Portal Berita Ekonomi Kamis, 12 Desember 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 06:58 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 ditutup positif 0,29% pada level 3.141
  • 06:57 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones ditutup positif 0,11% pada level 27.911
  • 06:56 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq ditutup positif 0,44% pada level 8.654
  • 22:01 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 dibuka positif 0,19% pada level 3.138.
  • 21:59 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones dibuka positif 0,03% pada level 27.888.
  • 21:57 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq dibuka positif 0,24% pada level 8.636.
  • 21:47 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,22% terhadap Poundsterling pada level 1,3185 USD/GBP.
  • 21:44 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,01% terhadap Euro pada level 1,1091 USD/EUR.
  • 21:42 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,01% terhadap Yen pada level 108,71 JPY/USD.
  • 21:06 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.467 USD/troy ounce.
  • 21:05 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 63,98 USD/barel.
  • 21:04 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 59,00 USD/barel.
  • 16:10 WIB. Valas - Yuan ditutup positif 0,06% terhadap Dollar AS pada level 7,04 CNY/USD.
  • 16:09 WIB. Valas - Rupiah ditutup positif 0,13% terhadap Dollar AS pada level Rp.14.038/USD.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 0,79% pada level 26.645.

Kawasan Industri Luar Jawa Didorong Berbasis Sumber Daya Alam

Kawasan Industri Luar Jawa Didorong Berbasis Sumber Daya Alam - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto mengatakan pengembangan kawasan industri baru di luar Jawa diarahkan pada sektor manufaktur berbasis sumber daya alam. Upaya ini sebagai wujud konkret dari penerapan kebijakan hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah bahan baku di dalam negeri.

“Kami memproyeksi akan terjadi peningkatan kontribusi sektor industri pengolahan nonmigas di luar Jawa sebesar 60% dibanding di Jawa,” kata Airlangga di Jakarta (22/2/2019).

Ia mengatakan pemerintah semakin serius dan fokus untuk terus mendorong penumbuhan sektor industri manufaktur di wilayah Indonesia Timur. Langkah strategis ini dilakukan guna memacu pemerataan terhadap pembangunan dan perekonomian yang inklusif.

“Untuk itu, kami mengakselerasi pembangunan kawasan industri di luar Jawa, yang hingga saat ini progres dan kontribusinya mengalami peningkatan signifikan,” ucapnya.

Baca Juga: Kemenperin Fokus Pacu Ekspor Lima Sektor Industri Ini

Khusus wilayah Indonesia Timur, pada periode 2015-2017, kawasan industri yang telah beroperasi di Provinsi Sulawesi Tengah di antaranya adalah kawasan industri Morowali dan Palu. Selanjutnya, kawasan industri Bantaeng di Sulawesi Selatan dan kawasan industri Konawe di Sulawesi Tenggara.

“Untuk kawasan industri di Morowali, Bantaeng, dan Konawe, kami fokuskan pada industri berbasis pengolahan nikel. Sedangkan, di Palu sebagai klaster industri yang berbasis olahan rotan dan agro,” ujar Airlangga. Semua kawasan industri tersebut, masuk dalam proyek strategis nasional (PSN).

Kementerian Perindustrian mencatat, di kawasan industri Palu sudah ada 14 tenant, kemudian di kawasan industri Bantaeng terdapat 11 tenant, kawasan industri Morowali telah ditempati 10 tenant, dan kawasan industri Konawe sekitar 6 tenant.

Adapun kawasan industri yang sedang tahap konstruksi dan dikebut pembangunannya, yakni di Bitung, Sulawesi Utara. Kawasan Ekonomi Khusus yang ditargetkan bisa beroperasi pada tahun 2019 ini, akan difokuskan untuk pengembangan industri pengolahan perikanan dan kelapa beserta produk turunannya yang diminati pasar domestik dan ekspor.

“Kami mencontohkan, di Morowali, yang sudah berhasil melakukan hilirisasi terhadap nickel ore menjadi stainless steel. Kalau nickel ore dijual sekitar US$40-60, sedangkan ketika menjadi stainless steel harganya di atas US$2000. Selain itu, kita sudah mampu ekspor dari Morowali senilai US$4 miliar, baik itu hot rolled coil maupun cold rolled coil ke Amerka Serikat dan China,” paparnya.

Baca Juga: Percepat Serapan Anggaran 2019, Ini Strategi Kemenperin

Melalui kawasan industri Morowali, investasi pun terus menunjukkan peningkatan, dari tahun 2017 sebesar US$3,4 miliar menjadi US$5 miliar di tahun 2018.

“Jumlah penyerapan tenaga kerja di sana terbilang sangat besar hingga 30 ribu orang, dengan komposisi 27 ribu tenaga kerja lokal dan 3 ribu tenaga kerja China. Jadi, tidak benar kalau banyak tenaga kerja asing,” imbuhnya.

Kemenperin juga mendorong percepatan pembangunan kawasan industri Teluk Bintuni di Papua Barat. Langkah yang akan dilakukan melalui skema kerja sama pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) atau lazim disebut Public Private Partnership (PPP).“Kawasan industri Teluk Bintuni akan difokuskan untuk pengembangan industri petrokimia. Apalagi juga menjadi proyek strategis nasional,” tuturnya.

Airlangga menambahkan, wilayah Papua berpotensi dalam pengembangan industri turunan dari komoditas tambang.

“Sebab, di Papua yang akan dikembangkan adalah berbasis resources. Misalnya di Timika, yang basisnya adalah tambang copper. Nanti kami cari untuk produk turunannya. Selain itu, di Papua Barat, ada potensi pabrik semen,” ungkapnya.

Mengenai permintaan beberapa pihak agar ada penetapan kawasan industri khusus di Papua, Ketua Umum Partai Golkar itu  menilai, hal tersebut bisa direalisasikan di Timika, Kabupaten Mimika, karena dianggap sebagai daerah yang paling tepat untuk dijadikan sebagai kawasan industri.

Baca Juga

Tag: Kawasan Industri, Kementerian Perindustrian (Kemenperin)

Penulis: Boyke P. Siregar

Editor: Kumairoh

Foto: Sufri Yuliardi

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,758.80 3,721.00
British Pound GBP 1.00 18,513.95 18,321.36
China Yuan CNY 1.00 2,002.52 1,982.57
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,095.13 13,954.88
Dolar Australia AUD 1.00 9,603.01 9,500.48
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,801.85 1,783.85
Dolar Singapura SGD 1.00 10,370.17 10,263.21
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,635.73 15,478.75
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,388.25 3,349.71
Yen Jepang JPY 100.00 12,964.62 12,834.43

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6180.099 -3.406 668
2 Agriculture 1418.148 -12.284 20
3 Mining 1503.662 13.078 50
4 Basic Industry and Chemicals 970.191 -6.792 77
5 Miscellanous Industry 1173.452 -11.499 50
6 Consumer Goods 2039.210 -8.165 56
7 Cons., Property & Real Estate 516.202 -1.555 83
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1122.532 1.407 76
9 Finance 1304.344 1.748 90
10 Trade & Service 771.675 4.995 166
No Code Prev Close Change %
1 FILM 129 174 45 34.88
2 IFII 178 240 62 34.83
3 SINI 960 1,200 240 25.00
4 TFCO 510 630 120 23.53
5 IKAI 81 100 19 23.46
6 OMRE 700 860 160 22.86
7 TIRA 202 244 42 20.79
8 TPMA 224 258 34 15.18
9 EMTK 5,600 6,400 800 14.29
10 PAMG 50 57 7 14.00
No Code Prev Close Change %
1 MAMI 121 79 -42 -34.71
2 REAL 284 214 -70 -24.65
3 HDFA 160 125 -35 -21.88
4 PICO 3,580 2,890 -690 -19.27
5 DWGL 224 183 -41 -18.30
6 PDES 735 620 -115 -15.65
7 POOL 600 520 -80 -13.33
8 NICK 318 276 -42 -13.21
9 FORU 131 115 -16 -12.21
10 AMIN 328 288 -40 -12.20
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,465 1,525 60 4.10
2 IPTV 520 510 -10 -1.92
3 TOWR 750 740 -10 -1.33
4 MEDC 745 825 80 10.74
5 DEAL 202 226 24 11.88
6 ACES 1,545 1,630 85 5.50
7 TCPI 5,725 5,725 0 0.00
8 JSKY 238 228 -10 -4.20
9 IKAI 81 100 19 23.46
10 FILM 129 174 45 34.88