Portal Berita Ekonomi Selasa, 17 September 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 17:59 WIB. China - Pendapatan fiskal China naik 3,2% (y on y) pada Januari-Agustus
  • 16:33 WIB. China - SF Airline luncurkan layanan kargo antar benua pertama dan terpanjang ke Frankfurt
  • 16:16 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 naik 0,17% dari pembukaan pada level 7.332
  • 16:14 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.497 $/ons
  • 16:13 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 68,78 $/barel
  • 16:13 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 62,46 $/barel
  • 16:12 WIB. Bursa - Indeks Strait Times ditutup melemah 0,65% pada level 3.183
  • 16:11 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat tipis 0,01% pada level 2.062
  • 16:10 WIB. Bursa - Shanghai Composite Index ditutup melemah 1,74% pada level 2.978
  • 16:09 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup menguat 0,06% pada level 22.001
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup melemah 1,23% pada level 26.790
  • 16:07 WIB. Valas - Dollar menguat 0,38% terhadap Yuan pada level 7,09 Yuan/Dollar
  • 16:06 WIB. Valas - Dollar menguat 0,05% terhadap Yen pada level 108,17 Yen/Dollar
  • 16:05 WIB. Valas - Dollar menguat 0,20% terhadap Poundsterling pada level 1,2406 $/Pound 
  • 16:04 WIB. Valas - Dollar melemah 0,12% terhadap Euro pada level 1,1014 $/Euro

Perjuangan WIKA Membangun di Pedalaman Papua, Aslinya 'Keren Banget'

Perjuangan WIKA Membangun di Pedalaman Papua, Aslinya 'Keren Banget' - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

PT Wijaya Karya (Persero) tbk (WIKA) bergerak cepat membangun infrastruktur jalan dan jembatan gantung untuk penanganan darurat bencana virus campak dan gizi buruk di Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Provinsi Papua Barat.

Beratnya medan dan bentang alam di wilayah itu, berimplikasi pada proses pembangunan infrastruktur. Namun hal tersebut tidak menyurutkan untuk terus menyelesaikan proyek kemanusian tersebut.

Baca Juga: Banyak Peminat, Wika Usulkan Aturan Produk Perpetual ke OJK

Manajer Proyek Pembangunan Infrastruktur Jalan dan Jembatan, Eko Suranto Putro, menyebut setidaknya ada tiga hal yang menjadi tantangan mendasar dan harus dijawab solutif agar proyek ini dapat selesai sesuai target.

"Pertama, kondisi tanah rawa yang dijumpai di hampir seluruh daerah ini, membuat pemenuhan kebutuhan air bersih menjadi sangat sulit," ujarnya seperti rilis WIKA ke wartaekonomi.co.id di Jakarta, Sabtu 23 Februari 2019.

 

Kemudian, tantangan berikutnya yang dihadapi  adalah bagaimana diperlukannya effort untuk mendistribusikan material beton precast sejak diproduksi di PPB WIKA Beton Pasuruan sampai ke area Asmat.

Ketiga, dalam hubungannya dengan distribusi beton precast dari PPB WTON Pasuruan menuju titik nol lokasi pemasangan dengan memanfaatkan sungai sebagai penghubung. Namun demikian, sungai di wilayah itu memiliki draf atau kedalaman yang rendah dan sangat terpengaruh terpengaruh arus pasang surut.

"Sehingga hanya kapal bermuatan kecil saja yang bisa masuk," katanya.

 

Untuk menyelesaikan masalah tersebut, lanjut Eko, manajemen proyek mencari jalan keluar. Bahkan menstimulan lahirnya kreativitas-kreativitas baru di tengah keterbatasan. Misalnya, penyediaan air bersih terkait pengecoran beton.

"Manajemen proyek dengan cekatan membuat bak-bak, kolam penampungan air hujan yang tersebar merata di lokasi proyek. Selain itu, sebagai alternatif, tim juga akan melakukan pembelian air bersih di distrik lain menggunakan kapal kayu," jelasnya.

 

Melalui kerja sama dengan ekspedisi kapal kargo berkapasitas 2.400 ton, langsung menuju Pelabuhan Agats. Setelah tiba, material precast dipindahkan terlebih dahulu ke LCT (landing craft tank), kemudian masuk ke sungai menuju area pekerjaan.

Pembongkaran dilakukan tidak menggunakan waktu normal sebagaimana pembongkaran barang pada umumnya. Mengingat dan mempertimbangkan material precast memiliki bobot yang berat, maka untuk memudahkan proses pemindahannya dilakukan saat kondisi sungai pasang yaitu pada rentang  jam 2 dini hari.

 

Untuk mekanisme langsir precast dengan bobot yang berat ke area pemasangan di tanah yang lunak. Manajemen Proyek WIKA menerapkan dua metode efektif. Pertama, untuk area yang kosong tim WIKA menggunakan excavator. Kedua, tim proyek berinisiasi membuat portal baja yang dapat beroperasi pada rel baja (rel dijepit pada tiang yang sudah terpancang).

Menurut Eko, pembangunan yang dilakukan di pedalaman Asmat, menunjukkan kiprah WIKA membangun Indonesia adalah nyata. Melalui pembangunan secara merata di daerah tertinggal, terluar, dan terdepan seperti di Kabupaten Asmat, WIKA sejatinya menggerakan masyarakat setempat untuk lebih mandiri, berdaya saing, bersinergi sehingga kelak dapat berdikari.

Tag: PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (Wika), PT Wijaya Karya Beton Tbk (Wika Beton)

Penulis/Editor: Irfan Mualim

Foto: Dokumentasi WIKA

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,778.03 3,739.77
British Pound GBP 1.00 17,598.96 17,421.21
China Yuan CNY 1.00 2,003.53 1,983.46
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,171.00 14,029.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,700.05 9,600.04
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,811.94 1,793.53
Dolar Singapura SGD 1.00 10,297.94 10,192.53
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,607.94 15,445.93
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,394.25 3,356.22
Yen Jepang JPY 100.00 13,109.16 12,975.40

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6236.690 17.255 653
2 Agriculture 1401.290 40.171 21
3 Mining 1677.442 -1.658 49
4 Basic Industry and Chemicals 892.715 -1.823 72
5 Miscellanous Industry 1156.368 -32.269 49
6 Consumer Goods 2234.077 11.452 53
7 Cons., Property & Real Estate 497.631 1.437 81
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1214.642 17.931 75
9 Finance 1252.622 4.164 90
10 Trade & Service 806.759 0.554 163
No Code Prev Close Change %
1 TFAS 180 278 98 54.44
2 OKAS 193 260 67 34.72
3 ITIC 1,000 1,250 250 25.00
4 ETWA 82 96 14 17.07
5 JSKY 720 840 120 16.67
6 KOTA 478 550 72 15.06
7 KARW 91 102 11 12.09
8 YELO 134 150 16 11.94
9 MINA 2,300 2,570 270 11.74
10 BMSR 100 110 10 10.00
No Code Prev Close Change %
1 SDRA 800 675 -125 -15.62
2 TFCO 635 545 -90 -14.17
3 TRST 400 360 -40 -10.00
4 JAWA 124 112 -12 -9.68
5 LPLI 158 144 -14 -8.86
6 INTD 159 145 -14 -8.81
7 MPRO 790 725 -65 -8.23
8 AHAP 62 57 -5 -8.06
9 BUKK 1,770 1,630 -140 -7.91
10 GLOB 420 390 -30 -7.14
No Code Prev Close Change %
1 IPTV 540 540 0 0.00
2 MAMI 130 139 9 6.92
3 MNCN 1,285 1,275 -10 -0.78
4 MSIN 466 466 0 0.00
5 TFAS 180 278 98 54.44
6 BMTR 364 354 -10 -2.75
7 HMSP 2,290 2,330 40 1.75
8 PGAS 2,050 2,180 130 6.34
9 GGRM 54,600 54,625 25 0.05
10 ERAA 1,860 1,980 120 6.45