Portal Berita Ekonomi Selasa, 22 Oktober 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:25 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 58,36 US$/barel
  • 20:25 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 52,88 US$/barel
  • 20:24 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.494 US$/troy ounce
  • 20:23 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,13% terhadap Yuan pada level 7,0722 Yuan/US$
  • 20:22 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,02% terhadap yen pada level 108,47 Yen/US$
  • 20:22 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,02% terhadap Poundsterling pada level 1,2987 US$/Pound
  • 20:21 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,04% terhadap Euro pada level 1,1162 US$/Euro
  • 16:19 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 0,02% pada level 26.725
  • 16:17 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup menguat 0,89% pada level 3.141
  • 16:16 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup menguat 0,05% pada level 2.939
  • 16:07 WIB. Valas - Yuan ditutup melemah 0,13% terhadap USD pada level 7,0725 Yuan/USD
  • 16:06 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,47% terhadap USD pada level Rp. 14.080/USD 
  • 14:06 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup menguat 0,25% pada level 22.548
  • 14:05 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 0,20% pada level 2.064

Bisnis Penerbangan Diproyeksi Tetap Tumbuh di 2019

Bisnis Penerbangan Diproyeksi Tetap Tumbuh di 2019 - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Ikatan Pilot Indonesia (IPI) menyatakan optimismenya atas perkembangan industri transportasi udara nasional yang ke depan akan semakin menjanjikan. Hal tersebut didasari atas berbagai komitmen dan sinergi positif yang dilaksanakan seluruh pemangku kepentingan, baik operator, regulator, maupun fasilitator penunjang lain dalam memastikan ekosistem industri penerbangan nasional kian kondusif.

Presiden IPI Capt Iwan Setyawan mengungkapkan, optimisme atas outlook industri transportasi udara nasional tersebut dapat tercapai melalui berbagai konsolidasi kinerja maskapai bersama seluruh sektor pemangku kepentingan.

"Hal itu terkait dalam memastikan iklim pertumbuhan bisnis industri penerbangan nasional tetap terjaga, baik dari aspek cost structure, safety, quality hingga tata kelola regulasi yang tepat guna," kata dia di Jakarta, Jumat (1/3/2019).

Baca Juga: Indef: Ada Indikasi Persaingan Tak Sehat di Industri Penerbangan

Lebih lanjut dia mengatakan, pihaknya turut serta menyampaikan apresiasi terhadap komitmen semua maskapai penerbangan nasional bersama seluruh pemangku kepentingan, khususnya Kementerian Perhubungan dan Indonesia National Air Carrier Associaton (INACA) dalam memastikan akses masyarakat terhadap layanan transportasi udara tetap terjaga.

"Salah satunya dilakukan melalui penyesuaian tarif tiket sesuai dengan daya beli masyarakat," ujarnya.

IPI juga menyerukan pada seluruh anggotanya untuk tetap memprioritaskan keamanan sebagai komitmen utama sesuai dengan kode etik IPI sebagai pelaksana pelayanan transportasi udara pada masyarakat.

Baca Juga: Garuda dan Lion Diduga Lakukan Pengaturan Harga Tiket

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sepanjang Januari 2019 lalu, jumlah penumpang angkutan udara domestik mencapai 6,7 juta orang. Angka ini turun 16,07% dibandingkan bulan sebelumnya.

Penurunan jumlah penumpang terjadi di Bandara Soekarno Hatta-Jakarta sebesar 23,31%, Juanda-Surabaya 12,74%, Ngurah Rai-Bali 9,90%, dan Hasanuddin-Makassar 6,55%.

Deputi Bidang Statistik, Distribusi, dan Jasa BPS, Yunita Rusanti mengungkapkan, penurunan jumlah penumpang ini, selain karena pola musiman, juga didorong kebijakan bagasi berbayar yang ditetapkan oleh beberapa maskapai penerbangan. "Penurunannya selain karena musim, karena ada kenaikan bagasi," kata Yunita.

Baca Juga

Tag: Bisnis Penerbangan, Industri Penerbangan, Maskapai Penerbangan

Penulis: Boyke P. Siregar

Editor: Rosmayanti

Foto: Sufri Yuliardi

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,786.67 3,748.79
British Pound GBP 1.00 18,334.21 18,148.97
China Yuan CNY 1.00 2,009.80 1,988.96
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,202.66 14,061.34
Dolar Australia AUD 1.00 9,748.71 9,650.30
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,811.10 1,793.06
Dolar Singapura SGD 1.00 10,422.44 10,317.98
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,845.91 15,686.83
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,395.73 3,359.54
Yen Jepang JPY 100.00 13,093.63 12,959.76

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6198.987 7.040 659
2 Agriculture 1335.316 9.651 20
3 Mining 1590.926 2.398 48
4 Basic Industry and Chemicals 907.859 -2.236 74
5 Miscellanous Industry 1200.440 3.764 50
6 Consumer Goods 2118.599 17.332 54
7 Cons., Property & Real Estate 507.495 -0.600 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1208.713 -1.410 75
9 Finance 1260.988 0.498 90
10 Trade & Service 807.429 -1.845 166
No Code Prev Close Change %
1 SLIS 1,225 1,530 305 24.90
2 KRAH 930 1,150 220 23.66
3 ABBA 183 218 35 19.13
4 BPII 8,000 9,500 1,500 18.75
5 DMMX 230 268 38 16.52
6 NOBU 860 975 115 13.37
7 KONI 630 700 70 11.11
8 AGRS 175 194 19 10.86
9 OKAS 200 218 18 9.00
10 OPMS 212 230 18 8.49
No Code Prev Close Change %
1 PGLI 197 157 -40 -20.30
2 INTD 228 191 -37 -16.23
3 CASS 620 545 -75 -12.10
4 RDTX 6,900 6,100 -800 -11.59
5 MINA 1,590 1,410 -180 -11.32
6 PALM 246 222 -24 -9.76
7 WICO 575 520 -55 -9.57
8 CLAY 5,525 5,025 -500 -9.05
9 MARI 252 230 -22 -8.73
10 ANDI 1,630 1,495 -135 -8.28
No Code Prev Close Change %
1 ABBA 183 218 35 19.13
2 MNCN 1,270 1,325 55 4.33
3 MAMI 234 236 2 0.85
4 VIVA 93 93 0 0.00
5 DMMX 230 268 38 16.52
6 FREN 165 160 -5 -3.03
7 TCPI 6,125 6,125 0 0.00
8 BBRI 4,170 4,120 -50 -1.20
9 ERAA 1,880 1,790 -90 -4.79
10 JPFA 1,720 1,645 -75 -4.36