintah.

"Impor gandum pakan bukan sebagai pengganti jagung, melainkan sebagai salah satu komponen formula pakan ternak, karena gandum tidak diproduksi di dalam negeri," kata Ketut Diarmita di Jakarta, Kamis (21/2/2019).

Baca Juga: Dua Tahun, Kerugian Ekonomi Akibat Pengendalian Impor Jagung Capai Rp52,16 Triliun

Diarmita menjelaskan pengaturan pemasukan bahan pakan ternak asal tumbuhan, termasuk gandum, telah diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 57 Tahun 2015.

Ia merinci rekomendasi impor gandum sebagai bahan pakan ternak yang diterbitkan oleh Kementerian Pertanian dari tahun 2011 sampai dengan 2018 sebagai berikut. Berdasarkan data dari Direktur Pakan

- Tahun 2011 impor gandum untuk bahan pakan ternak sebanyak 80.078,7 MT (Metrik Ton);

- Tahun 2012 impor gandum sebanyak 63.195,1 MT;

- Tahun 2013 sebanyak 63.741,4 MT;

- Tahun 2014 sebanyak 104.555,0 MT;

- Tahun 2015 sebanyak 240.015,5 MT;

- Tahun 2016 sebanyak 2.150.094,9 MT'

- Tahun 2017 sebanyak 186.363,04 MT.

"Untuk tahun 2018, rekomendasi pemasukan gandum sebagai bahan pakan ternak tidak ada. Karena tidak ada perusahaan pakan ternak yang mengajukan permohonan impor gandum," kata dia.

Sementara itu, rekomendasi impor jagung untuk bahan pakan yang diterbitkan oleh Kementerian Pertanian pada tahun 2011 sebanyak 3.076.375 MT, tahun 2012 sebanyak 1.537.501,8 MT, tahun 2013 sebanyak 2.955.840,3 MT, tahun 2014 sebanyak 3.164.061,0 MT, tahun 2015 sebanyak 2.741.966,2 MT, tahun 2016 sebanyak 884.679 MT.

Adapun pada 2017 tidak ada impor jagung untuk bahan pakan ternak, sedangkan pada 2018, pemerintah melalui Rakortas merencanakan impor jagung sebanyak 180.000 ton melalui penugasan Perum Bulog. Namun sesuai data Perum Bulog, realisasasi impor hingga 20 Februari 2019 sebanyak 98.600 ton.

Ia menambahkan sesuai Permendag No. 21 Tahun 2018 tentang Ketentuan Impor Jagung, bahwa sejak dikeluarkan Permendag tersebut, Kementerian Pertanian tidak lagi menerbitkan rekomendasi pemasukan jagung sebagai bahan pakan ternak.

Baca Juga: Hingga 2030, Indonesia Tak Bisa Lepas dari Impor Jagung, Kata Peneliti

I Ketut Diarmita menyampaikan pada tahun 2016 memang terjadi peningkatan impor gandum untuk bahan pakan ternak sebagai langkah mitigasi resiko. Hal itu karena program peningkatan produksi jagung sedang dalam tahap awal dan pihak pabrik pakan sedang menyiapkan berbagai infrastruktur untuk menyerap jagung lokal.

Ia juga menjelaskan bahwa importasi gandum pakan ternak mengalami penurunan pada tahun 2017. Bahkan, tahun 2018 Kementerian Pertanian tidak lagi menerbitkan rekomendasi pemasukan gandum sebagai bahan pakan ternak.

"Ini artinya pernyataan bahwa perusahaan pakan mengimpor gandum sebagai bahan pakan sebesar 3,1 juta ton pada tahun 2017 tidaklah benar," tegas Diarmita.

Tag: Impor, Jagung, Kementerian Pertanian (Kementan)

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Antara/Mohamad Hamzah

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,794.23 3,755.47
British Pound GBP 1.00 18,692.75 18,500.55
China Yuan CNY 1.00 2,125.36 2,104.15
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,228.00 14,086.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,103.30 10,001.06
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,813.38 1,795.26
Dolar Singapura SGD 1.00 10,546.29 10,439.49
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,182.93 16,018.60
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,506.16 3,466.90
Yen Jepang JPY 100.00 12,850.43 12,718.74

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6525.274 23.498 629
2 Agriculture 1490.781 9.164 21
3 Mining 1887.862 3.129 47
4 Basic Industry and Chemicals 910.367 -5.244 71
5 Miscellanous Industry 1284.891 0.529 46
6 Consumer Goods 2663.462 4.407 52
7 Cons., Property & Real Estate 465.570 -1.138 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1170.915 5.940 72
9 Finance 1263.236 12.361 91
10 Trade & Service 828.467 0.865 155
No Code Prev Close Change %
1 COCO 420 525 105 25.00
2 GLOB 352 440 88 25.00
3 CAKK 270 326 56 20.74
4 ECII 825 990 165 20.00
5 SMMA 7,700 9,000 1,300 16.88
6 TGKA 3,010 3,500 490 16.28
7 ANDI 1,605 1,805 200 12.46
8 FISH 3,400 3,760 360 10.59
9 LPLI 135 149 14 10.37
10 BKSW 175 193 18 10.29
No Code Prev Close Change %
1 SIMA 224 168 -56 -25.00
2 KICI 310 260 -50 -16.13
3 IDPR 735 640 -95 -12.93
4 PYFA 198 177 -21 -10.61
5 ATIC 990 895 -95 -9.60
6 JMAS 895 810 -85 -9.50
7 LAND 1,085 1,010 -75 -6.91
8 MTSM 240 224 -16 -6.67
9 UNIT 242 226 -16 -6.61
10 AKSI 400 374 -26 -6.50
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 101 97 -4 -3.96
2 HOME 102 102 0 0.00
3 GGRM 88,000 85,900 -2,100 -2.39
4 BBRI 3,980 4,060 80 2.01
5 TLKM 3,800 3,820 20 0.53
6 INKP 10,200 9,800 -400 -3.92
7 FREN 308 328 20 6.49
8 CTRA 975 1,030 55 5.64
9 UNTR 27,800 28,000 200 0.72
10 GIAA 555 555 0 0.00