Portal Berita Ekonomi Sabtu, 20 April 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 05:57 WIB. Eredivisie Belanda - Heracles 2 vs 1 SC Heerenveen
  • 05:55 WIB. Ligue 1 Prancis - Lyon 2 vs 1 Angers
  • 05:54 WIB. Ligue1 Prancis - Dijon 3 vs 2 Rennes
  • 05:53 WIB. LaLiga Spanyol - Deportivo Alaves 2 vs 2 Real Valladolid

Kebijakan Jokowi Perlu Ditelusuri, Soal Apa?

Kebijakan Jokowi Perlu Ditelusuri, Soal Apa? - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menilai kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyalurkan sejumlah bantuan sosial jelang Pilpres 2019 perlu dipertanyakan.

Juru Debat BPN Prabowo-Sandi, Saleh Partaonan Daulay, mengatakan motif Jokowi membagikan sejumlah bantuan sosial, seperti yang terbaru yakni pencairan dana Program Keluarga Harapan (PKH) yang digagas Kemensos pada awal April 2019 tersebut patut ditelusuri.

Baca Juga: 'Ngapain Kubu Prabowo Rahasiakan?'

"Walau percepatan pencairan itu disenangi masyarakat, tapi motif percepatan pencairan itu perlu ditelusuri. Apakah murni sesuai dengan agenda program atau ada motif politik di baliknya,"  ujarnya di Jakarta, Sabtu (23/2/2019).

Baca Juga: Jurnalis Peliput Munajat 212 Dicekik Hingga Diseret, IJTI 'Berang'

Menurut BPN Prabowo-Sandi, bukan dana PKH saja yang akan dibagikan Jokowi jelang Pilpres.

"Selain PKH, bantuan beasiswa, BPJS kesehatan, Kelompok Usaha Bersama (Kube), dan masih banyak lagi," imbuhnya.

Baca Juga: Janji Prabowo Turunkan Harga Beras hingga Telur Bakal 'Ugal-Ugalan'?

Saleh menambahkan, dana yang dikeluarkan untuk bantuan berasal dari APBN, bukan berasal dari pribadi Jokowi. Karena itu, pihaknya berharap masyarakat tidak merasa berutang budi pada bantuan yang diberikan pemerintahan Jokowi.

"Masyarakat perlu diberi pencerahan soal bantuan sosial seperti ini. Mereka harus tahu bahwa bantuan sosial itu adalah dari APBN, bukan dari presiden Jokowi secara personal. Itu pakai uang negara. Jangan sampai masyarakat merasa berhutang budi dengan bansos-bansos tersebut," terangnya.

Tag: Joko Widodo (Jokowi), Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Saleh Partaonan Daulay, Pemilu

Penulis/Editor: Irfan Mualim

Foto: Istimewa

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,756.57 3,718.34
British Pound GBP 1.00 18,368.14 18,184.19
China Yuan CNY 1.00 2,105.18 2,084.26
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,086.00 13,946.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,113.75 10,011.83
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,795.40 1,777.49
Dolar Singapura SGD 1.00 10,408.63 10,303.66
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,908.73 15,749.22
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,399.95 3,362.91
Yen Jepang JPY 100.00 12,583.53 12,455.12

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Sep
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Dec
3 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Feb
4 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10