Portal Berita Ekonomi Selasa, 21 Mei 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:59 WIB. IHSG - IHSG dibuka menguat 0,31% ke level 5.925,42 di awal sesi I. 
  • 08:56 WIB. BRI Agro - BRI Agro akan menerbitkan saham baru maksimal 3 miliar saham dengan skema HMETD.
  • 08:55 WIB. Internasional - Ekonomi Singapura tumbuh 3,8 persen pada kuartal I 2019.
  • 08:14 WIB. PLN - Power Bank jumbo milik PLN suplai Listrik acara Jakarta Fair Kemayoran 2019.
  • 08:13 WIB. PLN - PLN suplai listrik ke industri tambang bauksit Antam di Sanggau Kalbar.
  • 08:11 WIB. PLN - PLN menambah kapasitas setrum 141,53 MW sepanjang kuartal-I 2019.
  • 08:09 WIB. Transportasi - Pegadaian, Garuda, PTPN III, & Taspen bekerja sama dalam penerbangan Jakarta-Denpasar.

Tak akan Impor Lagi, Kementan Segera Ekspor Jagung 113 Ribu Ton

Tak akan Impor Lagi, Kementan Segera Ekspor Jagung 113 Ribu Ton - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Petani di Desa Tajau Pecah, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan melakukan panen raya jagung baru-baru ini. Belum lama, panen juga terjadi di Lebak Banten, Ogan Komering Ilir di Sumatera Selatan, Gunungkidul di Yogyakarta, Tuban Jawa Timur, dan banyak lokasi lainnya.

Untuk itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta Badan Urusan Logistik (Bulog) melakukan penyerapan hasil panen petani. Dengan penyerapan tersebut, maka Bulog telah menyiapkan persediaan ekstra yang sewaktu-waktu dapat digunakan, terutama ketika terjadi kekurangan pasokan di pasaran.

"Selain itu, kami telah meminta perusahaan jagung dan Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) untuk ikut serta menyerap hasil panen petani. Sehingga, petani langsung dapat merasakan hasil panennya dengan harga yang memuaskan," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Senin (25/2/2019).

Amran mengaku menaruh harapan besar agar komitmen serapan 1 juta ton per bulan jagung oleh GMPT dapat segera terealisasi. Maka, agar jagung yang akan diserap oleh off-taker tetap terjaga kualitasnya. Amran juga meminta Gabungan Kelompok Petani (Gapoktan) mengoptimalkan pemanfaatan dryer yang telah disalurkan oleh Kementerian Pertanian.

"Kami perlu tegaskan, dryer tersebut untuk digunakan petani, bukan oleh tengkulak," tegas Amran.

Baca Juga: Amran Klaim Upsus Jagung Hemat Devisa Hingga Puluhan Triliun

Baca Juga: Hingga 2030, Indonesia Tak Bisa Lepas dari Impor Jagung, Kata Peneliti

Amran menambahkan, pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan ekspor hasil produksi jagung di sejumlah daerah, termasuk hasil panen dari Kalimantan yang memiliki potensi mensuplai jagung secara nasional.

"Dalam waktu 1-2 bulan ini kami sudah ekspor lagi. Dari Gorontalo, rencana ekspor 113 ribu ton. Belum lagi dari Jawa Timur, NTB, dan menyusul dari Kalimantan yang memiliki potensi besar karena lahannya bagus," katanya.

Amran berharap para petani langsung melakukan cocok tanam, pascapanen ini berlangsung. Selain itu, Kementan juga sudah meminta jajaran dirjen agar memanggil seluruh pengusaha dan memastikan harga pakan ternak turun.

"Saya kira harga sudah bagus. Ini tinggal kami imbau saja seluruh perusahaan besar dan meminta mereka menurunkan harga pakan ternak," katanya.

Di sisi lain, Amran menyebut lahan di Kalimantan cocok untuk perkebunan sawit. Karena itu, dia langsung meluncurkan program B100 yang mampu merubah CPO menjadi biofuel 100%. Program ini disebut Amran sebagai energi masa depan untuk kemajuan Indonesia.

"Tadi saya lihat dari gambar pesawat drone, dan ternyata Kalimantan ini luas sekali lahanya. Di sini sangat cocok untuk kelapa sawit, makanya kami luncurkan B100 yang bisa merubah CPO menjadi biofuel 100%," tukasnya.

Tag: Jagung, Kementerian Pertanian (Kementan)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Rosmayanti

Foto: Kementan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,880.41 3,841.09
British Pound GBP 1.00 18,536.70 18,346.04
China Yuan CNY 1.00 2,109.06 2,088.19
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,550.00 14,406.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,059.87 9,957.43
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,853.83 1,835.42
Dolar Singapura SGD 1.00 10,577.20 10,468.72
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,240.71 16,075.66
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,485.03 3,448.06
Yen Jepang JPY 100.00 13,203.27 13,069.04

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5907.121 80.253 633
2 Agriculture 1351.935 -9.947 21
3 Mining 1609.598 10.601 47
4 Basic Industry and Chemicals 707.320 17.072 71
5 Miscellanous Industry 1203.823 30.883 46
6 Consumer Goods 2359.388 12.835 52
7 Cons., Property & Real Estate 435.075 5.924 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1079.565 21.890 74
9 Finance 1184.407 20.731 90
10 Trade & Service 783.451 0.917 156
No Code Prev Close Change %
1 HDFA 140 180 40 28.57
2 JAST 460 575 115 25.00
3 HRME 260 324 64 24.62
4 MTPS 915 1,140 225 24.59
5 DUTI 4,440 5,500 1,060 23.87
6 BELL 386 458 72 18.65
7 MKPI 12,000 13,975 1,975 16.46
8 JSKY 1,065 1,230 165 15.49
9 MYTX 65 74 9 13.85
10 SSTM 352 400 48 13.64
No Code Prev Close Change %
1 RELI 244 202 -42 -17.21
2 LPGI 4,100 3,400 -700 -17.07
3 INPP 840 710 -130 -15.48
4 BIPP 88 75 -13 -14.77
5 PEHA 1,800 1,550 -250 -13.89
6 MTSM 202 176 -26 -12.87
7 IBFN 228 200 -28 -12.28
8 NICK 322 286 -36 -11.18
9 TRIS 266 238 -28 -10.53
10 NIPS 288 260 -28 -9.72
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,790 3,750 -40 -1.06
2 SRIL 328 342 14 4.27
3 MNCN 920 925 5 0.54
4 CPRI 67 73 6 8.96
5 TLKM 3,510 3,600 90 2.56
6 BBCA 25,900 26,900 1,000 3.86
7 ESTI 96 95 -1 -1.04
8 BMRI 7,075 7,225 150 2.12
9 SMGR 10,550 11,250 700 6.64
10 UNTR 24,825 24,500 -325 -1.31