Portal Berita Ekonomi Rabu, 24 April 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 00:10 WIB. Blue Bird - Blue Bird beli taksi listrik Tesla di importir umum.
  • 00:09 WIB. Tesla - Taksi robot Tesla meluncur tahun depan.
  • 00:09 WIB. Twitter - Twitter sebut tak hilangkan trending topic tertentu.
  • 00:07 WIB. Go-Food - Go-Food kini punya 400 ribu mitra pedagang makanan.
  • 23:55 WIB. CIA - CIA bakal punya akun Instagram.
  • 23:54 WIB. Go-Viet - Mantan bos Facebook Vietnam, Christy Trang Le kini pimpin Go-Viet.
  • 23:53 WIB. Apple - Apple setor Rp422 miliar ke Amazon tiap bulan.
  • 23:52 WIB. Grab - Aplikasi Grab segera hadirkan fitur travel.
  • 23:52 WIB. Realme - Realme C2 meluncur di India, harganya mulai Rp1,2 jutaan.
  • 23:50 WIB. Samsung - Samsung siapkan dua penerus Galaxy Fold yang lebih besar.
  • 23:34 WIB. Tesla - Tesla mau bikin saingan Uber, pakai kendaraan otonom bernama robotaxi.¬†
  • 23:17 WIB. Panasonic - Panasonic luncurkan mirorrless anyar full-frame¬†Lumix seri S.
  • 23:02 WIB. Samsung - Samsung tunda peluncuran global Galaxy Fold.
  • 22:53 WIB. Xiaomi - Xiaomi rilis Redmi 7 di Indonesia, harganya mulai Rp1 jutaan.
  • 22:39 WIB. iPhone - iPhone 5G bakal meluncur tahun depan.

2018, PGN Raup Laba Bersih Rp4,34 Triliun

2018, PGN Raup Laba Bersih Rp4,34 Triliun - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

PT Perusahaaan Gas Negara Tbk atau PGN meraup laba bersih sebesar Rp4,34 triliun pada periode 2018. Sejalan dengan hasil positif tersebut, PGN sebagai subholding gas setelah mengakuisisi PT Pertamina Gas (Pertagas), optimistis mampu menjaga kinerja positif pada masa mendatang.

Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama, mengatakan sepanjang 2018 PGN membukukan pendapatan US$3,87 miliar atau meningkat dibandingkan 2017 sebesar US$3,57 miliar. Pendapatan emiten berkode PGAS tersebut, terutama diperoleh dari hasil penjualan gas sebesar US$2,79 miliar dan penjualan migas US$585 juta. Sedangkan laba operasi konsolidasi selama 2018 mencapai US$645 juta.

"Alhasil, PGN mampu mengoleksi laba bersih sebesar US$304,9 juta atau ekuivalen Rp4,34 triliun. Dengan torehan itu, EBITDA meningkat menjadi US$1,19 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya US$1,08 miliar," kata Rachmat di Jakarta, Kamis (21/2/2019).

Baca Juga: Sinergi PGN-Pertagas Luncurkan Merek The Gas

PGN mengakuisisi 51% kepemilikan saham pada PT Pertagas dari PT Pertamina (Persero) pada 28 Desember 2018. Transaksi akuisisi ini dibukukan dengan menggunakan metode penyatuan kepemilikan sesuai dengan PSAK 38 "Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali" karena PGN dan Pertagas merupakan entitas sepengendali di bawah Pertamina.

"Kami melakukan berbagai upaya efisiensi sehingga mampu mencetak laba di tengah kondisi perekonomian yang sedang mengalami perlambatan," katanya.

Di sisi lain, Rachmat mengungkapkan PGN ke depan tetap optimis meraup hasil positif. Terlebih lagi, selaku subholding gas, PGN mengelola mayoritas infrastruktur transmisi dan distribusi gas bumi.

"Dengan begitu, PGN akan jauh lebih efisien serta terjadi penguatan pada rantai bisnis," ungkapnya.

Selama periode  2018, PGN menyalurkan gas bumi sebesar 3.102 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) dengan rincian distribusi 963 MMSCFD dan transmisi 2.139 MMSCFD.

Rachmat mengatakan, meskipun kondisi perekonomian mengalami perlambatan, PGN akan terus membangun infrastruktur gas untuk memperluas pemanfaatan gas nasional bagi masyarakat.

Pada 2018, infrastruktur pipa gas PGN bertambah 2.456 km dan saat ini mencapai 9.909 km atau setara 95 persen dari jaringan pipa gas bumi hilir nasional.

Dari infrastruktur tersebut, PGN telah menyalurkan gas bumi ke 1.739 pelanggan industri manufaktur dan pembangkit listrik, 1.984 pelanggan komersial yakni hotel, restoran, dan rumah sakit, serta usaha kecil menengah (UKM), dan 177.710 pelanggan rumah tangga yang dibangun dengan investasi PGN.

Saat ini, PGN juga telah mengelola dan menyalurkan gas bumi untuk sektor transportasi melalui 10 stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) dan 4 mobile refueling unit (MRU).

Baca Juga: Bangun 1,2 Juta Jargas, PGN Investasi Rp12 Triliun

"Investasi infrastruktur pipa gas bumi yang dibangun PGN hampir seluruhnya tidak mengandalkan APBN, sehingga tidak membebani negara. PGN terus berkomitmen memperluas pemanfaatan gas bumi dengan membangun infrastruktur gas bumi di berbagai daerah," ungkap Rachmat.

Sejumlah proyek infrastruktur juga sedang digarap PGN, mulai dari pipa gas transmisi Duri-Dumai sepanjang 67 km termasuk pipa distribusi gas di Dumai sepanjang 56 km.

Selain itu, PGN juga sedang menggarap proyek pipa di Purwakarta-Subang dan jargas kota di Dumai, Karawang, Purwakarta, Cirebon, Bojonegoro, Lamongan, Pasuruan, Probolinggo, Kutai Kartanegara, Banggai, Aceh Utara, Palembang, Jambi, Depok, Bekasi, Kabupaten Mojokerto, Kota Mijokerto dan Kabupaten Wajo.

Pengembangan infrastruktur jargas itu sesuai amanah Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2019 tentang Penyediaan dan Pendristribusian Gas Bumi melalui Jaringan Transmisi dan/atau Distribusi Gas Bumi Untuk Rumah Tangga dan Pelanggan Kecil.

PGN siap mengemban tugas negara tersebut, terlebih kini berstatus sebagai subholding gas dan telah menyiapkan proposal untuk program pengembangan jargas tersebut. Proposal itu, ungkap Rachmat, sesuai target tambahan sebanyak 4,7 juta sambungan baru sampai 2025. Rachmat menjelaskan target tersebut telah disesuaikan dengan rencana Kementerian ESDM.

"Di dalamnya sudah ada penjelasan  detil dengan rincian lokasi-lokasi yang akan kami pasang pipa jargas," pungkasnya.

Tag: PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), Migas

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Antara/Muhammad Adimaja

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,773.33 3,735.70
British Pound GBP 1.00 18,375.19 18,187.78
China Yuan CNY 1.00 2,109.36 2,088.49
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,150.00 14,010.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,087.54 9,986.33
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,803.65 1,785.69
Dolar Singapura SGD 1.00 10,436.64 10,331.86
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,920.17 15,755.65
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,426.15 3,388.15
Yen Jepang JPY 100.00 12,659.93 12,531.31

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6462.822 48.079 632
2 Agriculture 1471.418 6.415 21
3 Mining 1816.490 35.325 47
4 Basic Industry and Chemicals 835.511 4.182 71
5 Miscellanous Industry 1327.492 19.942 46
6 Consumer Goods 2506.880 31.053 52
7 Cons., Property & Real Estate 491.243 -0.634 75
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1162.999 14.156 73
9 Finance 1303.709 2.892 91
10 Trade & Service 815.278 5.604 156
No Code Prev Close Change %
1 HRME 466 580 114 24.46
2 ABBA 147 169 22 14.97
3 LUCK 840 960 120 14.29
4 BCAP 149 170 21 14.09
5 ALMI 525 595 70 13.33
6 CNTX 505 570 65 12.87
7 GSMF 110 123 13 11.82
8 JSKY 1,080 1,200 120 11.11
9 ZINC 555 615 60 10.81
10 MYTX 75 83 8 10.67
No Code Prev Close Change %
1 TRIS 266 200 -66 -24.81
2 ARTA 535 406 -129 -24.11
3 MTPS 1,210 920 -290 -23.97
4 CPRI 168 131 -37 -22.02
5 TRIO 155 121 -34 -21.94
6 IIKP 125 99 -26 -20.80
7 MTSM 238 202 -36 -15.13
8 BBLD 565 480 -85 -15.04
9 GHON 1,500 1,275 -225 -15.00
10 MKPI 17,175 15,000 -2,175 -12.66
No Code Prev Close Change %
1 CPRI 168 131 -37 -22.02
2 BGTG 82 83 1 1.22
3 TLKM 3,780 3,850 70 1.85
4 TRAM 111 112 1 0.90
5 ABBA 147 169 22 14.97
6 FREN 312 298 -14 -4.49
7 BUMI 113 125 12 10.62
8 ERAA 1,495 1,585 90 6.02
9 UNTR 26,075 27,200 1,125 4.31
10 ESTI 109 100 -9 -8.26