Portal Berita Ekonomi Jum'at, 22 Maret 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:24 WIB. Dolar AS - Dolar AS balik menguat 0,13% terhadap rupiah ke level Rp14.158.
  • 09:23 WIB. Rupiah - Hanya won, rupiah hanya menguat di hadapan won sebesar 0,08%. 
  • 08:59 WIB. IHSG - IHSG dibuka hijau 0,14% ke level 6.510,85 di awal sesi I. 
  • 08:59 WIB. Brexit - Brexit ditunda hingga 22 Mei 2019 mendatang.
  • 08:52 WIB. BNI Life - BNI Life menargetkan imbal hasil yang diperoleh unitlink mencapai kisaran 17%.
  • 08:51 WIB. PLN - PLN menambah operasional pembangkit di Jawa Bali.
  • 08:51 WIB. Bulog - Pemerintah memastikan penugasan impor bawang putih Bulog akan mempertimbangkan margin BUMN pangan.
  • 08:10 WIB. Lazada - Lazada kenalkan layanan super solutions untuk tingkatkan pertumbuhan merek dan para penjual di platformnya. 
  • 08:08 WIB. Go-Jek - Pendapatan pengemudi Go-Car Jabodetabek capai Rp6 juta sebulan.
  • 08:06 WIB. Go-Jek - Rata-rata pendapatan pengemudi ojol Go-Jek Jabodetabek capai Rp4,9 juta per bulan.
  • 08:05 WIB. Xiaomi - Xiaomi bawa rice cooker dan kettle pintar ke Indonesia.
  • 08:04 WIB. Facebook - Facebook akui simpan kata sandi pengguna dalam teks biasa.
  • 07:56 WIB. Microsoft - Microsoft mulai hitung mundur menuju akhir riwayat Windows 7.
  • 07:52 WIB. Pemilu - Senin, Kemenkominfo undang Facebook cs bahas masa tenang kampanye di medsos.
  • 06:17 WIB. Lazada - Lazada targetkan 80 juta UMKM tumbuh besar pada 2030.

Apa Itu Artificial Intelligence?

Apa Itu Artificial Intelligence? - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Istilah Artificial Intelligence (AI) sudah tak asing lagi di telinga masyarakat. Dalam Bahasa Indonesia, AI kerap disebut dengan Kecerdasan Buatan. Melansir dari Technopedia (4/3/2019), AI merupakan bidang yang menekankan penciptaan mesin cerdas yang bekerja dan bereaksi seperti manusia. AI telah menjadi bagian penting dari industri teknologi.

Keberadaan AI sebenarnya sudah ada sejak lama dalam dunia teknologi, namun tak kasat mata. Istilah ini telah dicetuskan oleh para ilmuwan matematika dunia pada awal abad 17. Namun, AI mulai ramai-ramai terdengar dan mencuat tahun 1950 silam. Program AI pertama yang bekerja ditulis pada 1951 untuk menjalankan mesin Ferranti Mark I di University of Manchester (UK).

Baca Juga: Eits, Pahami Ini Dulu Bos Sebelum Bangun Perusahaan Berbasis AI

Waktu terus berjalan dan perkembangan teknologi pun semakin terlihat. Oleh karena itu, AI mulai dikembangkan dan dimanfaatkan lebih luas lagi, bahkan digunakan pada sistem pertahanan sebuah negara.

Pengembangan dan kemampuan AI telah terlihat dari munculnya mobil tanpa pengemudi, asisten virtual, hingga chatbot yang dapat mempelajari kebiasaan manusia.

Pada awalnya teknologi AI lebih banyak digunakan di sektor industri teknologi informasi. Google, Facebook, Alibaba, dan Amazon tercatat sebagai pengguna terbesar teknologi AI.

Namun, saat ini penggunaan AI sudah merambah ke sektor-sektor lainnya seperti manufaktur, keuangan, media, tambang, transportasi, kesehatan, pertahanan, dan bahkan industri hiburan. Menurut beberapa ilmuwan di dunia, di masa yang akan datang, AI justru akan terus berkembang pesat dan tidak ada aspek kehidupan manusia yang tidak tersentuh oleh AI.

Baca Juga: Keren, Startup Ini Bawa Menu Elektronik Dilengkapi AI ke Meja Restoran

Semakin berkembangnya AI, banyak yang khawatir bahwa pekerjaan manusia akan semakin terkikis. Kekhawatiran itu tampak dari ungkapan Stephen Hawking bahwa AI merupakan awal dari kepunahan ras manusia. Pernyataan itu juga dibenarkan oleh Elon Musk. Ia merupakan salah satu kritikus yang paling keras terhadap munculnya teknologi AI.

Perbedaan pendapat antarilmuwan membuat perdebatan mengenai AI hingga saat ini terus berlangsung. Dari arah berlawanan yang menganggap AI adalah sesuatu yang negatif bagi manusia, justru ada sebagian ilmuwan yang berpendapat bahwa AI akan menciptakan lebih banyak pekerjaan jangka panjang di masa depan, termasuk di Indonesia.

Entah disadari atau tidak, AI sebenarnya telah merasuk ke dalam kehidupan masyarakat di Indonesia. Terlebih lagi belakangan ini. Meskipun belum memiliki komplesitas seperti di China, AI di Indonesia telah tampak dalam bentuk yang sederhana.

Baca Juga: Artificial Intelligence Bantu Optimalkan Bisnis di Singapura

Salah satunya adalah penggunaan chatbot, program komputer yang didesain untuk menstimulasi percakapan dengan pengguna manusia dalam sebuah platform berbentuk teks ataupun audio. Penerapan itu telah banyak dijumpai dalam platform pesan instan, seperti Line, WhatsApp, Telegram, dsb.

Pengembangan itu selaras dengan hasil survei mengenai prospek AI di Asia Tenggara oleh SAS dan IDC Asia/Pacific pada 2018. Survei tahunan bertajuk “IDC Asia/Pacific Enterprise Cognitive/AI Survey” yang dirilis Juli 2018 tersebut menemukan bahwa adopsi AI di Asia Tenggara memang tengah menanjak dengan Indonesia memimpin tren positif.

“Kami memperkirakan investasi di AI akan terus meningkat, karena semakin banyak organisasi mulai memahami manfaat dari menanamkan AI ke dalam bisnis mereka dan bagaimana data serta analisis dapat membantu mengungkap wawasan baru,” sebut Global Research Director, Big Data and Analytics and Cognitive/AI, IDC Asia/Pacific, Chwee Kan Chua dalam rilis yang dikutip dari Tirto.id.

Tag: Artificial Intelligence, Teknologi

Penulis/Editor: Clara Aprilia Sukandar

Foto: Pixabay

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,779.27 3,741.20
British Pound GBP 1.00 18,745.21 18,551.79
China Yuan CNY 1.00 2,120.12 2,098.88
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,173.00 14,031.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,153.54 10,049.00
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,806.03 1,787.91
Dolar Singapura SGD 1.00 10,529.72 10,420.35
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,206.83 16,037.43
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,493.47 3,455.06
Yen Jepang JPY 100.00 12,815.81 12,683.96

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6501.776 19.066 629
2 Agriculture 1481.617 -16.726 21
3 Mining 1884.733 2.495 47
4 Basic Industry and Chemicals 915.611 21.878 71
5 Miscellanous Industry 1284.362 -1.211 46
6 Consumer Goods 2659.055 -8.500 52
7 Cons., Property & Real Estate 466.708 6.035 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1164.975 0.327 72
9 Finance 1250.875 2.809 91
10 Trade & Service 827.602 -0.578 155
No Code Prev Close Change %
1 CAKK 216 270 54 25.00
2 COCO 336 420 84 25.00
3 STAR 88 106 18 20.45
4 GAMA 52 62 10 19.23
5 BACA 266 304 38 14.29
6 INPP 735 840 105 14.29
7 DART 300 336 36 12.00
8 SKBM 412 460 48 11.65
9 VRNA 125 137 12 9.60
10 YULE 183 200 17 9.29
No Code Prev Close Change %
1 ECII 1,100 825 -275 -25.00
2 SIMA 298 224 -74 -24.83
3 PNSE 760 575 -185 -24.34
4 TGKA 3,660 3,010 -650 -17.76
5 GLOB 416 352 -64 -15.38
6 PUDP 424 370 -54 -12.74
7 ITMA 765 700 -65 -8.50
8 MINA 870 800 -70 -8.05
9 BBLD 496 458 -38 -7.66
10 TFCO 680 630 -50 -7.35
No Code Prev Close Change %
1 HOME 100 102 2 2.00
2 NUSA 101 101 0 0.00
3 MNCN 825 795 -30 -3.64
4 PWON 685 705 20 2.92
5 FREN 324 308 -16 -4.94
6 STAR 88 106 18 20.45
7 CTRA 930 975 45 4.84
8 BBTN 2,390 2,520 130 5.44
9 BMRI 7,450 7,500 50 0.67
10 UNTR 27,825 27,800 -25 -0.09