Portal Berita Ekonomi Selasa, 26 Maret 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:25 WIB. Rupiah - Rupiah menguat 0,04% ke level Rp14.175 per dolar AS. 
  • 09:03 WIB. IHSG - IHSG rebound 0,46% ke level 6.440,92 di awal sesi I.
  • 09:02 WIB. INKA - INKA dan Len Industri membidik proyek perkeretaapian di Afrika.
  • 08:08 WIB. Pelindo II - Pelindo II menyiapkan modal Rp1,7 triliun untuk membeli 49% saham anak usaha Krakatau Steel.
  • 08:07 WIB. PGN - Nusantara Regas dan PGN sepakat kerja sama pengembangan infrastruktur gas alam cair.
  • 08:06 WIB. BNI Syariah - BNI Syariah memiliki rencana melantai di bursa dengan melepas paling tinggi 20% saham.
  • 07:56 WIB. ANTM - Antam mengembangkan Taman Buah Nusantara di Kecamatan Nanggung, Bogor.
  • 05:35 WIB. SMF - Obligasi terbaru milik SMF punya daya tarik tinggi bagi investor.
  • 05:31 WIB. WIKA - Hingga 25 Maret 2019, nilai kontrak baru dari luar negeri yang sudah berhasil dikantongi WIKA sebanyak Rp600 miliar.
  • 05:29 WIB. WIKA - Wijaya Karya mengincar kontrak luar negeri Rp2,5 triliun di tahun 2019.
  • 05:28 WIB. Pegadaian - Pegadaian menutup tahun 2018 dengan total aset sebesar Rp52,8 triliun.
  • 05:27 WIB. Pegadaian - Pegadaian memperoleh laba bersih sebesar Rp2,77 triliun pada 2018.

Kata JK: Hunian Tetap di Lombok Rampung Tahun Ini

Kata JK: Hunian Tetap di Lombok Rampung Tahun Ini - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan pembangunan hunian tetap pascagempa di Nusa Tenggara Barat (NTB) bisa selesai di 2019, meskipun mundur dari target awal, karena persoalan produksi komponen material hunian.

JK menjelaskan lambannya produksi komponen tersebut disebabkan oleh kecilnya kapasitas produksi yang ada. Saat ini, kapasitas produksi material hanya cukup untuk 70 unit rumah tahan gempa per hari.

"Saya perintahkan untuk mencapai target 450 (rumah per hari), sekarang sudah dicapai 350 per hari komponen itu. Sehingga diharapkan waktunya, walaupun mundur jadinya, tapi dapat dicapai tahun ini untuk menyelesaikan rumah-rumah, hunian tetap di Nusa Tenggara barat (NTB)," kata Wapres JK saat memberikan pidato kunci Temu Alumni Ikatan Pendidikan dan Latihan Kepemimpinan Nasional (IKA PIMNAS) Lembaga Administrasi Negara (LAN) di Jakarta, Selasa (5/3/2019).

JK mengatakan penghitungan harus dilakukan dengan cepat untuk mengatasi kondisi pascabencana, sehingga kemana-mana Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) itu selalu membawa kertas dan pulpen untuk mencatat dan menghitung berapa kerugian dan kebutuhan yang diperlukan untuk masyarakat.

Seperti pada saat gempa bumi dan tsunami melanda Lombok pada Agustus 2018 lalu, JK menghitung saat itu diperlukan sedikitnya 30 ribu rumah tetap yang tahan gempa untuk warga sekitar.

"Saya selalu punya kertas, apa pun saya catat, apa pun. Yang terjadi di Lombok itu, karena kita mesti bangun 30 ribu rumah tetap, jadi saya hitung dengan sederhana. Dibutuhkan pembangunan komponennya itu 450 per hari, sementara kapasitas yang ada waktu itu hanya 70," jelasnya.

Kecepatan berpikir dan mengambil keputusan di kondisi darurat tersebut harus dilakukan oleh pemimpin; sehingga masyarakat tidak terlalu lama menderita sebagai korban bencana alam, kata JK di hadapan peserta Latihan Pimnas.

Baca Juga: Pascagempa, KESDM Bangun 200 Unit PJUTS Lombok Utara

Pemerintah menargetkan pembangunan 58.000 dari target 73.000 rumah rusak berat untuk warga korban bencana gempa bumi di NTB akan tuntas pada April 2019, setelah ada penambahan jumlah tenaga fasilitator dari Kementerian PUPR, TNI/Polri dan masyarakat.

Kurangnya tenaga fasilitator juga menjadi penghambat pembangunan rumah tetap tersebut, sehingga Pemerintah menambah 1.523 tenaga fasilitator dari unsur TNI/Polri dan masyarakat Pembangunan 58.000 unit rumah rusak berat tersebut dikerjakan dengan melibatkan ribuan pengusaha yang tergabung dalam sejumlah organisasi, seperti Kadin, REI, Gapensi, dan Gapeksindo.

Baca Juga: Lombok Berbenah jadi Tuan Rumah MotoGP

Tag: Muhammad Jusuf Kalla (JK), Gempa Lombok

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Antara/Puspa Perwitasari

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,811.94 3,773.16
British Pound GBP 1.00 18,863.79 18,674.98
China Yuan CNY 1.00 2,130.32 2,109.15
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,294.00 14,152.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,113.01 10,009.71
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,821.61 1,803.45
Dolar Singapura SGD 1.00 10,574.83 10,465.91
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,152.22 15,986.10
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,512.90 3,474.59
Yen Jepang JPY 100.00 13,022.96 12,890.06

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6411.251 -114.023 629
2 Agriculture 1467.681 -23.100 21
3 Mining 1862.488 -25.374 47
4 Basic Industry and Chemicals 901.511 -8.856 71
5 Miscellanous Industry 1253.301 -31.590 46
6 Consumer Goods 2589.678 -73.784 52
7 Cons., Property & Real Estate 457.407 -8.163 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1152.772 -18.143 72
9 Finance 1244.414 -18.822 91
10 Trade & Service 817.509 -10.958 155
No Code Prev Close Change %
1 BEEF 190 240 50 26.32
2 COCO 525 650 125 23.81
3 BKDP 61 74 13 21.31
4 GAMA 58 70 12 20.69
5 STAR 104 120 16 15.38
6 JSKY 1,480 1,635 155 10.47
7 GDYR 2,100 2,300 200 9.52
8 ECII 990 1,080 90 9.09
9 PSSI 186 202 16 8.60
10 SRAJ 199 214 15 7.54
No Code Prev Close Change %
1 SIMA 168 130 -38 -22.62
2 KONI 378 310 -68 -17.99
3 GLOB 440 380 -60 -13.64
4 TALF 340 300 -40 -11.76
5 HDFA 179 158 -21 -11.73
6 PEHA 2,630 2,330 -300 -11.41
7 BMSR 150 133 -17 -11.33
8 MFMI 830 740 -90 -10.84
9 KOIN 268 240 -28 -10.45
10 ARTA 700 630 -70 -10.00
No Code Prev Close Change %
1 INDF 7,400 6,775 -625 -8.45
2 JAYA 172 164 -8 -4.65
3 ICBP 10,325 9,400 -925 -8.96
4 ASII 7,250 7,050 -200 -2.76
5 ANTM 960 920 -40 -4.17
6 BBRI 4,060 4,000 -60 -1.48
7 SIMA 168 130 -38 -22.62
8 GGRM 85,900 81,800 -4,100 -4.77
9 BEEF 190 240 50 26.32
10 ADRO 1,425 1,365 -60 -4.21