Portal Berita Ekonomi Selasa, 17 September 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 17:59 WIB. China - Pendapatan fiskal China naik 3,2% (y on y) pada Januari-Agustus
  • 16:33 WIB. China - SF Airline luncurkan layanan kargo antar benua pertama dan terpanjang ke Frankfurt
  • 16:12 WIB. Bursa - Indeks Strait Times ditutup melemah 0,65% pada level 3.183
  • 16:11 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat tipis 0,01% pada level 2.062
  • 16:10 WIB. Bursa - Shanghai Composite Index ditutup melemah 1,74% pada level 2.978
  • 16:09 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup menguat 0,06% pada level 22.001
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup melemah 1,23% pada level 26.790
  • 16:02 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,41% terhadap dollar di level Rp 14.100
  • 16:01 WIB. IHSG - IHSG ditutu hijau 0,28% di akhir sesi II.
  • 15:31 WIB. Go-Jek - Go-Jek masuk Top 10 Most Valuable Indonesian Brand 2019.
  • 14:45 WIB. China - Biro Statistik: Harga rumah di kota utama (Beijing, Shanghai, Shenzhen, Guangzhou) naik 0,3% secara bulanan di Agustus
  • 13:27 WIB. AS - Instagram luncurkan Instagram Music di semua platform

Angka Perceraian di Jakarta Tinggi, Apa Pangkal Masalahnya?

Angka Perceraian di Jakarta Tinggi, Apa Pangkal Masalahnya? - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Angka gugatan perceraian di Jakarta Pusat mengalami peningkatan dari 1.527 kasus di 2017 menjadi 1.796 di 2018.

Total ada 1.796 kasus sepanjang 2018, sedangkan tahun 2017 totalnya 1.527 kasus, kata Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Jakarta Pusat Gunadi di Jakarta, Kamis.

Gunadi menjelaskan banyak faktor yang memicu pasangan suami-istri mengajukan gugatan perceraian. Ada yang pasangannya kabur entah kemana, selingkuh, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), ada juga karena faktor ekonomi.

Baca Juga: Kongres Muslim Soroti Fenomena Maraknya Kasus Perceraian

Ia merinci sepanjang tahun 2018 ada 558 kasus perceraian yang terjadi karena perselisihan, 469 kasus karena faktor ekonomi dan 411 kasus karena salah satu pasangan pergi.

Sedangkan sepanjang tahun 2017, ada 413 kasus perceraian yang disebabkan oleh perselisihan, 322 kasus karena faktor ekonomi dan 390 kasus karena ditinggalkan pasangannya.

Salah satu warga Kemayoran Dinda Kumalasari (35) yang mendatangi Pengadilan Agama Jakarta Pusat mengatakan dirinya datang untuk mendaftarkan gugatan perceraian karena sang suami kabur entah kemana.

"Suami saya tidak pernah lagi menafkahi saya, kurang lebih enam bulan ini, baik nafkah lahir maupun batin," kata dia. Wanita kelahiran tahun 1984 ini berharap gugatan perceraian yang diajukannya dapat diterima dan diputuskan secepat mungkin.

"Saya hanya butuh kepastian bagaimana status pernikahan saya. Saya rasa ini yang terbaik buat saya, dari pada tidak ada kejelasan seperti ini," ujarnya.

Berbeda dengan Dinda, salah satu warga Tanah Abang Rosdiana (50) mengaku pernikahannya kandas di tengah jalan karena faktor ekonomi yang menimpa dirinya.

Sudah lama saya pisah sama suami. Kalau sekarang saya tinggal sama tiga orang anak saya, kebetulan anak pertama saya yang sudah kerja, kata dia.

Berdasarkan data dari Pengadilan Agama di DKI Jakarta, angka gugatan perceraian menunjukkan peningkatan di 2018. Untuk wilayah Jakarta Utara tahun 2017 terdapat 2.594 kasus perceraian, sedangkan di 2018 menjadi 2.920 kasus.

Untuk Jakarta Barat, jumlah kasus perceraian sepanjang 2017 mencapai 3.718. Angka ini kemudian meningkat menjadi 4.373 kasus di 2018.

Sedangkan angka gugatan perceraian di Jakarta Selatan pada 2017 mencapai 5.642 kasus dan meningkat menjadi 5.690 di 2018.

Sementara untuk wilayah Jakarta Timur yang tercatat sebagai wilayah dengan angka perceraian paling tinggi, jumlah gugatan perceraian mencapai 5.773 kasus di 2017 dan meningkat menjadi 6.695 di 2018.

Tag: Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DKI Jakarta), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil)

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Meriel Jane Waissman

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,778.03 3,739.77
British Pound GBP 1.00 17,598.96 17,421.21
China Yuan CNY 1.00 2,003.53 1,983.46
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,171.00 14,029.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,700.05 9,600.04
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,811.94 1,793.53
Dolar Singapura SGD 1.00 10,297.94 10,192.53
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,607.94 15,445.93
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,394.25 3,356.22
Yen Jepang JPY 100.00 13,109.16 12,975.40

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6236.690 17.255 653
2 Agriculture 1401.290 40.171 21
3 Mining 1677.442 -1.658 49
4 Basic Industry and Chemicals 892.715 -1.823 72
5 Miscellanous Industry 1156.368 -32.269 49
6 Consumer Goods 2234.077 11.452 53
7 Cons., Property & Real Estate 497.631 1.437 81
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1214.642 17.931 75
9 Finance 1252.622 4.164 90
10 Trade & Service 806.759 0.554 163
No Code Prev Close Change %
1 TFAS 180 278 98 54.44
2 OKAS 193 260 67 34.72
3 ITIC 1,000 1,250 250 25.00
4 ETWA 82 96 14 17.07
5 JSKY 720 840 120 16.67
6 KOTA 478 550 72 15.06
7 KARW 91 102 11 12.09
8 YELO 134 150 16 11.94
9 MINA 2,300 2,570 270 11.74
10 BMSR 100 110 10 10.00
No Code Prev Close Change %
1 SDRA 800 675 -125 -15.62
2 TFCO 635 545 -90 -14.17
3 TRST 400 360 -40 -10.00
4 JAWA 124 112 -12 -9.68
5 LPLI 158 144 -14 -8.86
6 INTD 159 145 -14 -8.81
7 MPRO 790 725 -65 -8.23
8 AHAP 62 57 -5 -8.06
9 BUKK 1,770 1,630 -140 -7.91
10 GLOB 420 390 -30 -7.14
No Code Prev Close Change %
1 IPTV 540 540 0 0.00
2 MAMI 130 139 9 6.92
3 MNCN 1,285 1,275 -10 -0.78
4 MSIN 466 466 0 0.00
5 TFAS 180 278 98 54.44
6 BMTR 364 354 -10 -2.75
7 HMSP 2,290 2,330 40 1.75
8 PGAS 2,050 2,180 130 6.34
9 GGRM 54,600 54,625 25 0.05
10 ERAA 1,860 1,980 120 6.45