Portal Berita Ekonomi Jum'at, 15 November 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:59 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 62,55 USD/barel
  • 08:58 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 57,06 USD/barel
  • 08:58 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.468 USD/troy ounce
  • 08:57 WIB. Valas - Rupiah dibuka menguat 0,13% terhadap Dollar AS pada level 14.070 IDR/USD
  • 08:56 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,22% terhadap Yuan pada level 7,0049 CNY/USD
  • 08:55 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,14% terhadap Yen pada level 108,57 JPY/USD
  • 08:55 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,03% terhadap Poundsterling pada level 1,2886 USD/GBP
  • 08:54 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,03% terhadap Euro pada level 1,1025 USD/EUR
  • 08:53 WIB. Bursa - Indeks Shanghai dibuka negatif 0,06% pada level 2.908
  • 08:52 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng dibuka positif 0,61% pada level 26.481
  • 08:51 WIB. Bursa - Indeks Strait Times dibuka positif 0,23% pada level 3.239
  • 07:35 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 ditutup positif 0,08% pada level 3.096
  • 07:34 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones ditutup negatif 0,01% pada level 27.781
  • 07:33 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq ditutup negatif 0,04% pada level 8.479
  • 07:32 WIB. Bursa - Indeks Nikkei dibuka positif 0,13% pada level 23.172

Ibu Kartini, Wanita Pengusaha di Asia Belum 100% Emansipasi, Bu...

Ibu Kartini, Wanita Pengusaha di Asia Belum 100% Emansipasi, Bu... - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Asia disebut sebagai pusat pertumbuhan dalam ekonomi global modern. Dalam beberapa tahun terakhir, benua ini telah menyaksikan pertumbuhan ekonomi yang kuat, didorong oleh reformasi ekonomi yang berfokus pada pasar yang mendukung kewirausahaan.

Dengan peran perempuan yang semakin signifikan dalam skenario politik dan sosial-ekonomi saat ini, serta legitimasi mereka dalam menjalankan kegiatan bisnis, telah terjadi pertumbuhan eksponensial dalam jumlah perempuan pengusaha.

Baca Juga: Gile! Berusia 27 Tahun, Wanita Ini Berhasil Dirikan Startup Valuasi $1 Miliar

Dengan begitu, masuknya perempuan dalam dunia kewirausahaan semakin dianggap sebagai salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan, bersama dengan pemberdayaan ekonomi perempuan.

Kisah Pertumbuhan

Selama beberapa tahun terakhir, Asia Pasifik telah menyaksikan menjembatani kesenjangan kesenjangan gender di tengah peluang ekonomi, dengan jumlah kontribusi $4,5 triliun yang diproyeksikan untuk menambah pertumbuhan domestik bruto pada tahun 2025.

Hal ini menandakan pertumbuhan fenomenal yang baru-baru ini terjadi diamati dalam perempuan di kewirausahaan, dengan semakin banyak perempuan mengejar karier mereka ke arah sini.

Dengan pertumbuhan yang begitu cepat, benua secara bertahap membuka jalan menuju pencapaian salah satu program tahun 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan, yaitu pemberdayaan ekonomi perempuan.

Baca Juga: 3 Wanita Top Pimpin Startup Unicorn di Asia Pasifik

Sementara pertumbuhan yang fenomenal telah disaksikan selama beberapa tahun terakhir, ada beberapa tantangan utama yang membatasi perempuan dalam kewirausahaan dan ekspansi lebih lanjut di Asia. Dengan secara efektif mengatasi kesenjangan kebutuhan dan semua kendala demografis, sosial, ekonomi, politik dan hukum serta memanfaatkan semua peluang, prospek pertumbuhan dan kemakmuran di tengah perempuan wirausaha di Asia yang enggak terbatas.

Tantangan Utama

Perempuan di Asia masih belum dapat sepenuhnya menggunakan hak-hak mereka untuk pekerjaan yang layak dan pekerjaan yang produktif, dengan sebanyak 23 persen kesenjangan gender dalam partisipasi angkatan kerja di wilayah tertentu.

Selain itu, mereka memiliki akses terbatas atau tidak sama sekali ke pendidikan berkualitas dan pengembangan keterampilan, sumber daya keuangan atau modal sosial, jika dibandingkan dengan laki-laki seusia mereka. Rintangan-rintangan ini selanjutnya dilengkapi dengan norma sosial dan budaya yang gigih dan diskriminatif.

Baca Juga: Kerugian Startup Tanpa Ada Wanita di Dalam Timnya

Ada pula beberapa hambatan hukum dan peraturan di seluruh benua yang menghambat kemampuan perempuan untuk memulai bisnis. Bahkan, ketika undang-undang menjamin hak yang sama, norma sosial konvensional yang bersifat diskriminatif dapat mencegah perempuan dari menikmati hak kewirausahaan mereka.

Peluang untuk Upaya Wirausaha Masa Depan

Untuk mengatasi tantangan yang dihadapi dan memanfaatkan peluang di segmen wirausaha perempuan, bisnis, pemerintah, dan masyarakat sipil di Asia perlu memastikan pendidikan dan pengetahuan teknis yang lebih baik, dan mendukung serta memengaruhi perkembangan komprehensif perempuan.

Baca Juga: 2019, Beragam Gender di Perusahaan Jadi Sorotan, Gimana Caranya?

Asia memiliki pendorong pembangunan yang luas, dinamis, dan sangat berdampak besar yang sebagian besar masih belum tersentuh oleh para perempuan. Oleh karena itu, dengan secara efektif mengatasi semua tantangan melalui keterlibatan pemerintah yang lebih dalam, penguatan kerja sama regional, akses yang lebih mudah ke konektivitas dan sumber daya yang maju.

Lalu, dengan kerja sama keuangan, dan integrasi pasar yang lebih baik, benua ini dapat secara efektif menyampaikan Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan. Dan selanjutnya, solusi ini secara progresif akan membantu membentuk masa depan perempuan kewirausahaan yang makmur di Asia.

Baca Juga

Tag: Entrepreneur, Asia Pasifik

Penulis/Editor: Clara Aprilia Sukandar

Foto: Unsplash/Rawpixel

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,778.16 3,740.37
British Pound GBP 1.00 18,193.76 18,011.32
China Yuan CNY 1.00 2,017.76 1,996.83
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,168.49 14,027.51
Dolar Australia AUD 1.00 9,633.16 9,535.90
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,809.58 1,791.55
Dolar Singapura SGD 1.00 10,395.08 10,288.62
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,586.76 15,430.26
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,408.34 3,370.38
Yen Jepang JPY 100.00 13,034.49 12,901.23

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6098.950 -43.551 661
2 Agriculture 1397.743 -4.240 20
3 Mining 1452.243 -21.357 49
4 Basic Industry and Chemicals 939.059 -8.969 76
5 Miscellanous Industry 1183.985 -19.385 50
6 Consumer Goods 2073.209 -0.509 54
7 Cons., Property & Real Estate 508.847 0.113 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1136.127 -19.892 75
9 Finance 1250.810 -5.434 90
10 Trade & Service 793.642 -8.727 165
No Code Prev Close Change %
1 ESIP 163 276 113 69.33
2 MPOW 135 182 47 34.81
3 ARMY 67 90 23 34.33
4 BOSS 179 240 61 34.08
5 RIMO 50 67 17 34.00
6 ARTO 2,160 2,700 540 25.00
7 SINI 382 476 94 24.61
8 MYRX 50 61 11 22.00
9 NICK 230 276 46 20.00
10 BRAM 9,775 11,725 1,950 19.95
No Code Prev Close Change %
1 VINS 182 138 -44 -24.18
2 DEAL 1,465 1,150 -315 -21.50
3 TGRA 314 250 -64 -20.38
4 MLPT 690 575 -115 -16.67
5 IRRA 705 590 -115 -16.31
6 TIRA 248 208 -40 -16.13
7 IBST 9,800 8,300 -1,500 -15.31
8 ANDI 238 204 -34 -14.29
9 DFAM 466 402 -64 -13.73
10 ECII 1,090 955 -135 -12.39
No Code Prev Close Change %
1 MAMI 240 242 2 0.83
2 MYRX 50 61 11 22.00
3 BBRI 3,960 3,940 -20 -0.51
4 MNCN 1,440 1,405 -35 -2.43
5 BHIT 71 70 -1 -1.41
6 TLKM 4,150 4,050 -100 -2.41
7 RIMO 50 67 17 34.00
8 SCMA 1,310 1,320 10 0.76
9 BMRI 6,875 6,875 0 0.00
10 ADRO 1,335 1,300 -35 -2.62