Portal Berita Ekonomi Jum'at, 13 Desember 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:11 WIB. Valas - Dollar AS melemah 2,40% terhadap Poundsterling pada level 1,3477 USD/GBP.
  • 13:10 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,39% terhadap Euro pada level 1,1173 USD/EUR.
  • 13:09 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,24% terhadap Yen pada level 109,57 JPY/USD.
  • 13:08 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.468 USD/troy ounce.
  • 13:08 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 64,61 USD/barel.
  • 13:07 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 59,48 USD/barel.
  • 11:34 WIB. IHSG - IHSG menguat 0,50% di akhir sesi I.

Olam Akuisisi 85% Saham Pengolah Kakao Terbesar di Indonesia

Olam Akuisisi 85% Saham Pengolah Kakao Terbesar di Indonesia - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Olam International telah membeli 85% saham perusahaan pengolah kakao YTS Holdings senilai US$90 juta untuk memperluas bisnisnya di Asia. YTS merupakan perusahaan Singapura yang memiliki 100% saham pengelola kakao terbesar di Indonesia, PT Bumitangerang Mesindotama (BT Cocoa). Sisa 15% saham YTS tetap dipegang pendiri BT Cocoa, Piter Jasman dan keluarga.

CEO Olam Cocoa, Gerard A Manley menyatakan, kerja sama ini merupakan langkah strategis, mengingat kedua perusahaan sudah lama berbisnis bersama. Olam Cocoa, dikenal sebagai penghasil biji kakao paling traceable di dunia. Sementara BT Cocoa adalah pengelola biji kakao di Indonesia, yang memiliki pabrik pintar berkapasitas total 150.000 metrik ton dan dilengkapi teknologi pemrosesan terkini. 

"Olam Cocoa menawarkan keluasan, kedalaman, dan skalabilitas dari sumber asli, trading, risk management, value chain processing, dan supply chain solutions, hingga sustainability, research and development, dan cocoa ingredient innovation. Kami berdua sudah tiga tahun belakangan berkolaborasi dan berhasil meningkatkan kinerja keuangan dan operasional, termasuk membantu BT Cocoa mengurangi 30% konsumsi energi mereka," kata dia dalam keterangan tertulis, Selasa (26/2/2019).

Baca Juga: Eksperimen Cokelat Bikin Pengusaha Ini Jadi Ningrat

Baca Juga: Harga Referensi CPO Turun, Biji Kakao Menguat 6,11%

Pendiri BT Cocoa, Piter Jasman menyatakan, kerja sama perusahaan dengan Olam Cocoa merepresentasikan peluang yang besar bagi BT Cocoa dalam mengembangkan pasar dengan peningkatan kualitas, keamanan, dan produk kakao yang bertanggung jawab. Kombinasi antara keahlian Olam Cocoa sebagai penyuplai dan pengelola kakao berkelanjutan global dengan jaringan lokal BT Cocoa yang kuat, akan menguntungkan pelanggan. 

Dari sisi konsumsi, bahan baku kakao sendiri terus meningkat trennya. Pada 2018, secara global konsumsi cokelat mencapai lebih dari 6 juta metrik ton dan ditaksir akan terus meningkat dalam lima tahun mendatang. Indonesia saat ini menjadi produsen kakao terbesar keenam di dunia, dan Asia ditaksir menjadi pasar terbesar bahan baku kakao kedua khususnya di China, India, Jepang, dan Filipina. Diperkirakan konsumsi bubuk kakao di Asia naik rerata 8% per tahun dalam lima tahun ke depan, utamanya (40%) didorong oleh kukis dan biskuit manis. 

"Jaringan yang dimiliki BT Cocoa bisa mempengaruhi merek Olam Cocoa seperti Huysman dan deZaan. Lewat tim R&D dan para ahli inovasi dan pengembangan produk, Olam Cocoa yakin bisa mengkapitalisasi pasar dan kebutuhan konsumen regional," tambah Gerard.

Olam Cocoa beroperasi di Indonesia sejak 1996 dan menjadi eksportir kakao terbesar dan mulai menginisiasi inisiatif keberlanjutan di 2004. Sejak itu, sudah sebanyak US$20 juta gaji dibayarkan ke petani kakao dan 5 juta benih pohon kakao dibagikan. Saat ini Olam Cocoa menggandeng 65.500 petani kakao Indonesia yang tersebar di enam provinsi, termasuk yang terbesar di Pulau Seram. 

Baca Juga

Tag: Akuisisi, BT Cocoa, Olam International

Penulis: Yosi Winosa

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Akbar Tado

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,747.08 3,709.59
British Pound GBP 1.00 18,951.81 18,757.67
China Yuan CNY 1.00 2,014.21 1,993.88
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,051.91 13,912.09
Dolar Australia AUD 1.00 9,726.73 9,622.99
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,800.56 1,782.46
Dolar Singapura SGD 1.00 10,394.96 10,285.44
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,708.63 15,550.93
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,395.00 3,357.16
Yen Jepang JPY 100.00 12,830.45 12,701.63

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6139.397 -40.702 668
2 Agriculture 1414.657 -3.491 20
3 Mining 1502.047 -1.615 50
4 Basic Industry and Chemicals 960.180 -10.011 77
5 Miscellanous Industry 1172.074 -1.378 50
6 Consumer Goods 2014.450 -24.760 56
7 Cons., Property & Real Estate 508.320 -7.882 83
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1107.762 -14.770 76
9 Finance 1303.108 -1.236 90
10 Trade & Service 767.404 -4.271 166
No Code Prev Close Change %
1 ZBRA 54 72 18 33.33
2 NZIA 620 775 155 25.00
3 IFII 240 300 60 25.00
4 AGAR 416 520 104 25.00
5 YULE 160 199 39 24.38
6 REAL 214 266 52 24.30
7 HDFA 125 154 29 23.20
8 LMAS 69 84 15 21.74
9 OMRE 860 1,040 180 20.93
10 PICO 2,890 3,430 540 18.69
No Code Prev Close Change %
1 HOTL 95 63 -32 -33.68
2 INAF 496 372 -124 -25.00
3 MPRO 2,780 2,090 -690 -24.82
4 BVIC 144 119 -25 -17.36
5 KOIN 185 153 -32 -17.30
6 LAND 1,195 1,000 -195 -16.32
7 TAMU 310 260 -50 -16.13
8 ASBI 296 250 -46 -15.54
9 UNIT 181 153 -28 -15.47
10 KAEF 1,385 1,195 -190 -13.72
No Code Prev Close Change %
1 IPTV 510 505 -5 -0.98
2 MNCN 1,525 1,485 -40 -2.62
3 TLKM 4,050 3,950 -100 -2.47
4 TCPI 5,725 6,175 450 7.86
5 BBRI 4,210 4,250 40 0.95
6 FILM 174 195 21 12.07
7 REAL 214 266 52 24.30
8 ANTM 825 835 10 1.21
9 TOWR 740 740 0 0.00
10 BNLI 1,255 1,310 55 4.38