Portal Berita Ekonomi Rabu, 24 April 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 12:54 WIB. WEGE - Hingga kuartal I-2019, WIKA Gedung telah mendapatkan kontrak baru senilai Rp644,66 miliar.
  • 12:52 WIB. PLN - PLN mengaku tidak akan terganggu atas masalah hukum yang menimpa pimpinannya.
  • 12:01 WIB. IHSG - IHSG ditutup amblas 0,40% di akhir sesi I.
  • 10:48 WIB. BTN - Penghimpunan dana BTN tumbuh 10,98% yoy menjadi Rp215,83 triliun.
  • 10:46 WIB. PGN - PGN menggelar BUMN Goes to Campus di universitas Katolik Santo Thomas Medan.
  • 10:45 WIB. WIKON - Wijaya Karya Industri & Konstruksi meresmikan produksi perdana gelagar baja untuk pasar Filipina.
  • 10:04 WIB. Perundingan Dagang - AS-China akan kembali melakukan perundingan dagang pada akhir April 2019 mendatang. 

Pemilu Sebulan Lagi, Facebook Indonesia Lakukan Langkah Ini

Pemilu Sebulan Lagi, Facebook Indonesia Lakukan Langkah Ini - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Sekitar satu bulan lagi, pemilihan umum di Indonesia akan berlangsung. Untuk mengawal pesta demokrasi itu, pihak Facebook Indonesia menyatakan akan memberikan informasi tentang iklan politik yang tayang di Facebook dan Instagram. Platform itu juga akan mencegah campur tangan asing dengan memperluas kebijakan yang efektif mulai hari ini.

Dalam pernyataan resmi yang diterima Warta Ekonomi, Selasa (5/3/2019), Facebook menyatakan, menjelang pemilu mereka tak akan mengizinkan tayangan iklan politik dari luar negeri di Indonesia untuk sementara ini. Hal itu dilakukan untuk menjaga integritas pemilu Indonesia.

"Kebijakan tersebut efektif berlaku hari ini (5 Maret 2019) dan akan diimplementasikan pada iklan yang berhubungan dengan pemilihan umum, jika iklan tersebut dijalankan oleh pengiklan yang berasal dari luar Indonesia," ujar Facebook dalam pernyataannya.

Baca Juga: Waduh! Jual Akun Palsu, 4 Perusahaan Ini Digugat Facebook dan Instagram

Perubahan tersebut diberlakukan untuk iklan politik yang menurut Facebook berasal dari entitas di luar negeri dan berupaya untuk memengaruhi hasil pemungutan suara pada 17 April mendatang. Facebook memiliki tim khusus untuk memantau iklan politik luar negeri, serta memanfaatkan teknologi automated review dalam mengidentifikasi iklan politik dari luar negeri yang tak seharusnya ditampilkan.

Mereka juga menyatakan, "Kami juga membangun kerja sama dengan kelompok masyarakat yang akan memberitahukan jika mereka memiliki masukkan tentang iklan politik dari luar negeri. Dari masukan tersebut, kami akan menelusuri dan melakukan tindakan yang diperlukan."

Selain itu, per 2018, Facebook secara global meluncurkan fitur tampilkan iklan (View Ads), dan itu jadi bagian upaya mereka untuk meningkatkan transparansi penayangan iklan dan pembentukan halaman di Facebook. Dengan begitu, akuntabilitas bagi pengiklan meningkat, serta dapat mencegah terjadinya penyalahgunaan di platform itu. 

"Kapan pun dan di mana pun, termasuk di Indonesia dan Asia Tenggara, pengguna dapat melihat iklan yang ditampilkan oleh sebuah halaman, di Facebook, Instagram, Messenger, dan mitra jaringan kami. Bahkan, hal itu pun tetap berlaku walau iklan tersebut tidak ditampilkan kepada pengguna, terlepas dari sifat dasar iklan itu, termasuk jika itu merupakan iklan pemilihan umum," papar Facebook secara tertulis.

Pengguna pun dapat melaporkan iklan dengan menekan ikon tiga titik pada ujung kanan atas dan pilih "Laporkan Iklan" atau Report Ad. Tak hanya itu, menu tersebut juga memuat informasi lebih detail tentang sebuah halaman, seperti waktu pembuatan dan riwayat perubahan nama halaman.

Dalm pernyataannya, Facebook berkata, "Hal ini membantu pengguna untuk memahami lebih baik tujuan awal dibuatnya sebuah halaman."

Baca Juga: Siapkan Uang Kripto Sendiri, Facebook Gaet Mantan Petinggi Paypal?

Tag: Facebook, Pemilu 2019

Penulis: Tanayastri Dini Isna

Editor: Rosmayanti

Foto: Agus Aryanto

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,782.13 3,743.97
British Pound GBP 1.00 18,347.13 18,157.82
China Yuan CNY 1.00 2,110.41 2,089.28
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,183.00 14,041.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,986.25 9,883.46
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,808.85 1,790.72
Dolar Singapura SGD 1.00 10,440.96 10,334.90
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,907.65 15,742.77
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,433.31 3,396.47
Yen Jepang JPY 100.00 12,678.11 12,548.93

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6462.822 48.079 632
2 Agriculture 1471.418 6.415 21
3 Mining 1816.490 35.325 47
4 Basic Industry and Chemicals 835.511 4.182 71
5 Miscellanous Industry 1327.492 19.942 46
6 Consumer Goods 2506.880 31.053 52
7 Cons., Property & Real Estate 491.243 -0.634 75
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1162.999 14.156 73
9 Finance 1303.709 2.892 91
10 Trade & Service 815.278 5.604 156
No Code Prev Close Change %
1 HRME 466 580 114 24.46
2 ABBA 147 169 22 14.97
3 LUCK 840 960 120 14.29
4 BCAP 149 170 21 14.09
5 ALMI 525 595 70 13.33
6 CNTX 505 570 65 12.87
7 GSMF 110 123 13 11.82
8 JSKY 1,080 1,200 120 11.11
9 ZINC 555 615 60 10.81
10 MYTX 75 83 8 10.67
No Code Prev Close Change %
1 TRIS 266 200 -66 -24.81
2 ARTA 535 406 -129 -24.11
3 MTPS 1,210 920 -290 -23.97
4 CPRI 168 131 -37 -22.02
5 TRIO 155 121 -34 -21.94
6 IIKP 125 99 -26 -20.80
7 MTSM 238 202 -36 -15.13
8 BBLD 565 480 -85 -15.04
9 GHON 1,500 1,275 -225 -15.00
10 MKPI 17,175 15,000 -2,175 -12.66
No Code Prev Close Change %
1 CPRI 168 131 -37 -22.02
2 BGTG 82 83 1 1.22
3 TLKM 3,780 3,850 70 1.85
4 TRAM 111 112 1 0.90
5 ABBA 147 169 22 14.97
6 FREN 312 298 -14 -4.49
7 BUMI 113 125 12 10.62
8 ERAA 1,495 1,585 90 6.02
9 UNTR 26,075 27,200 1,125 4.31
10 ESTI 109 100 -9 -8.26