Portal Berita Ekonomi Sabtu, 20 April 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 14:51 WIB. Lenovo - Lenovo Z6 Pro bisa motret foto 100 MP.
  • 14:49 WIB. Indosat - Indosat sebar internet pakai infrastruktur langit.
  • 14:48 WIB. Xiaomi - Xiami siapkan smartphone bertenanga Snapdragon 855 dengan kamera pop-up¬†yang akan dirilis akhir tahun.
  • 14:47 WIB. Huawei - Huawei resmi pasarkan P30 di Indonesia.
  • 14:47 WIB. Hoaks - Hoaks serang KPU meningkat pascapemilu.
  • 14:46 WIB. Pemilu 2019 - KPU salah input, netizen teriak #SaveOurDemocracy.
  • 12:20 WIB. BBM - BlackBerry Messenger akan berenti beroperasi akhir Mei.
  • 11:37 WIB. Suzuki - Suzuki tarik 2 juta unit mobil karena pemeriksaan akhir yang lemah.
  • 11:34 WIB. Qualcomm - Qualcomm menangkan perseteruan paten cip modem atas Apple.
  • 11:33 WIB. NASA - NASA pecahkan rekor astronaut perempuan terlama di ISS.

Ini Alasan Entrepreneur dan Startup Tertarik dengan Coworking Space

Ini Alasan Entrepreneur dan Startup Tertarik dengan Coworking Space - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Dahulu, bekerja di sebuah coworking space mungkin bukan menjadi hal menarik bagi para pengusaha. Mereka tentu lebih memilih menyewa ruang kantor atau menyelesaikan pekerjaan di sebuah kafe sembari minum kopi. Jumlah coworking space pun belum banyak karena masih minim pasar untuk produk ruang kerja satu ini. Namun belakangan, coworking space menjadi tempat yang paling diminati oleh pelaku bisnis atau startup untuk bekerja.

Kini, coworking space semakin mudah ditemukan. Di kota-kota besar khususnya, para entrepreneur berlomba-lomba untuk membuat tempat sejenis dengan konsep yang unik. Apa yang membuat coworking space begitu diminati entrepreneur ataupun startup? Berikut adalah alasan entrepereneur dan startup memilih coworking space untuk bekerja menurut Co Hive.

Baca Juga: Coworking Space Berkembang, Bisnis Sewa Kantor Turun 6,67%

1. Pertumbungan Digital Nomads dan Remote Workers

Internet mengubah wajah manusia. Ada kalanya, pencari kerja mengirimkan curriculum vitae (CV) mereka dalam sejumlah amplop dan mempercayakan kepada pos untuk menyampaikan ke perusahaan. Internet menggantinya dengan email dan submit CV langsung via website. Lalu, proses tatap muka saat interview yang tergantikan dengan Skype dan meet.

Kita sudah memulai di awal terikat dengan sebuah pekerjaan. Lalu, banyak orang yang melanjutkan setelah mereka terikat dengan sebuah pekerjaan. Munculah digital nomads dan remote workers yang mencari kesempatan mendapatkan penghasilan dengan memanfaatkan akses internet.

So, kita tidak bisa lagi menyalahkan kalau tipe pekerja ini butuh sebuah "rumah" untuk mereka menjalankan aktivitas. Baik digital nomads maupun remote workers, bukanlah pekerja 9-to-5. Mereka butuh fleksibilitas tinggi. Karena itu, semakin banyaknya co–workers tipe ini, akan semakin berkembang pula coworking space.

2. Harga Lebih Murah Dibanding Sewa Kantor

Dilihat dari sisi ekonomi, menyewa sepetak tempat yang memang digunakan oleh digital nomads atau remote workers akan lebih murah dibanding menyewa gedung. Tidak menyewa gedung berarti tidak pusing dengan dekorasi kantor, instalasi internet, dan biaya keamanan.

Coworking space pun sudah memiliki dekorasi ruangan yang memang dibuat untuk memberikan kenyamanan buat orang yang datang ke sana. Coworking space memiliki sejumlah fasilitas yang akan langsung didapat dalam sekali bayar uang sewa, seperti colokan listrik, internet, toilet, dan kopi. Dengan kata lain, coworking space merupakan sisi ekonomis dari seni sebagai seorang pekerja.

Baca Juga: Mengubah Budaya Kerja, Bisnis Coworking Space Makin Dibutuhkan Pasar

3. Fleksibel dalam Urusan Apapun

Internet membuat segala hal jadi terasa mungkin, termasuk bekerja dengan orang lain yang berada di zona waktu yang berbeda. Batasan waktu bekerja 9-to-5 buat employee tidak terlalu fleksibel dalam urusan waktu. Hal ini yang juga memacu sebuah coworking space untuk terus ada dan berkembang.

Hakikatnya, sebuah coworking space itu menyediakan waktu 24 jam selama tujuh hari. Kapanpun seseorang butuh tempat untuk menyelesaikan pekerjaannya, coworking space-lah jawabannya. Kita juga tidak bisa memungkiri ada sejumlah orang yang lebih senang bekerja pada larut malam, bukan siang hari.

4. Komunitas Para Pekerja

Kita semua tahu bahwa coworking space akan diisi oleh para pekerja dari sejumlah background, mulai dari pekerja di bisnis startup, entrepreneurs, freelancers, home workers, dan juga remote workers pastinya. Tempat ini yang akan menghubungkan orang-orang tersebut dalam sebuah komunitas lainnya.

Dengan konsep komunitas, tidak ada lagi sebuah "politik kantor" atau persaingan tidak sehat karena satu dan yang lainnya akan meminta pendapat untuk kemajuan bersama. Coworking space juga bisa menjadi tempat seorang freelancer menemukan peluang lain dalam kariernya.

5. Coworking Space Adalah Kantor Masa Depan

Sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti dari University of Calgary mengungkapkan para karyawan akan mendapatkan tekanan fisik, kinerja yang menurun, dan hubungan rekan kerja yang renggang saat bekerja di kantor konvensional yang punya konsep open offices. Penelitian lainnya yang dilakukan oleh University of Minnesota juga mengatakan, open-office workers akan menurunkan privacy dan meningkatkan gangguan suara.

Dengan kata lain, mengubah konsep kantor dari cubicle menjadi open-office malah akan berpengaruh buruk pada produktivitas karyawan. Ada cara lain yang bisa membuat seseorang menjadi lebih produktif dan kreatif. Seseorang pekerja harus memiliki sebuah otonomi dan kontrol dari apa yang mereka kerjakan.

Bukan dalam arti bebas-sebebas-bebasnya. Otonomi dan kontrol ini berarti seorang pekerja tahu apa yang harus mereka kerjakan, kapan waktu pengerjan, dan dengan siapa pekerjaan tersebut akan dikerjakan. Singkat katanya, setiap orang seharusnya bebas memilih cara mengerjakan pekerjaan yang tepat untuk mereka.

Coworking space bukan sebuah open-office yang buat seseorang bisa merasa terganggu karena orang di sebelahnya. Namun, menawarkan konsep bekerja yang lebih leluasa untuk setiap pekerja melakukan pekerjaan masing-masing. Jika pengertian dari konsep ini bisa terus dipertahankan dan dikembangkan, akan semakin banyak coworking space muncul di masa depan.

Tag: Coworking Space, Entrepreneur

Penulis: Ning Rahayu

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Unsplash/Rawpixel

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,756.57 3,718.34
British Pound GBP 1.00 18,368.14 18,184.19
China Yuan CNY 1.00 2,105.18 2,084.26
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,086.00 13,946.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,113.75 10,011.83
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,795.40 1,777.49
Dolar Singapura SGD 1.00 10,408.63 10,303.66
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,908.73 15,749.22
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,399.95 3,362.91
Yen Jepang JPY 100.00 12,583.53 12,455.12

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Sep
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Dec
3 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Feb
4 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10