Portal Berita Ekonomi Selasa, 23 April 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:38 WIB. Impor - Tahan izin impor 100 ribu ton bawang putih lewat Perum Bulog dinilai sejahterakan petani bawang.
  • 16:37 WIB. Douw Nabire - Penerbangan di Bandara Douw Nabire kembali normal pascakebakaran.
  • 16:36 WIB. Pemilu - Sri Mulyani akan memberikan santunan kepada 91 petugas penyelenggara pemilu yang meninggal.
  • 16:35 WIB. Wisman - Menko Luhut menyoroti masalah sampah bisa mengurangi kunjungan wisman.
  • 16:35 WIB. Nelayan - Menteri KKP menyayangkan nelayan masih suka pakai bom untuk tangkap ikan.
  • 16:34 WIB. Impor - Kebijakan Mendag tahan impor harus diperkuat produksi bawang putih.
  • 16:33 WIB. Kemenperin - Investasi meningkat, Kemenperin aktif siapkan SDM industri kompeten.
  • 16:32 WIB. SDM - Target 20 juta hektar konservasi, Kemenko Maritim inisiasi sertifikasi SDM.
  • 16:32 WIB. Sarung tangan - Tumbuh 10% per tahun, pasar sarung tangan karet global prospektif.
  • 16:31 WIB. Hotel - Hotel bintang lima Alila SCBD mencerminkan gaya hidup hip dan kontemporer.
  • 16:30 WIB. DOOgether - Raih pendanaan Seed Investment, DOOgetjer siap ekspansi.
  • 16:29 WIB. Bea Cukai - Tingkatkan pengawasan, Bea Cukai menjalni kerja sama dengan Ditjen Dukcapil.
  • 16:29 WIB. Migas - Investasi hulu migas kuartal I mencapai Rp31 triliun.
  • 16:28 WIB. Go-Food - Kontribusi Go-Food terhadap ekonomi mencapai Rp18 triliun.
  • 16:27 WIB. Tol - Tarif tol ruas Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi resmi berlaku.

Kala E-Commerce Mulai Mendisrupsi Bisnis Mayora

Kala E-Commerce Mulai Mendisrupsi Bisnis Mayora - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Mayora merupakan perusahaan manufaktur yang tidak lagi bergerak di level core ataupun processing, melainkan branded products. Beberapa merek consumer goods-nya pun sudah menjadi market leader di banyak negara, sebut saja Filipina.

Di sana merek kopi mix Kopiko sudah memiliki pangsa pasar lebih dari 40% mengalahkan merek lain, seperti Nestlé yang sudah 100 tahun di sana. Atau merek snack cokelat Beng-Beng yang kini merajai Thailand. Kunci utamanya adalah produk yang dijual harus sesuai dengan taste pasar tujuan.

Baca Juga: Obligasi IV Mayora Indah Setujui Ganti Wali Amanat Obligasi ke Bank Permata

Begitulah fungsi dari R&D, inovasi, dan lainnya. Setiap negara memiliki taste berbeda, misalnya Filipina lebih suka kopi mix yang less coffee more milky, Vietnam dan Thailand lebih suka taste kopi yang kuat. Kemudian harga pun harus tepat, sama seperti selera, magic price setiap negara berbeda. Berbekal hal tersebut, Mayora hanya membutuhkan sekitar 5-7 tahun untuk ‘menyalip’ merek lain yang sudah lebih dulu hadir di pasar. 

Regional Managing Director for ASEAN PT Mayora Indah Tbk, Maspiono, menyatakan meski demikian, mempertahankan tak kalah sulit dengan merebut pangsa pasar.  Apalagi dengan adanya pemain baru yang muncul dari E-Commerce

Meski saat ini e-commerce belum begitu mendisrupsi industri consumer goods, sebagaimana elektronik dan fashion, namun tidak dipungkiri akan muncul pemain baru. Ambil contoh, ibu rumah tangga yang kini mulai berjualan kue secara online harus terus diwaspadai perkembangannya. Perusahaan harus terus memerhatikan upaya dalam menggenjot efisiensi biaya produksi dan operasional–cukup berat apabila hanya mengandalkan pertumbuhan pendapatan.

"Strategi kami menggandeng e-commerce sebagai alat promosi dan pemasaran digital. Misalnya, mereka menggandeng Prilly Latuconsina sebagai brand ambassador Slai O’lai dan kemudian dipasarkan di Shopee. Bisa juga menggunakan media digital konvensional layaknya Facebook, Twitter, dan YouTube sebagai sarana penyebaran video lip sync kompetisi dubsmash “Makan Langsung vs Makan Dingin” Beng-Beng, kata dia kepada Warta Ekonomi, baru-baru ini.

Munculnya e-commerce juga turut menggantikan peran salesman, sebut saja warung kecil yang kini menjadi mitra Bukalapak. Namun, perusahaan memandang triknya memang berbeda dalam mempertahankan jaringan. Kembali mengingat kontribusi e-commerce terhadap penjualan secara total masih terbilang kecil maka perusahaan hanya memelajari dan memonitor sembari mengoptimalkan sisi komunikasi-promosi. 

"Kami masih fokus mengembangkan jaringan distribusi ke warung tradisional yang jumlahnya sangat besar. Menurut data Nielsen, saat ini ada lebih dari 2 juta warung sementara kemampuan perusahaan FMCG sekaliber Mayora, Indofood, dan Garuda Food hanya mencapai 30% atau 50 persen saja, sisanya lewat grosir atau wholesale. Artinya, masih banyak yang belum tergarap–langsung bisa berjualan," tambah dia.

Tag: PT Mayora Indah Tbk, E-commerce

Penulis: Yosi Winosa

Editor: Clara Aprilia Sukandar

Foto: Unsplash/Mikayla Mallek

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,773.33 3,735.70
British Pound GBP 1.00 18,375.19 18,187.78
China Yuan CNY 1.00 2,109.36 2,088.49
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,150.00 14,010.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,087.54 9,986.33
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,803.65 1,785.69
Dolar Singapura SGD 1.00 10,436.64 10,331.86
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,920.17 15,755.65
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,426.15 3,388.15
Yen Jepang JPY 100.00 12,659.93 12,531.31

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6462.822 48.079 632
2 Agriculture 1471.418 6.415 21
3 Mining 1816.490 35.325 47
4 Basic Industry and Chemicals 835.511 4.182 71
5 Miscellanous Industry 1327.492 19.942 46
6 Consumer Goods 2506.880 31.053 52
7 Cons., Property & Real Estate 491.243 -0.634 75
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1162.999 14.156 73
9 Finance 1303.709 2.892 91
10 Trade & Service 815.278 5.604 156
No Code Prev Close Change %
1 HRME 466 580 114 24.46
2 ABBA 147 169 22 14.97
3 LUCK 840 960 120 14.29
4 BCAP 149 170 21 14.09
5 ALMI 525 595 70 13.33
6 CNTX 505 570 65 12.87
7 GSMF 110 123 13 11.82
8 JSKY 1,080 1,200 120 11.11
9 ZINC 555 615 60 10.81
10 MYTX 75 83 8 10.67
No Code Prev Close Change %
1 TRIS 266 200 -66 -24.81
2 ARTA 535 406 -129 -24.11
3 MTPS 1,210 920 -290 -23.97
4 CPRI 168 131 -37 -22.02
5 TRIO 155 121 -34 -21.94
6 IIKP 125 99 -26 -20.80
7 MTSM 238 202 -36 -15.13
8 BBLD 565 480 -85 -15.04
9 GHON 1,500 1,275 -225 -15.00
10 MKPI 17,175 15,000 -2,175 -12.66
No Code Prev Close Change %
1 CPRI 168 131 -37 -22.02
2 BGTG 82 83 1 1.22
3 TLKM 3,780 3,850 70 1.85
4 TRAM 111 112 1 0.90
5 ABBA 147 169 22 14.97
6 FREN 312 298 -14 -4.49
7 BUMI 113 125 12 10.62
8 ERAA 1,495 1,585 90 6.02
9 UNTR 26,075 27,200 1,125 4.31
10 ESTI 109 100 -9 -8.26