Portal Berita Ekonomi Sabtu, 04 April 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 15:59 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,06% terhadap Yuan pada level 7,09 CNY/USD.
  • 15:57 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,39% terhadap Dollar AS pada level 16.430 IDR/USD.
  • 15:56 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 0,19% pada level 23.236.
  • 15:55 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 0,60% pada level 2.763.
  • 15:55 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 2,51% pada level 2.391.
  • 15:54 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 1,13% pada level 5.418.
  • 15:53 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 0,01% pada level 17.820.
  • 15:51 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 0,03% pada level 1.725.

Capai Ekonomi Digital US$130 Miliar, Indonesia Butuh Sosok Ini

Capai Ekonomi Digital US$130 Miliar, Indonesia Butuh Sosok Ini - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Nilai ekonomi digital Indonesia oleh McKinsey ditaksir bakal mencapai US$130 miliar pada 2022 nanti. Lantas apa prasyarat yang harus dipenuhi agar itu bisa tercapai?

Head of Operation IDC Indonesia, Mevira Munindra melihat untuk mencapai hal tersebut, tentunya ada tahapan yang harus dilalui dan tidak serta merta bisa tercapai. Salah satunya, infrastruktur Palapa Ring dan juga roadmap (peta jalan), baik untuk e-commerce, industri 4.0 maupun lainnya. Namun, itu masih kurang. Perlu ada satu lembaga pemerintah khusus yang menangani ekonomi digital di Indonesia.

"Salah satu yang bisa di-leverage menurut kami, harus ada satu unit yang melihat ke arah sana (ekonomi digital). Jadi satu unit ini hampir sama seperti enterprise. Kalau mereka kan sekarang sudah ada unit bisnis digital. Mungkin ada baiknya juga ada lembaga pemerintah yang melihat ke arah sana. Bukan dari kementerian karena kan urusannya lebih mengembangkan regulasi, cuman yang bisa ke planning, implementasi, dan monitoring. Ini yang belum kelihatan siapa sosoknya," kata dia saat dihubungi Warta Ekonomi, Selasa (26/2/2019).

Baca Juga: Pemerintah Harus Bangun Ekosistem Ekonomi Digital

Baca Juga: Pemerintah Terus Godok Kebijakan Guna Dukung Pelaku Ekonomi Digital

Menurut dia, adanya lembaga ini bisa mempengaruhi peta jalan dan pandangan digital yang masih silo (beberapa departemen atau sektor tertentu tidak menginginkan berbagi informasi dengan yang lainnya dalam perusahaan yang sama). Saat ini, peta jalan terkait ekonomi digital masih belum jelas, kemudian pandangannya masih terpisah antara pemerintah, privat, dan asosiasi. 

"Seharusnya ketika bicara ekonomi digital harusnya smart nation, jadi semuanya benar-benar terintegrasi. Kalau di Malaysia sudah ada seperti MDEC, di Singapura juga ada IMDA. Jadi, IMDA itu bikin The Services and Digital Economy Technology Roadmap (SDE TRM), roadmap ekonomi digital selama lima tahun ke depan karena mereka sadar ekonomi digital sudah menyumbang 70% PDB mereka," tambah dia. 

Sementara di Indonesia, meski sudah ada peta jalan seperti e-commerce dan industri 4.0, namun belum ada peta jalan yang menyeluruh.

"Whats next? Kita enggak tahu. Jadi, sosok ini diperlukan untuk menyelaraskan dan juga mendorong teknologi juga yang selama ini lebih banyak didorong swasta, pemerintah pun masih terbatas, hanya BI dan OJK misalnya," kata dia.

Ada jutaan anak yang terkendala belajar online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Mari kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu pengadaan APD dan fasilitas pendidikan online anak-anak Indonesia. Informasi soal donasi klik di sini.

Baca Juga

Tag: ekonomi digital, E-commerce, International Data Corporation (IDC) Indonesia

Penulis: Yosi Winosa

Editor: Rosmayanti

Foto: SAP

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,398.86 4,352.78
British Pound GBP 1.00 20,494.27 20,285.43
China Yuan CNY 1.00 2,336.23 2,311.67
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 16,546.32 16,381.68
Dolar Australia AUD 1.00 10,032.03 9,928.94
Dolar Hong Kong HKD 1.00 2,134.68 2,113.30
Dolar Singapura SGD 1.00 11,569.24 11,453.32
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,964.34 17,779.04
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,803.75 3,758.13
Yen Jepang JPY 100.00 15,340.55 15,185.09
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4623.429 91.744 687
2 Agriculture 936.003 11.914 22
3 Mining 1225.526 31.432 49
4 Basic Industry and Chemicals 652.518 51.220 78
5 Miscellanous Industry 736.691 0.113 51
6 Consumer Goods 1712.721 8.686 57
7 Cons., Property & Real Estate 326.084 -0.307 89
8 Infrastruc., Utility & Trans. 825.116 22.729 79
9 Finance 990.464 18.601 92
10 Trade & Service 596.613 2.104 170
No Code Prev Close Change %
1 REAL 61 82 21 34.43
2 KOBX 67 90 23 34.33
3 BTON 130 165 35 26.92
4 DOID 109 137 28 25.69
5 KBLI 400 500 100 25.00
6 SAMF 272 340 68 25.00
7 SAPX 935 1,165 230 24.60
8 DNAR 250 310 60 24.00
9 TMAS 80 99 19 23.75
10 PJAA 480 590 110 22.92
No Code Prev Close Change %
1 SRAJ 200 186 -14 -7.00
2 KRAH 486 452 -34 -7.00
3 BBHI 86 80 -6 -6.98
4 JAST 505 470 -35 -6.93
5 HRME 535 498 -37 -6.92
6 KONI 494 460 -34 -6.88
7 POLL 9,450 8,800 -650 -6.88
8 SRTG 3,080 2,870 -210 -6.82
9 AGII 470 438 -32 -6.81
10 MAPA 1,705 1,590 -115 -6.74
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,870 2,890 20 0.70
2 REAL 61 82 21 34.43
3 BRPT 830 1,000 170 20.48
4 BBCA 27,050 27,475 425 1.57
5 ELSA 181 204 23 12.71
6 MEDC 432 480 48 11.11
7 FREN 62 76 14 22.58
8 PGAS 800 800 0 0.00
9 LPPF 1,160 1,095 -65 -5.60
10 PAMG 107 104 -3 -2.80