Portal Berita Ekonomi Jum'at, 03 April 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Uang Indonesia di Startup Lari ke Luar Negeri? Begini Jawaban BKPM

Uang Indonesia di Startup Lari ke Luar Negeri? Begini Jawaban BKPM - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Membahas mengenai kecemasan larinya uang Indonesia ke luar negeri lewat permodalan asing di startup, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menegaskan, modal tak gampang ditarik kembali oleh investor di sektor itu. Sebab, terdapat perbedaan pada kuatnya komitmen dari investor terhadap model bisnis startup.

Mengapa komitmennya harus kuat? Sebab pola investasi di sektor e-commerce berbeda dengan sistem deposito yang bisa ditarik kapan saja. Hanya ada tiga cara untuk menarik kembali modal di sektor startup. 

"Pertama, dengan melakukan Initial Public Offering (IPO), jual ke investor lain, atau nilainya diminimalkan. Jadi, investasi melalui pola ini harus komitmen total. Sekali masuk, mereka tidak bisa keluar. Ini yang membedakan dengan pola menabung di deposito yang setiap saat bisa ditarik keluar," jelas Kepala BKPM Thomas Lembong, Selasa (26/2/2019), di Forum Merdeka Barat 9, Gedung Kemenkominfo, Jakarta.

Baca Juga: Menkeu Ungkap Alasan Investor Asing Bakar Uang untuk Unicorn, Ngeri...

BKPM juga mengaku, sejak 2015 mereka mencoba untuk mendata arus modal yang masuk ke startup. Namun, hingga saat ini pihaknya masih kewalahan untuk mendatanya karena mayoritas pendiri startup adalah anak-anak muda yang belum melaporkan investasi ke BKPM. Kecepatan dan struktur finansial yang masih rumit dinilai jadi sejumlah faktor yang menghambat proses pendataan tersebut.

"Kami mulai sadar betapa besarnya arus investasi ke startup, kira-kira tiga tahun lalu. Tiba-tiba muncul banyak berita ada startup dengan nilai triliunan. Pertumbuhan arus modal unicorn memang begitu cepat," jelas Thomas. 

Lebih lanjut, menurut pengakuan mantan Menteri Perdagangan itu, struktur finansial dari perusahaan rintisan memang kompleks. Karena di dalamnya ada pembagian antara modal yang disetor oleh pemegang saham, suntikan manajemen, dan manajemen.

Baca Juga: Investasi Asing Unicorn, "Investor Tak Pegang Kendali Usaha"

Arus Permodalan Startup di Indonesia

Investasi bisnis digital berkembang dengan signifikan. Rata-rata Foreign Direct Investment setiap tahun mencapai US$9 miliar-US$12 miliar. Dari jumlah itu, investasi yang masuk ke sektor ekonomi digital di Indonesia mencapai 15%-20% atau setara dengan US$2,5 miliar-US$3 miliar. 

Poin pentingnya, sumber pendanaan domestik dan asing di sektor startup sudah seimbang. Bahkan, menurut Thomas, lebih dari 95% pemilik dan pekerja startup unicorn di negara ini merupakan warga negara Indonesia.

Baca Juga: Kepala BKPM Angkat Bicara soal "Unicorn yang Online- Online"

"Penempatan dana melalui venture capital memang berbeda dengan konsep bisnis konvensional. Sumber daya manusia (human capital) atau pendiri (inovator) dari perusahaan startup menjadi penopang dari bisnis yang didanai modal ventura," urai Thomas yang memang bekerja di bidang permodalan.

Menurutnya, peran pemodal ventura lebih pasif dibandingkan pemodal di bisnis lainnya. Mereka lebih percaya pendiri dan pelaksana bisnis di perusahaan rintisan sebagai pengendali perusahaan. Investor modal ventura tidak mau membuat pendiri atau inovator dari bisnis kehilangan peran.

Ada jutaan anak yang terkendala belajar online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Mari kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu pengadaan APD dan fasilitas pendidikan online anak-anak Indonesia. Informasi soal donasi klik di sini.

Baca Juga

Tag: Unicorn, Startup, Thomas Lembong

Penulis: Tanayastri Dini Isna

Editor: Rosmayanti

Foto: FMB9

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,472.52 4,427.42
British Pound GBP 1.00 20,850.86 20,635.06
China Yuan CNY 1.00 2,365.81 2,340.63
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 16,824.71 16,657.30
Dolar Australia AUD 1.00 10,234.47 10,129.30
Dolar Hong Kong HKD 1.00 2,170.54 2,148.72
Dolar Singapura SGD 1.00 11,713.11 11,592.53
EURO Spot Rate EUR 1.00 18,416.33 18,226.42
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,847.41 3,798.70
Yen Jepang JPY 100.00 15,668.38 15,508.15
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4531.685 65.648 687
2 Agriculture 924.089 9.599 22
3 Mining 1194.094 19.018 49
4 Basic Industry and Chemicals 601.298 24.602 78
5 Miscellanous Industry 736.578 21.582 51
6 Consumer Goods 1704.035 64.759 57
7 Cons., Property & Real Estate 326.391 -2.538 89
8 Infrastruc., Utility & Trans. 802.387 12.629 79
9 Finance 971.863 -0.770 92
10 Trade & Service 594.509 3.064 170
No Code Prev Close Change %
1 SOCI 85 114 29 34.12
2 HKMU 73 94 21 28.77
3 ELSA 141 181 40 28.37
4 SAMF 218 272 54 24.77
5 ARTO 915 1,140 225 24.59
6 DUCK 442 550 108 24.43
7 MPRO 925 1,135 210 22.70
8 RAJA 86 104 18 20.93
9 CARS 50 60 10 20.00
10 GWSA 82 98 16 19.51
No Code Prev Close Change %
1 LMSH 400 372 -28 -7.00
2 AGII 505 470 -35 -6.93
3 POLL 10,150 9,450 -700 -6.90
4 ENVY 131 122 -9 -6.87
5 GEMA 350 326 -24 -6.86
6 NASA 234 218 -16 -6.84
7 AMAN 234 218 -16 -6.84
8 MAPA 1,830 1,705 -125 -6.83
9 SSIA 410 382 -28 -6.83
10 LAND 498 464 -34 -6.83
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,930 2,870 -60 -2.05
2 REAL 57 61 4 7.02
3 MNCN 900 1,000 100 11.11
4 PAMG 114 107 -7 -6.14
5 BBCA 27,400 27,050 -350 -1.28
6 TELE 118 140 22 18.64
7 PURA 77 75 -2 -2.60
8 ISSP 148 146 -2 -1.35
9 TLKM 3,100 3,130 30 0.97
10 BBNI 3,680 3,850 170 4.62