Portal Berita Ekonomi Rabu, 18 September 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 19:35 WIB. Valas - Dollar menguat 0,18% terhadap Euro pada level 1,1053 $/euro
  • 19:32 WIB. Valas - Dollar menguat 0,27% terhadap Poundsterling pada level 1,2466 $/pound
  • 19:30 WIB. Valas - Dollar menguat 0,06% terhadap Yen pada level 108,19 yen/dollar
  • 19:28 WIB. Valas - Dollar melemah 0,05% terhadap Yuan pada level 7,08 yuan/dollar
  • 19:26 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.502 $/ounce
  • 19:24 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 58,87 $/barel
  • 19:23 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 64,22 $/barel
  • 19:02 WIB. India - Volkswagen Finance mengakuisisi 25% saham fintech Kuwy Technology Service Pvt Ltd
  • 17:21 WIB. India - Kabinet setujui peraturan larangan pembuatan dan penjualan e-cigarret di India
  • 16:33 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup menguat 0,25% pada level 2.985
  • 16:31 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 0,41% pada level 2.070
  • 16:30 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup melemah 0,53% pada level 3.166
  • 16:28 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup melemah 0,13% pada level 26.754
  • 16:25 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup melemah 0,18% pada level 21.960
  • 16:23 WIB. Valas - Dollar melemah 0,24% terhadap Rupiah pada level 14.066 rupiah/dollar

Investasi Asing Unicorn, "Investor Tak Pegang Kendali Usaha"

Investasi Asing Unicorn,
WE Online, Jakarta -

Topik perusahaan rintisan bervaluasi US$1 miliar alias unicorn banyak dibicarakan pascadebat calon presiden hampir dua pekan lalu. Tak terkecuali tentang potensi makin banyak uang Indonesia yang pergi ke luar negeri karena keberadaan unicorn yang dapat dibilang banyak disokong investor asing. 

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengatakan, dalam investasi moda ventura–yang mendominasi pendanaan startup, ada perbedaan besar antara jumlah modal yang disetor dengan kendali atas usaha.

"Investor di ventura, tidak mau pegang kendali atas usaha yang kita modali, justru jadi pasif. Kita mau inovator (founder) terus pegang kendali, tanggung jawab, termotivasi, untuk mengembangkan usahanya," jelas Thomas di Forum Merdeka Barat 9 di Jakarta, Selasa (26/2/2019).

Baca Juga: Bagi E-Commerce, Hal Ini Tak Kalah Penting dari Gelar Unicorn

Aset perusahaan rintisan, menurut Thomas, ada di kekuatan SDM-nya. Jika inovator atau pendiri kehilangan kendali atau kecewa karena jumlah sahamnya tidak signifikan, maka perusahaan yang mengandalkan inovasi seperti startup akan dalam bahaya. 

Mantan Menteri Perdagangan itu menambahkan, "Jadi, sangat kelihatan, meski ada keikutsertaan modal asing yang cukup signifikan, justru semua pemodal termasuk investor asing mengutamakan agar unicorn dikendalikan oleh inovator, pengendali, dan pencetusnya."

Pernyataan Thomas diamini oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara. Ia berkata, model bisnis perusahaan rintisan itu berbeda dari perusahaan konvensional. Investor hanya bertindak sebagai investor finansial.

"Lalu, kalau ada investor masuk ke dalam negeri itu bakar uang, bakar uangnya buat siapa? Konsumen Indonesia. Sebetulnya, ini yang paling beruntung masyarakat Indonesia. Jadi, aplikasi-aplikasi (dari startup) menyelesaikan permasalahan di masyarakat," papar laki-laki yang memiliki sapaan Chief RA itu.

Baca Juga: Apa Benar Unicorn Indonesia Dikuasai Asing?

Menurut BKPM, arus modal yang masuk ke ekonomi digital dan sektor e-commerce adalah salah satu dari dua sektor yang menyelamatkan kondisi investasi internasional Indonesia. Sektor lainnya adalah pabrik pengolahan dan pemurnian lokal, khususnya untuk nikel.

Tag: Unicorn, Startup, Thomas Lembong

Penulis: Tanayastri Dini Isna

Editor: Rosmayanti

Foto: Sufri Yuliardi

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,772.53 3,734.80
British Pound GBP 1.00 17,676.18 17,499.89
China Yuan CNY 1.00 2,000.62 1,980.83
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,150.00 14,010.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,694.17 9,595.45
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,807.89 1,789.93
Dolar Singapura SGD 1.00 10,289.41 10,184.65
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,661.22 15,502.07
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,384.36 3,347.67
Yen Jepang JPY 100.00 13,075.22 12,943.46

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6276.633 39.943 653
2 Agriculture 1387.598 -13.692 21
3 Mining 1671.117 -6.325 49
4 Basic Industry and Chemicals 894.963 2.248 72
5 Miscellanous Industry 1187.630 31.262 49
6 Consumer Goods 2243.412 9.335 53
7 Cons., Property & Real Estate 501.506 3.875 81
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1221.614 6.972 75
9 Finance 1265.924 13.302 90
10 Trade & Service 805.028 -1.731 163
No Code Prev Close Change %
1 GLOB 390 486 96 24.62
2 SDRA 675 795 120 17.78
3 TIRA 238 278 40 16.81
4 JSKY 840 980 140 16.67
5 SMMA 8,800 10,000 1,200 13.64
6 POLI 1,120 1,265 145 12.95
7 MBTO 130 145 15 11.54
8 NUSA 75 82 7 9.33
9 GIAA 490 535 45 9.18
10 KOTA 550 600 50 9.09
No Code Prev Close Change %
1 FILM 630 500 -130 -20.63
2 SSTM 500 454 -46 -9.20
3 DNAR 266 242 -24 -9.02
4 INOV 434 400 -34 -7.83
5 KDSI 1,475 1,365 -110 -7.46
6 YULE 150 139 -11 -7.33
7 BIPP 69 64 -5 -7.25
8 BMSR 110 103 -7 -6.36
9 ETWA 96 90 -6 -6.25
10 MINA 2,570 2,410 -160 -6.23
No Code Prev Close Change %
1 IPTV 540 540 0 0.00
2 MNCN 1,275 1,285 10 0.78
3 MSIN 466 470 4 0.86
4 MAMI 139 139 0 0.00
5 KPIG 148 148 0 0.00
6 HOME 97 99 2 2.06
7 HMSP 2,330 2,370 40 1.72
8 BMTR 354 354 0 0.00
9 FREN 142 154 12 8.45
10 ERAA 1,980 1,920 -60 -3.03