Portal Berita Ekonomi Senin, 16 Desember 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:08 WIB. Peringkat Kemudahan Berbisnis - Singapura (2), Malaysia (12), Thailand (21), China (31), India (63), Vietnam (70), Indonesia (73), Filipina (95)
  • 08:55 WIB. Peringkat Anti Korupsi - Singapura (3), Malaysia (61), India (78), China (87), Indonesia (89), Filipina (99), Thailand (99), Vietnam (117)

Masa Depan Akuntansi: Batasan Baru Teknologi dan Keamanan Siber

Masa Depan Akuntansi: Batasan Baru Teknologi dan Keamanan Siber - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Menurut Dr David Bond, dosen senior di University of Technology Sydney (UTS), seorang akuntan memiliki peran penting dalam membantu organisasi untuk mengidentifikasi dan mengelola risiko secara cepat.

Dalam kunjungan ke Indonesia pada pekan ini untuk mengisi kegiatan kuliah dan berkolaborasi dengan Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI), Bond membahas tentang perubahan peran akuntan dan mendorong lebih banyak siswa untuk belajar akuntansi.

"Di sisi lain, aspek tradisional akuntansi yang berkaitan dengan angka-angka telah begitu cepat diotomatisasi. Saat ini masa depan seorang akuntan sebagai penasihat bisnis terpercaya tetap cerah," kata Bond melalui siaran pers yang diterima redaksi belum lama ini.

Di Indonesia, sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) memiliki arah perkembangan yang positif, tetapi laju pertumbuhan tersebut terhambat oleh kurangnya tenaga akuntan profesional. Indonesia memiliki jumlah akuntan profesional dengan proporsi terkecil di wilayah Asia Tenggara. Hasil studi yang dilakukan oleh International Academic Institute for Science and Technology menyatakan Indonesia membutuhkan lebih dari 200.000 akuntan profesional, namun kenyataannya saat ini hanya ada sekitar 10.000 akuntan professional.

Masalah ini akan menimbulkan risiko di masa depan jika dibiarkan berlanjut. Menurut studi pada 2018 oleh Universitas Negeri Malang (UNM), ada kekurangan lulusan akuntansi yang bergabung dengan 500 firma akuntan publik di Indonesia.

Baca Juga: Benarkah AI dan Machine Learning Akan Lenyapkan Profesi Akuntan?

Teknologi dan Keamanan Siber: Batasan Baru

"Dewasa ini, akuntan memiliki peran penting dalam membantu mencegah penipuan dan melindungi perusahaan dari beragam bentuk kejahatan siber. Mereka dapat membantu mengidentifikasi dan mengurangi risiko terkait penipuan di lingkup internal, eksternal, pembuat kebijakan, dan menjaga reputasi perusahaan," ujar Bond.

Bond menjelaskan, perkembangan yang cepat dari komputasi awan dan kebebasan karyawan untuk menggunakan perangkat mereka sendiri untuk mengakses sistem bisnis, meningkatkan kerentanan sistem yang sebelumnya sulit diakses.

"Organisasi menghadapi beragam masalah baru yang terus mengancam, seperti virus (malware), serangan terhadap infrastruktur, pembobolan data, dan penipuan pembayaran (fraud)," jelas Bond.

"Kejahatan siber sering bersifat oportunistik, tetapi semakin canggih dan semakin sulit untuk dideteksi serta dicegah. Dari seluruh sektor, perusahaan perlu bekerja lebih keras dan lebih pintar untuk mengurangi motivasi, peluang, dan akses penipuan."

Firma akuntan, pajak, dan jasa keuangan juga tidak luput dari risiko bahaya kejahatan siber itu sendiri, dengan potensi pembobolan data dan akses yang tidak sah ke pembukuan yang menciptakan potensi penipuan pengembalian pajak dan pensiun, pencurian identitas, serta penipuan finansial terhadap klien.

"Sangatlah penting bagi perusahaan untuk menanggapi setiap tindakan pembobolan data dan penipuan, untuk itu dibutuhkan pemahaman yang lebih dalam mengenai persyaratan pelaporan yang memenuhi peraturan, penalti, kompensasi, dan pelanggaran kontrak yang terkait dengan kerugian awal," kata Bond.

Baca Juga: Sekolah Akuntansi di London School Bisa di Jakarta atau Singapura

Keterampilan untuk Akuntan Masa Depan

Akuntan di masa depan tidak hanya harus pandai berhitung. Namun, dituntut untuk lebih memahami teknologi, menurut UTS, kebutuhan akuntan dengan keterampilan interpersonal yang kuat akan sangat penting.

Bond berujar, "Akuntan yang paling dicari adalah mereka yang menawarkan nilai bisnis nyata dan pemahaman terhadap klien yang mendalam. Mereka akan mempunyai kemampuan berkomunikasi yang baik, pemikiran yang kritis, memiliki empati dan kreativitas. Benar-benar mampu memahami dan bermitra dengan rekan bisnis."

Dikarenakan perubahan yang cepat dan kurangnya sumber daya dari profesi ini, Bond mendorong lebih banyak pemuda Indonesia untuk memilih akuntansi sebagai pilihan karir yang menarik dan menginspirasi.

"Akuntan saat ini berada di garis depan bisnis dan pemerintahan dengan tugas mengidentifikasi dan mengatasi banyak tantangan serta risiko. Dengan mengabungkan pendidikan akuntansi yang berkualitas, pengembangan keterampilan interpersonal yang kuat, kemampuan berbahasa Inggris yang baik, keragaman pengalaman dan memiliki pikiran yang  terbuka adalah resep untuk meniti karir yang luar biasa," tandasnya.

Baca Juga

Tag: Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI), Keamanan Siber, Teknologi

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Rosmayanti

Foto: Unsplash/Rawpixel

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,747.08 3,709.59
British Pound GBP 1.00 18,951.81 18,757.67
China Yuan CNY 1.00 2,014.21 1,993.88
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,051.91 13,912.09
Dolar Australia AUD 1.00 9,726.73 9,622.99
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,800.56 1,782.46
Dolar Singapura SGD 1.00 10,394.96 10,285.44
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,708.63 15,550.93
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,395.00 3,357.16
Yen Jepang JPY 100.00 12,830.45 12,701.63

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6197.318 57.921 668
2 Agriculture 1424.860 10.203 20
3 Mining 1528.809 26.762 50
4 Basic Industry and Chemicals 976.378 16.198 77
5 Miscellanous Industry 1215.025 42.951 50
6 Consumer Goods 2023.673 9.223 56
7 Cons., Property & Real Estate 506.323 -1.997 83
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1122.442 14.680 76
9 Finance 1313.749 10.641 90
10 Trade & Service 768.113 0.709 166
No Code Prev Close Change %
1 ZBRA 72 97 25 34.72
2 IFII 300 374 74 24.67
3 TAMU 260 324 64 24.62
4 DWGL 180 218 38 21.11
5 UNIT 153 182 29 18.95
6 TIRA 214 252 38 17.76
7 MEGA 5,750 6,750 1,000 17.39
8 BIRD 2,470 2,890 420 17.00
9 NICK 260 300 40 15.38
10 SINI 1,200 1,350 150 12.50
No Code Prev Close Change %
1 MAMI 79 52 -27 -34.18
2 IBFN 318 246 -72 -22.64
3 YULE 199 154 -45 -22.61
4 AMAG 302 234 -68 -22.52
5 LMSH 398 310 -88 -22.11
6 BIKA 197 160 -37 -18.78
7 BVIC 119 98 -21 -17.65
8 BKSW 172 142 -30 -17.44
9 PEGE 230 190 -40 -17.39
10 HERO 875 725 -150 -17.14
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,485 1,590 105 7.07
2 IPTV 505 510 5 0.99
3 TLKM 3,950 3,990 40 1.01
4 BNLI 1,310 1,275 -35 -2.67
5 TCPI 6,175 6,200 25 0.40
6 REAL 266 298 32 12.03
7 ADRO 1,475 1,590 115 7.80
8 BBRI 4,250 4,280 30 0.71
9 ASII 6,550 6,850 300 4.58
10 ACES 1,590 1,550 -40 -2.52