Portal Berita Ekonomi Selasa, 22 September 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 15:08 WIB. IHSG - IHSG melemah 1,31% pada penutupan sesi II.
  • 13:03 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 39,22 USD/barel.
  • 13:03 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 41,39 USD/barel.
  • 13:02 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,14% terhadap Euro pada level 1,1754 USD/EUR.
  • 13:02 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,16% terhadap Poundsterling pada level 1,2797 USD/GBP.
  • 13:01 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,10% terhadap Yen pada level 104,55 JPY/USD.
  • 13:01 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.910 USD/troy ounce.

Jamu BI Capai Pertumbuhan Ekonomi 6%

Jamu BI Capai Pertumbuhan Ekonomi 6%
WE Online, Jakarta -

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, meyakini ekonomi RI akan tumbuh 6% dalam 4-5 tahun ke depan. Hal ini didorong mulai terasanya dampak pembangunan infrastruktur serta peningkatan ekspor dan investasi di Indonesia.

Untuk mendukung itu, bank sentral telah meracik "lima jamu" dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kelima jamu tersebut ialah meracik kebijakan moneter, kebijakan makropudensial, sistem pembayaran, pengendalian pasar keuangan, serta keuangan syariah.

"Kami dibekali ilmu. Saat ada ketidakpastian harus mampu meramu jamu agar bisa jaga badan biar enggak panas dingin. Saat ada terpaan angin global yang tidak ramah, badan kita harus tumbuh kuat, ada beras kencur. Ini ilmu jamu. Nah kita ada lima jamu," ujar Perry di Jakarta, Senin (4/3/2019).

Baca Juga: BI Yakin Ekonomi RI Makin Kinclong Didorong Infrastruktur

Dia mengatakan satu jamu untuk menjaga stabilitas dan empat jamu terakhir untuk menjaga agar ekonomi tetap tumbuh. "Nah karena kondisi dunia tidak ramah. Jamu ini harus kami lakukan prostabilitas bagaimana jaga inflasi rendah dan moneternya stabil. Tapi sisanya untuk pertumbuhan ekonomi," ucapnya.

Tahun lalu untuk menjaga kestabilan dan tekanan global, BI sampai harus menaikkan suku bunga acuan hingga 175 bps menjadi 6%. Diperkirakan ke depannya, suku bunga Indonesia sudah hampir mencapai puncaknya sehingga bisa saja mengalami perubahan tahun ini.

"Tapi, bagaimana supaya suku bunga kredit tidak naik, kalaupun naik tidak tinggi. Kami pastikan, likuiditas cukup, kalau tidak cukup bilang saya. Makanya sejak Desember 2018 kami tambah injeksi likuiditas melalu operasi moneter," imbuhnya.

Baca Juga: BI Dorong Generasi Muda Kenali Peluang Ekonomi dan Keuangan Digital

Selain itu, sambungnya, BI juga punya tiga strategi jitu untuk mendorong ekonomi dalam negeri yang semakin kuat. Pertama, mengintensifkan koordinasi antara bank sentral dengan pemerintah dan kementerian/lembaga terkait.

Kemudian, fokus terhadap bauran kebijakan fiskal dan moneter seiring memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk membangun keuangan digital. Terakhir, BI berkomitmen untuk terus membangun sinergi dengan berbagai stakeholder.

"Kami bangun sinergi, sinergi, sinergi. Waktu yang saya habiskan dengan bertemu pengusaha, perbankan, itu adalah bagaimana yang harus kita lakukan bersama untuk membangun ekonomi kita ini," tutup Perry.

Baca Juga

Tag: Ekonomi Indonesia, Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Antara/Sigid Kurniawan

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,960.94 3,921.43
British Pound GBP 1.00 19,033.39 18,841.06
China Yuan CNY 1.00 2,187.72 2,165.31
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,855.91 14,708.09
Dolar Australia AUD 1.00 10,721.51 10,607.47
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,916.99 1,897.72
Dolar Singapura SGD 1.00 10,906.62 10,794.14
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,475.01 17,299.66
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,593.59 3,555.26
Yen Jepang JPY 100.00 14,216.18 14,073.38
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4999.360 -59.863 707
2 Agriculture 1186.632 14.903 24
3 Mining 1356.542 -13.892 47
4 Basic Industry and Chemicals 709.020 -15.931 80
5 Miscellanous Industry 852.292 -14.243 53
6 Consumer Goods 1868.676 -15.659 60
7 Cons., Property & Real Estate 344.831 -3.052 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 819.931 -18.145 79
9 Finance 1083.035 -10.759 94
10 Trade & Service 630.732 -5.803 175
No Code Prev Close Change %
1 DPUM 66 89 23 34.85
2 PSGO 98 132 34 34.69
3 TFCO 412 510 98 23.79
4 SOHO 11,350 13,600 2,250 19.82
5 RDTX 5,325 6,325 1,000 18.78
6 PCAR 298 348 50 16.78
7 ATIC 545 635 90 16.51
8 ARGO 1,610 1,865 255 15.84
9 GSMF 85 98 13 15.29
10 SQMI 154 176 22 14.29
No Code Prev Close Change %
1 SGRO 1,500 1,395 -105 -7.00
2 GLOB 144 134 -10 -6.94
3 POLI 1,085 1,010 -75 -6.91
4 BBHI 145 135 -10 -6.90
5 TALF 290 270 -20 -6.90
6 SSTM 436 406 -30 -6.88
7 ASRI 131 122 -9 -6.87
8 IFSH 350 326 -24 -6.86
9 NZIA 146 136 -10 -6.85
10 INTD 161 150 -11 -6.83
No Code Prev Close Change %
1 BBCA 28,150 28,025 -125 -0.44
2 DEAL 124 132 8 6.45
3 BBNI 4,740 4,590 -150 -3.16
4 BBRI 3,220 3,190 -30 -0.93
5 BEST 181 169 -12 -6.63
6 TLKM 2,890 2,810 -80 -2.77
7 ASRI 131 122 -9 -6.87
8 BRIS 870 825 -45 -5.17
9 MEDC 430 402 -28 -6.51
10 ENVY 65 61 -4 -6.15