Portal Berita Ekonomi Rabu, 20 Maret 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 12:07 WIB. BNI Syariah - BNI Syariah-Masgroup bekerja sama biayai perumahan di Bogor.
  • 12:01 WIB. IHSG - IHSG ditutup hijau 0,07% ke level 6.484,61 di akhir sesi I. 

Impor Minyak Berkurang dengan Beralihnya Konsumsi Migas ke Listrik

Impor Minyak  Berkurang dengan Beralihnya Konsumsi Migas ke Listrik - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Pengalihan pola konsumsi dari minyak dan gas bumi (migas) ke energi listrik diyakini mampu menghemat belanja negara yang tersedia di APBN , serta bisa menekan impor bahan bakar minyak (BBM). Hal tersebut disampaikan oleh Pengamat ekonomi bidang energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi, di Jakarta, Selasa (26/2/2019). 

Ia mengatakan bahwa pada dasarnya konsumen mempunya pilihan untuk mengomsumsi energi, berbasis migas atau listrik, namun energi listrik menjadi pilihan menarik dari segi teknologi maupun kepraktisan.

"Tetapi, adanya perpindahan pola konsumsi energi akan ada penghematan. Misalnya, pemerintah memberikan subsidi solar, lalu subsidinya dialihkan kepada mobil listrik, maka akan terjadi penghematan beban energi yang ditanggung APBN ," katanya.

Selain itu, lanjut dia, impor BBM akan jauh berkurang, sehingga pemerintah harus mendorong peralihan dari kendaraan yang menggunakan energi berbasis fuel ke berbasis listrik serta penggunaan kompor listrik (kompor induksi).

Fahmy mengungkapkan, pengalihan pola konsumsi energi oleh masyarakat tergantung pada dua hal, yakni aspek ketersediaan dan keterjangkauan. Sebab, jelas dia, konsumen tidak mempermasalahkan penggunaan energi berbasis migas maupun listrik, selama dua aspek tersebut terpenuhi.

"Saat ini konsumen belum memikirkan apakah sumber energinya berasal dari batubara, migas atau bagian dari energi baru terbarukan (EBT). Yang penting, energinya harus tersedia dan terjangkau," tegas Fahmy.

Dia menyebutkan, ada sejumlah manfaat jika terjadi pengalihan pola konsumsi, seperti saat migrasi ke mobil listrik. "Energi listrik termasuk energi bersih. Ini dimungkinkan, mengingat ada sebagian masyarakat mulai sadar lingkungan. Maka, energi listrik menjadi pilihan, seperti halnya mobil listrik dan kompor listrik," ujarnya.

Sementara itu, menurut pakar ketenagalistrikan dan Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Iwa Garniwa, penggunaan kompor listrik akan menciptakan kondisi ramah lingkungan, dibanding pengguanaan energi migas. "Karena, migas masih membakar dan menghasilkan emisi," ucapnya.

Lebih lanjut Iwa menyebutkan, saat ini Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU ) lebih sedikit menggunakan batubara dan sangat minim emisi buang. Namun, Iwa belum bisa memastikan terkait nilai penghematan dari penggunaan energi listrik yang berlaku sekarang.

Dia mengungkapkan, risetnya pada lima tahun lalu menyimpulkan bahwa memasak dengan energi listrik lebih murah. "Jika pemerintah memutuskan menaikkan atau menurunkan harga migas, bisa jadi harganya bisa lebih mahal atau lebih murah," ujar Anggota Panitia Akreditasi Ketenagalistrikan Ditjen Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM ini.

Tag: Impor, Migas, Energi Listrik

Penulis/Editor: Annisa Nurfitriyani

Foto: Sekretariat presiden

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,813.97 3,775.19
British Pound GBP 1.00 18,965.88 18,770.50
China Yuan CNY 1.00 2,131.41 2,110.25
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,302.00 14,160.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,112.94 10,011.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,821.93 1,803.82
Dolar Singapura SGD 1.00 10,577.62 10,471.82
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,228.48 16,065.94
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,511.42 3,473.14
Yen Jepang JPY 100.00 12,814.26 12,685.90

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6480.276 -29.171 628
2 Agriculture 1503.229 -7.168 21
3 Mining 1873.047 3.764 47
4 Basic Industry and Chemicals 893.501 -9.954 71
5 Miscellanous Industry 1289.313 -14.320 46
6 Consumer Goods 2662.032 -26.975 51
7 Cons., Property & Real Estate 461.343 1.179 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1174.299 -11.551 72
9 Finance 1244.347 -0.730 91
10 Trade & Service 829.161 2.341 155
No Code Prev Close Change %
1 MLPT 1,135 1,415 280 24.67
2 ATIC 825 990 165 20.00
3 JSKY 1,045 1,245 200 19.14
4 KPAL 262 312 50 19.08
5 MFMI 730 850 120 16.44
6 HDFA 156 180 24 15.38
7 MINA 720 825 105 14.58
8 TMAS 700 800 100 14.29
9 BALI 1,220 1,385 165 13.52
10 BBLD 442 496 54 12.22
No Code Prev Close Change %
1 INCF 386 290 -96 -24.87
2 JAYA 268 202 -66 -24.63
3 INCI 645 560 -85 -13.18
4 KDSI 1,175 1,025 -150 -12.77
5 BCAP 189 168 -21 -11.11
6 CSAP 640 575 -65 -10.16
7 KBLV 520 470 -50 -9.62
8 MFIN 1,100 995 -105 -9.55
9 AKRA 5,300 4,820 -480 -9.06
10 SAPX 740 675 -65 -8.78
No Code Prev Close Change %
1 JAYA 268 202 -66 -24.63
2 SIMA 394 396 2 0.51
3 BNLI 980 920 -60 -6.12
4 BMRI 7,100 7,400 300 4.23
5 MYRX 105 103 -2 -1.90
6 LPPF 4,100 4,010 -90 -2.20
7 BBRI 4,040 3,990 -50 -1.24
8 AKRA 5,300 4,820 -480 -9.06
9 KBLI 316 352 36 11.39
10 TLKM 3,830 3,780 -50 -1.31