Portal Berita Ekonomi Minggu, 27 September 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Pekan Ketiga Februari, BI Prediksi Deflasi 0,07%

Pekan Ketiga Februari, BI Prediksi Deflasi 0,07%
WE Online, Jakarta -

Survei Pemantauan Harga (SPH) Bank Indonesia (BI) menyimpulkan bahwa Indeks Harga Konsumen (IHK) pada pekan ketiga Februari 2019 terjadi deflasi sebesar 0,07% secara bulanan (month to month/mtm).

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, perkembangan harga-harga tetap terkendali bardasarkan SPH yang dilakukan oleh 46 kantor perwakilan BI di seluruh daerah Indonesia.

"Survei pemantauan harga yang kami lakukan sampai dengan minggu ketiga ini, kami perkirakan Februari akan terjadi deflasi. Deflasi sebesar 0,07% mtm. Kalau dihitung year on year (yoy) perkiraan kami Februari 2019 berdasarkan pemantauan harga tadi adalah (inflasi) 2,58% yoy," ujar Perry di Jakarta, Jumat (22/2/2019).

Angka tersebut, kata Perry, jauh lebih rendah dibandingkan realisasi inflasi Januari 2019 yang sebagaimana diketahui terjadi inflasi 0,32% mtm. Sementara secara tahunan, di Januari terjadi inflasi 2,82% dan Februari pekan ketiga inflasi 2,58%.

Terjadinya deflasi pada pekan ketiga Februari 2019, lanjut Perry, karena semua harga terkendali, bahkan mengalami penurunan. Deflasi tercatat di sejumlah kelompok harga pangan bergejolak (volatile food) seperti cabai merah yang mengalami deflasi minus 0,07%. Demikian juga daging ayam ras, bawang merah deflasi 0,06%, dan telur ayam ras minus 0,05%.

"Dan demikian juga sejumlah komoditas lain. Cabai rawit juga minus 0,02%. Bensin deflasi minus 0,07%, khusunya untuk BBM yang nonsubsidi karena harga minyak dunia turun," tambah Perry.

Baca Juga: Bank Indonesia Sebut Izin LinkAja Masuk Tahap Akhir

Baca Juga: Pekan Pertama Februari, Inflasi Diperkirakan Turun

BI mengklaim inflasi inti juga menunjukkan tren yang rendah dan terkendali kendati Bank Sentral belum bisa menjabarkannya. Inflasi inti yang rendah terutama karena kebutuhan dari kenaikan permintaan dalam negeri masih dapat dipenuhi dari pasokan.

"Jadi, kalau lihat dari agregat supply atau penawaran, agregat itu masih lebih tinggi dari penawaran permintaan agregat atau output gap itu masih negatif. Sehingga, meskipun permintaan naik, kami tidak melihat adanya tekanan-tekanan inflasi inti dari permintaan," jelas Perry.

Kemudian inflasi dari luar negeri, baik karena rupiah maupun imported inflation itu tetap rendah. Sehingga, semuanya mendukung inflasi inti yang terkendali.

Dengan perkembangan tersebut, BI meyakini inflasi secara keseluruhan tahun akan lebih rendah dari sasaran BI yang sebesar 3,5 plus minus 1%. "Dari sisi dua indikator tadi menunjukkan bahwa harga-harga terkendali, harga pangan maupun inflasi inti, sehingga akhir tahun ini perkiraan kami inflasi akan lebih rendah dari 3,5%," tutupnya.

Baca Juga

Tag: Deflasi, Inflasi, Bank Indonesia (BI)

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Rosmayanti

Foto: Fajar Sulaiman

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,006.12 3,966.15
British Pound GBP 1.00 19,168.36 18,971.68
China Yuan CNY 1.00 2,205.71 2,183.67
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,025.76 14,876.25
Dolar Australia AUD 1.00 10,606.68 10,498.17
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,938.76 1,919.44
Dolar Singapura SGD 1.00 10,934.19 10,821.45
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,536.56 17,356.12
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,607.63 3,568.30
Yen Jepang JPY 100.00 14,243.78 14,100.71
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4945.791 103.035 707
2 Agriculture 1137.608 23.110 24
3 Mining 1330.114 20.962 47
4 Basic Industry and Chemicals 706.280 14.201 80
5 Miscellanous Industry 871.512 36.945 53
6 Consumer Goods 1841.021 34.944 60
7 Cons., Property & Real Estate 342.335 3.912 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 803.559 4.621 79
9 Finance 1072.260 31.539 94
10 Trade & Service 623.467 4.558 175
No Code Prev Close Change %
1 FIRE 200 270 70 35.00
2 BOSS 92 123 31 33.70
3 INAF 2,330 2,910 580 24.89
4 PYFA 765 955 190 24.84
5 PEHA 1,170 1,460 290 24.79
6 KBAG 77 96 19 24.68
7 KAEF 2,310 2,880 570 24.68
8 NIKL 590 735 145 24.58
9 INTD 153 187 34 22.22
10 GMFI 68 83 15 22.06
No Code Prev Close Change %
1 ALKA 230 214 -16 -6.96
2 SBAT 288 268 -20 -6.94
3 PLIN 2,740 2,550 -190 -6.93
4 ROCK 1,515 1,410 -105 -6.93
5 WICO 505 470 -35 -6.93
6 TUGU 1,595 1,485 -110 -6.90
7 AIMS 145 135 -10 -6.90
8 MTPS 408 380 -28 -6.86
9 DPUM 73 68 -5 -6.85
10 EMTK 7,325 6,825 -500 -6.83
No Code Prev Close Change %
1 BRIS 725 770 45 6.21
2 BBRI 3,030 3,160 130 4.29
3 TLKM 2,730 2,690 -40 -1.47
4 DEAL 160 187 27 16.88
5 BBCA 27,225 28,050 825 3.03
6 TOWR 1,005 1,020 15 1.49
7 FIRE 200 270 70 35.00
8 SMBR 410 500 90 21.95
9 PURA 138 131 -7 -5.07
10 KAEF 2,310 2,880 570 24.68