Portal Berita Ekonomi Selasa, 19 Maret 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:22 WIB. Rupiah - Rupiah menguat tipis 0,04% ke level Rp14.233 per dolar AS. 
  • 08:59 WIB. IHSG - IHSG dibuka hijau 0,09% ke level 6.515,56 di awal sesi I.
  • 08:35 WIB. Startup - Menurut Rudiantara, target Ma'ruf soal 3.500 startup hingga 2024 realistis.
  • 08:34 WIB. Motor - Selama dua bulan, penjualan motor domestik tembus 1,1, juta unit.
  • 08:33 WIB. MRT - Rudiantara harap pelanggan MRT tak cuma bisa akses Telkomsel.
  • 08:32 WIB. Merkurius - Peneliti temukan cincin debu di Orbit Merkurius.
  • 08:31 WIB. XL - XL tengah negosiasi dengan MRT untuk perbaiki kualitas sinyal.
  • 07:59 WIB. Bukalapak - Kemenkominfo akui sulit tindak pelaku peretasan Bukalapak.
  • 07:43 WIB. Samsung - Samsung jual Galaxy M10 di Indonesia mulai 27 Maret seharga Rp1,699 juta.
  • 07:40 WIB. Xiaomi - Xiaomi Redmi 7 Pro sudah tiba di China.
  • 07:22 WIB. Grab - GrabCar resmi beroperasi di Bandara Adi Soemarmo Solo.
  • 07:19 WIB. Google - Google Pixel 4 XL rumornya bakal usung dua kamera belakang.
  • 07:16 WIB. Mitsubishi - Mitsubishi kejar target resmikan diler baru.
  • 15:43 WIB. Beras - Sleman optimistis 2019 mampu surplus produksi beras.

Bangladesh Tak Mau Lagi Terima Pengungsi Rohingya

Bangladesh Tak Mau Lagi Terima Pengungsi Rohingya - Warta Ekonomi
WE Online, New York -

Bangladesh mengatakan kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Kamis (28/2/2019) bahwa pihaknya tak dapat mengambil pengungsi lagi dari Myanmar.

Keberatan itu disampaikan 18 bulan setelah lebih 700.000 orang, sebagian besar Muslim Rohingya, mulai melintasi perbatasan kedua negara. Mereka pergi mengungsikan diri dari tindakan keras oleh militer.

Serangan-serangan atas pos-pos keamanan oleh pemberontak Rohingya di negara bagian Rakhine, Myanmar, memicu tindakan itu yang PBB, Amerika Serikat, Inggris dan negara-negara lain lukiskan sebagai pembersihan suku. Myanmar membantah tuduhan-tuduhan tersebut.

"Dengan rasa menyesal, saya sampaikan kepada Dewan bahwa Bangladesh tidak akan lagi dalam posisi untuk menampung orang-orang dari Myanmar," kata Menteri Luar Negeri Bangladesh Shahidul Haque.

Haque menuding Myanmar "memberikan janji kosong dan mengambil berbagai pendekatan yang merintangi" dalam perundingan-perundingan mengenai pemulangan para pengungsi itu.

"Tak seorang Rohingya pun sukarela kembali ke Rakhine karena lingkungan di sana tidak kondusif," kata Haque.

Myanmar menyatakan pihaknya sudah siap menerima para pengungsi yang kembali sejak Januari, tetapi PBB mengatakan kondisi belum tepat bagi mereka untuk pulang. Pihak Rohingya mengatakan, bahwa sebelum kembali, mereka menginginkan jaminan atas keselamatan dan diakui sebagai warga negara.

Kekuatan-kekuatan Barat di DK PBB pada Kamis mengatakan sangat menyayangkan kurangnya aksi dari pemerintah Myanmar.

"Kami sangat kecewa ... belum ada kemajuan lagi untuk menerima pengungsi kembali termasuk penciptaan kondisi agar para pengungsi merasa bisa kembali," kata Duta Besar Inggris untuk PBB Karen Pierce kepada Dewan.

Beberapa anggota DK PBB dari negara-negara Barat menekankan bahwa kepulangan para pengungsi perlu aman, sukarela, bermartabat dan terjamin. Mereka juga mendesak pemerintah Myanmar mengizinkan PBB mendapatkan akses ke Rakhine.

Utusan PBB untuk Myanmar Christine Schraner-Burgener mengatakan kepada DK PBB bahwa akses yang dimiliki PBB saat ini "belum memadai."

Tag: Rohingya, Muslim Rohingya, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Fajar Sulaiman

Foto: Reuters/Mohammad Ponir Hossain

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,816.90 3,778.13
British Pound GBP 1.00 19,020.55 18,830.42
China Yuan CNY 1.00 2,133.47 2,112.30
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,313.00 14,171.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,150.78 10,042.99
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,823.43 1,805.31
Dolar Singapura SGD 1.00 10,579.50 10,472.99
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,215.20 16,047.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,500.37 3,462.25
Yen Jepang JPY 100.00 12,826.42 12,695.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6509.447 48.264 628
2 Agriculture 1510.397 -3.951 21
3 Mining 1869.283 -10.413 47
4 Basic Industry and Chemicals 903.455 9.107 71
5 Miscellanous Industry 1303.633 23.743 46
6 Consumer Goods 2689.007 5.911 51
7 Cons., Property & Real Estate 460.164 4.459 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1185.850 22.162 72
9 Finance 1245.077 9.833 91
10 Trade & Service 826.820 2.781 155
No Code Prev Close Change %
1 BCAP 147 189 42 28.57
2 MLPT 910 1,135 225 24.73
3 PNSE 610 760 150 24.59
4 GLOB 358 446 88 24.58
5 KDSI 975 1,175 200 20.51
6 OCAP 1,775 2,100 325 18.31
7 INCI 550 645 95 17.27
8 DILD 324 372 48 14.81
9 KBLV 456 520 64 14.04
10 DART 272 306 34 12.50
No Code Prev Close Change %
1 PGLI 294 262 -32 -10.88
2 SHID 4,200 3,770 -430 -10.24
3 ALKA 430 388 -42 -9.77
4 IDPR 840 760 -80 -9.52
5 GAMA 55 50 -5 -9.09
6 STAR 92 84 -8 -8.70
7 BALI 1,330 1,220 -110 -8.27
8 GSMF 119 110 -9 -7.56
9 RELI 230 214 -16 -6.96
10 JAYA 288 268 -20 -6.94
No Code Prev Close Change %
1 SIMA 398 394 -4 -1.01
2 MYRX 106 105 -1 -0.94
3 LPPF 3,840 4,100 260 6.77
4 BBRI 3,980 4,040 60 1.51
5 JAYA 288 268 -20 -6.94
6 TLKM 3,740 3,830 90 2.41
7 BKSL 110 111 1 0.91
8 ANTM 975 955 -20 -2.05
9 FREN 332 348 16 4.82
10 CSIS 151 164 13 8.61