Portal Berita Ekonomi Sabtu, 31 Oktober 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Ini Ternyata Pemicu Deflasi Februari 2019

Ini Ternyata Pemicu Deflasi Februari 2019
WE Online, Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat indeks harga konsumen (IHK) pada Februari 2019 mengalami deflasi 0,08% . Dengan demikian inflasi tahun kalender  sebesar 0,24 % dan inflasi tahun ke tahun (year on year/YoY) sebesar 2,57 %.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Yunita Rusanti mengatakan deflasi disebabkan menurunnya beberapa harga beberapa jenis bahan makanan hingga 1,11%. 

“Untuk bahan makanan mengalami deflasi dan memberikan andil deflasi 0,24%,”Kata Yunita dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (1/3/2019).

Baca Juga: Februari 2019 Deflasi Terendah dalam Dua Tahun Terakhir

Bahan makanan yang menyumbang deflasi antara lain daging ayam ras , cabai merah, telur ayam ras, bawang merah, cabe rawit, ikan segar, wortel dan jeruk. Sementara komoditas yang memberikan sumbangan inflasi, adalah beras, mie kering instant, dan bawang putih masing-masing sebesar 0,01%.

Selanjutnya kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau mengalami inflasi 0,31%. Kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar juga mengalami inflasi 0,25% dengan andil 0,06%,  kelompok sandang sebesar 0,27 %; kelompok kesehatan sebesar 0,36%; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,11%; dan kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan dengan inflasi 0,05%.

“Khusus kelompok transportasi  komoditas yang dominan memberikan sumbangan deflasi, yaitu bensin  khususnya yang non subsidi mengalami penurunan harga antara lain pertamax dan pertamax turbo,” tambahnya.

Baca Juga: Setelah Januari Alami Inflasi, Februari Berpotensi Deflasi?

Sementara itu  dari 82 kota IHK, seluruh kota 13 mengalami inflasi dan 69 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Tual  sebesar 2,98  %  dan inflasi terendah terjadi di Kendari  sebesar 0,03  % .Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Merauake sebesar -2,11%   dan deflasi terendah di Serangsebesar -0,02  %

“Deflasi tertinggi di Merauke disebabkan penurunan harga sayuran dan cabe. Sedangkan inflasi tertinggi di Tual disebabkan kenaikan harga sayuran khususnya bayam dan ikan segar,”pungkasnya.

Baca Juga

Tag: Deflasi, Badan Pusat Statistik (BPS)

Penulis: Boyke P. Siregar

Editor: Kumairoh

Foto: Antara/Aprillio Akbar

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,936.61 3,897.23
British Pound GBP 1.00 19,250.06 19,052.67
China Yuan CNY 1.00 2,203.01 2,179.79
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,763.45 14,616.55
Dolar Australia AUD 1.00 10,535.20 10,427.45
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,904.96 1,885.98
Dolar Singapura SGD 1.00 10,862.67 10,752.21
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,459.26 17,279.69
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,547.20 3,508.53
Yen Jepang JPY 100.00 14,099.37 13,955.08
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Aug
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Dec
3 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Oct
4 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10