Portal Berita Ekonomi Sabtu, 14 Desember 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:24 WIB. CPO CIF Rotterdam Recap - 760 USD/ton (9/12), 765 USD/ton (10/12), 760 USD/ton (11/12), 767,5 USD/ton (12/12).
  • 13:21 WIB. Rupiah Recap - Rp.14.015/USD (9/12), Rp.14.010/USD (10/12), Rp.14.035/USD (11/12), Rp.14.025/USD (12/12), Rp.13.990/USD (13/12).
  • 11:37 WIB. Yuan Recap - 7,0393 CNY/USD (9/12), 7,0342 CNY/USD (10/12), 7,0388 CNY/USD (11/12), 6,9849 CNY/USD (12/12), 6,9895 CNY/USD (13/12).
  • 11:28 WIB. Yen Recap - 108,56 JPY/USD (9/12), 108,71 JPY/USD (10/12), 108,56 JPY/USD (11/12), 109,31 JPY/USD (12/12), 109,33 JPY/USD (13/12).
  • 11:20 WIB. Poundsterling Recap - 1,3145 USD/GBP (9/12), 1,3156 USD/GBP (10/12), 1,3195 USD/GBP (11/12), 1,3164 USD/GBP (12/12), 1,3326 USD/GBP (13/12).
  • 11:14 WIB. Euro Recap - 1,1064 USD/EUR (9/12), 1,1093 USD/EUR (10/12), 1,1130 USD/EUR (11/12), 1,1130 USD/EUR (12/12), 1,1122 USD/EUR (13/12).
  • 10:01 WIB. Straits Times Recap - 3.179 (9/12), 3.162 (10/12), 3.172 (11/12), 3.194 (12/12), 3.214 (13/12).
  • 09:59 WIB. IHSG Recap - 6.193 (9/12), 6.183 (10/12), 6.180 (11/12), 6.139 (12/12), 6.197 (13/12).
  • 09:53 WIB. KOSPI Recap - 2.088 (9/12), 2.098 (10/12), 2.105 (11/12), 2.137 (12/12), 2.170 (13/12).
  • 09:48 WIB. Hang Seng Recap - 26.494 (9/12), 26.436 (10/12), 26.645 (11/12), 26.994 (12/12), 27.687 (13/12).
  • 09:42 WIB. Shanghai Composite Recap - 2.914 (9/12), 2.917 (10/12), 2.924 (11/12), 2.915 (12/12), 2.967 (13/12).
  • 09:39 WIB. Nikkei 225 Recap - 23.430 (9/12), 23.410 (10/12), 23.391 (11/12), 23.424 (12/12), 24.023 (13/12).
  • 09:36 WIB. FTSE 100 Recap - 7.233 (9/12), 7.213 (10/12), 7.216 (11/12), 7.273 (12/12), 7.353 (13/12).
  • 09:20 WIB. S&P 500 Recap - 3.135 (9/12), 3.132 (10/12), 3.141 (11/12), 3.168 (12/12), 3.168 (13/12).
  • 09:08 WIB. Dow Jones Recap - 27.909 (9/12), 27.881 (10/12), 27.911 (11/12), 28.132 (12/12), 28.135 (13/12).

Telaah: Mimpi Buruk Rupiah Berawal dari Sini

Telaah: Mimpi Buruk Rupiah Berawal dari Sini - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Hampir sepekan terakhir rupiah mengalami berbagai tekanan baik dari faktor global maupun domestik. Bagaikan mimpi buruk yang tak berkesudahan, rupiah kembali harus terkoreksi di awal pekan ini, Senin (04/02/2019). 

Baca Juga: Bukan Rupiah yang Salah, Dia Hanya Korban

Pada pembukaan pasar spot pagi tadi, rupiah sudah dibuka dengan koreksi 0,04% terhadap dolar AS. Semakin lama waktu berjalan, semakin dalam pula koreksi yang diterima rupiah. Sedihnya lagi, rupiah bahkan sempat menjadi mata uang terlemah di Asia pada pukul 08.37 WIB dengan terkoreksi sebesar 0,25%. 

Hingga pukul 10.20 WIB, koreksi rupiah sudah mulai menipis menjadi 0,21% ke level Rp14.145 per dolar AS. Dengan begitu, rupiah berhasi mengangkat deratnya satu poin lebih tinggi dengan unggul 0,11% terhadap baht. 

Lepas dari keunggulan rupiah atas baht, nyatanya fakta bahwa rupiah terpuruk di hadapan mata uang regional lainnya tak dapat ditutupi. Rupiah terkoreksi 0,35% terhadap dolar Australia, 0,18% terhadap euro, dan 0,40% terhadap poundsterling. 

Baca Juga: Biar Impas, Rupiah Terkoreksi Tiga Hari Beruntun

Sementara itu, di hadapan mata uang Asia, rupiah melemah 0,19% terhadap yuan, 0,22% terhadap dolar Hongkong, 0,17% terhadap yen, 0,32% terhadap won, 0,19% terhadap dolar Singapura, dan 0,07% terhadap dolar Taiwan.  

Meskipun demikian, melihat bahwa rupiah menjadi mata uang utama Asia dengan pelemahan terdalam di hadapan dolar AS, rupiah memang harus lebih berhati-hati dalam melangkah. Setidaknya, dengan mewaspadai berbagai sentimen yang menjadi awal mimpi buruk ruiah akhir-akhir ini. 

Setidaknya ada tiga sentimen utama yang menjadi awal mimpi buruk berkepanjangan rupiah. Pertama, pada pertengahan pekan lalu, Trump memberi pernyataan mengejutkan bernada ancaan akan menyudahi dan membatalkan perundingan dagang dengan China. 

"Saya tidak pernah takut untuk keluar dari kesepakatan, termasuk dengan China," tergas Trump.

Baca Juga: India-Pakistan Berperang, Kok Rupiah yang Diserang?

Pernyataan tersebut langsung membuat psikologis investor terguncang dan tak berani bermain dengan aset-aset berisiko berbasis mata uang negara benua kuning, termasuk Indonesia. Alhasil, rupiah beserta mata uang tanpa ragu dilepas dari genggaman. 

Kedua, mimpi buruk rupiah juga bersumber dari nihilnya upaya negosiasi antara Trump dan Kim Jong Un berkaitan dengan denuklirisasi. Trump yang menolak beberapa syarat yang diajukan Korea untuk menghentikan uji coba nuklir lebih memilih untuk keuar dari forum yang berjalan. 

Padahal, pertemuan kedua pemimpin negara tersebut menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh dunia. Sayangnya, Trump-Kim hanya memberikan harapan palsu dan menjadi daftar baru sentimen negatif bagi pergerakan ekonomi negara berkembang.

Ketiga, pecahnya perang antara India-Pakistan menjadi momok yang menakutkan bagi investor untuk bermain di pasar keuangan Asia. Investor seperti tak punya pilihan lain selain bermain aman dengan tidak mengoleksi aset berisiko Asia, termasuk rupiah. 

Meskipun demikian, di tengah rentetan sumber mimpi buruk itu, rupiah masih mempunyai harapan di pekan ini. Pasalnya, hubungan AS-China dikabarkan mulai kembali membaik dan optimisme pasar kembali menebal. Semoga saja,kabar itu bisa membuat rupiah bangkit di pekan ini. 

Baca Juga

Tag: Nilai Tukar Rupiah, Dolar Amerika Serikat (AS), Perang Dagang

Penulis/Editor: Lestari Ningsih

Foto: REUTERS/Edgar Su

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,747.08 3,709.59
British Pound GBP 1.00 18,951.81 18,757.67
China Yuan CNY 1.00 2,014.21 1,993.88
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,051.91 13,912.09
Dolar Australia AUD 1.00 9,726.73 9,622.99
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,800.56 1,782.46
Dolar Singapura SGD 1.00 10,394.96 10,285.44
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,708.63 15,550.93
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,395.00 3,357.16
Yen Jepang JPY 100.00 12,830.45 12,701.63

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6197.318 57.921 668
2 Agriculture 1424.860 10.203 20
3 Mining 1528.809 26.762 50
4 Basic Industry and Chemicals 976.378 16.198 77
5 Miscellanous Industry 1215.025 42.951 50
6 Consumer Goods 2023.673 9.223 56
7 Cons., Property & Real Estate 506.323 -1.997 83
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1122.442 14.680 76
9 Finance 1313.749 10.641 90
10 Trade & Service 768.113 0.709 166
No Code Prev Close Change %
1 ZBRA 72 97 25 34.72
2 IFII 300 374 74 24.67
3 TAMU 260 324 64 24.62
4 DWGL 180 218 38 21.11
5 UNIT 153 182 29 18.95
6 TIRA 214 252 38 17.76
7 MEGA 5,750 6,750 1,000 17.39
8 BIRD 2,470 2,890 420 17.00
9 NICK 260 300 40 15.38
10 SINI 1,200 1,350 150 12.50
No Code Prev Close Change %
1 MAMI 79 52 -27 -34.18
2 IBFN 318 246 -72 -22.64
3 YULE 199 154 -45 -22.61
4 AMAG 302 234 -68 -22.52
5 LMSH 398 310 -88 -22.11
6 BIKA 197 160 -37 -18.78
7 BVIC 119 98 -21 -17.65
8 BKSW 172 142 -30 -17.44
9 PEGE 230 190 -40 -17.39
10 HERO 875 725 -150 -17.14
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,485 1,590 105 7.07
2 IPTV 505 510 5 0.99
3 TLKM 3,950 3,990 40 1.01
4 BNLI 1,310 1,275 -35 -2.67
5 TCPI 6,175 6,200 25 0.40
6 REAL 266 298 32 12.03
7 ADRO 1,475 1,590 115 7.80
8 BBRI 4,250 4,280 30 0.71
9 ASII 6,550 6,850 300 4.58
10 ACES 1,590 1,550 -40 -2.52